<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7346989081497511490</id><updated>2012-02-16T15:33:27.573+07:00</updated><category term='Psikologi'/><category term='Religi'/><category term='Manajemen'/><category term='Sepakbola'/><category term='Strategi'/><category term='Perjalanan Hidup'/><category term='Indonesia'/><category term='Politik'/><category term='Budaya'/><category term='Inspirasi'/><category term='Wisata'/><category term='Seni'/><category term='Keluarga'/><category term='Negara'/><category term='Internasional'/><category term='Sumber Daya Manusia'/><category term='Hukum'/><category term='Bursa Buku'/><category term='Film'/><category term='Leasing'/><category term='Sosial'/><category term='Obat Herbal'/><category term='Instropeksi'/><title type='text'>kacamata makna</title><subtitle type='html'>karena segala sesuatu memiliki makna</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Havid Ardiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10877238365875258222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-CEm6OFc-WtY/TfyG09aiwKI/AAAAAAAAAY0/qKBn3QpP-Ug/s220/IMGP0039.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>61</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7346989081497511490.post-3424200813028369837</id><published>2011-08-21T20:02:00.005+07:00</published><updated>2011-08-21T20:31:19.766+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Religi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bursa Buku'/><title type='text'>Muhammad Para Pengeja Hujan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-qcSMKp1Iy-w/TlEIfJxBypI/AAAAAAAAAZ8/0xAr3ZXRXfA/s1600/muhammad-para-pengeja-hujan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 131px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-qcSMKp1Iy-w/TlEIfJxBypI/AAAAAAAAAZ8/0xAr3ZXRXfA/s200/muhammad-para-pengeja-hujan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5643301139362466450" /&gt;&lt;/a&gt; “Diakah Atsvat Ereta? Lelaki yang kelahirannya telah lama diramalkan dalam gulungan-gulungan perkamen kuno? Sosok Maitreya yang memiliki tubuh semurni emas, terang-benderang dan suci?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah sebelumnya berhasil mengkisahkan potongan perjalanan hidup Rasulullah SAW dalam &lt;a href="http://kacamatamakna.blogspot.com/2011/01/muhammad-lelaki-penggenggam-hujan.html"&gt;Muhammad Lelaki Penggenggam Hujan&lt;/a&gt;, Tasaro GK hadir kembali melalui karyanya yang lain tentang penggalan lain kisah Baginda Rasul dalam Muhammad Para Pengeja Hujan. Masih tentang sosok yang dijanjikan dalam berbagai kiab suci , mulai dari kitab Kuntap Sukt, kitab Injil, kitab Zardhust, ajaran Budha. Masih juga tentang Kashva, sang pemindai Surga yang diburu oleh Khosrou II karena ingin memurnikan ajaran Zhardust.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah dalam novel ini terbagi menjadi tiga kisah berbeda yang terjadi pada saat yang hampir bersamaan di tempat yang berbeda. Kisah yang pertama memuat tentang kisah perjalanan Baginda Rasul SAW hingga Khalifah Abu Bakar RA. Kisah dan alur Baginda Rasulullah disampaikan dengan apik dan cukup mendetail oleh Tasaro. Mulai dari masa sebelum kelahiran Rasulullah, seperti Nazar Abdul Muthalib, pernikahan kedua orang tuanya, kelahiran Baginda Rasul, serbuan pasukan Gajah pimpinan Abrahah, masa kecil Rasul ketika dititipkan kepada keluarga Halimah, hingga wafatnya Rasulullah SAW. Setelah Rasulullah wafat kisah dilanjutkan ke masa kepemimpinan Khalifah Abu Bakar Ash Shidiq hingga wafatnya Sang Khalifah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah kedua memuat kelanjutan kisah Kashva, sang pemindai surga. Setelah dalam kisah sebelumnya kisah pencarian Kashva akan Sang Pembawa Kebenaran berakhir di Tibet. Kini di Tibet, Kashva kehilangan Xerxes dan Mashya karena bencana banjir ketika meninggalkan Gunung Kailash. Ditemani dengan Vakshur, seorang remaja yang menjadi pengawalnya, mereka melakukan perjalan mendaki 13 gunung suci di Tibet untuk menemukan jejak Xerxes dan Mashya. Satu persatu puncak pegunungan suci mereka jelajahi demi mendapatkan jejak, hingga pada puncak ke sepuluh dimana ia bertemu dengan biksu Tashidelek yang membersamai Kashva memasuki Kuil Perdebatan. Kuil yang kian memberikan titik terang bagi Kashva terhadap sosok Astvat Ereta. Yang sempat membuatnya bimbang apakah mencari jejak Astvat Ereta atau mencari Xerxes dan Mashya. Di sisi lain, Kashva mulai bertanya-tanya dalam hati mengenai perubahan sikap Vakhsur setelah mereka bertemu dengan Biksu Tashidelek. Apa sebenarnya yang disembunyikan Vakshur? Tapi Kasha urun menanyakan ke Vakshur perihal tersebut. Di puncak yang sama Vakshur menemukan jejak Xerxes dan Mashya melalui pahatan yang bertuliskan ‘Mashya, Xerxes, ke Persia’. Mereka pun kemudian melanjutkan perjalanan ke Persia. Yang ketika tiba di Persia, bukannya bertemu dengan Xerxes malah membuat Kashva masuk ke dalam jeruji besi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah terakhir mengambil latar di Persia. Sepeninggal Khosrou II, perebutan kekuasaan dan pertumpahan terjadi dalam waktu yang singkat dan secara terus menerus. Seorang arsitek wanita ternama yang bernama Atusa diminta untuk menemui para putri keturunan Khosrou II, yang bernama Purandokht, Turandokht dan Azarmidokht, untuk menghidupkan atanatoi, pasukan Immortal yang berjumlah 10.000 tentara pelindung raja Persia. Atusa yang awalnya menolak karena merasa tidak kompeten akhirnya menerima permintaan tersebut. Dalam perjalanan mengemban tugas menghidupkan kembali athanatoi, Atusa dibantu oleh Turandokht, kakak Azarmidokht yang memegang teguh ajaran Zarathusta. Dalam perkembangannya, Atusa ternyata sangat berbakat dan mahir dalam mengembangkan atanatoi. Pergolakan pun terjadi dan penguasa Persia silih berganti terjadi hingga akhirnya Ratu Purandokht berhasil naik tahta. Sempat membawa angin segar bagi rakyatnya, akan tetapi ternyata nasib Purandokht juga berakhir dengan terbunuh. Azarmidkokht menemukan kakak perempuannya itu diracuni suatu pagi. Sepupu mereka kemudian naik tahta. Tapi itupun tak berlangsung lama. Konspirasi demi konspirasi terjadi di istana. Hingga menghantarkan Azarmidokht menduduki singgasana Khosrou. Saat itulah cadar biru Jenderal Atusa tersingkap. Siapakah Jenderal Atusa sebenarnya? Dan benarkan Azarmidokht tidak terlibat pembunuhan saudaranya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum novel ini sangat bagus dan sangat direkomendasikan untuk anda baca. Bahkan menurut saya novel ini lebih baik dari novel sebelumnya. Meskipun terlihat sangat tebal, tapi novel 688 halaman ini sungguh mampu membius kita untuk terus membacanya karena pilihan kata dari Tasaro yang begitu memikat. Tasaro benar-benar menciptakan candu dalam huruf demi huruf yang tercetak dalam lembar demi lembar novel ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Detail dan penggambaran novel ini juga sangat baik sehingga membuat kita larut seakan-akan melihat langsung dan berada dalam kisah yang dituturkan Tasaro secara detail. Tak heran memang, karena sepertinya Tasaro telah melakukan riset terlebih dahulu sebelum menulis novel ini. Mulai dari kisah Rasulullah SAW, Khalifah Abu Bakar, hingga kekaisaran Persia. Khusus untuk kekaisaran Persia, Tasaro bahkan membuat saya kesulitan dalam membedakan antara kisah yang berdasarkan fakta dengan fiksi karena penggambarannya yang sangat mendetail dan adanya tokoh-tokoh yang selama ini memang tercatat dalam sejarah dunia, seperti Khosrou II, Purandokht, Turandokht, dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peradaban Persia juga disampaikan dengan mendetail dan memikat, mulai dari kuliner khas Persia seperti &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Reshteh&lt;/span&gt;, yaitu makanan sejenis mie khas Persia. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Fesenjun&lt;/span&gt;, nasi yang disajikan dengan daging bebek berlumur bumbu dan pasta, dengan cara penyajian yang khusus. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ash&lt;/span&gt; yang terdiri dari campuran daging kambing, sayuran, dan kacang-kacangan. Lengkap dengan cara penyajian dan proses pembuatan makanan tersebut. Tasaro juga menggunakan beberapa istilah khas Persia seperti &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Khanum&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Agha&lt;/span&gt; yang merupakan penyebutan secara hormat kepada seorang perempuan dan laki-laki. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaupun ada sedikit koreksi mengenai novel ini, maka koreksi itu terdapat pada sedikit kesalahan pengetikan di Novel ini meskipun itu sangat minor dan tertutup oleh indahnya penuturan Tasaro di Novel ini. Tasaro juga berhasil membuat kita bertanya-tanya tentang akhir dari kisah ini dengan menggantungkan kisah Kashva, Turandokht, dan Atusa. Pertanyaan, akankah novel ini berlanjut… &lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7346989081497511490-3424200813028369837?l=kacamatamakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/feeds/3424200813028369837/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7346989081497511490&amp;postID=3424200813028369837' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/3424200813028369837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/3424200813028369837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/2011/08/muhammad-para-pengeja-hujan.html' title='Muhammad Para Pengeja Hujan'/><author><name>Havid Ardiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10877238365875258222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-CEm6OFc-WtY/TfyG09aiwKI/AAAAAAAAAY0/qKBn3QpP-Ug/s220/IMGP0039.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-qcSMKp1Iy-w/TlEIfJxBypI/AAAAAAAAAZ8/0xAr3ZXRXfA/s72-c/muhammad-para-pengeja-hujan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7346989081497511490.post-7352011059232745029</id><published>2011-08-14T16:17:00.002+07:00</published><updated>2011-08-14T22:50:45.454+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Religi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bursa Buku'/><title type='text'>Ibnu Khaldun : Sang Mahaguru</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-P5pQCCQLi_w/TkeTh9IwqeI/AAAAAAAAAZs/FtgucwjtD0Q/s1600/ibnu%2Bkhaldun.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 136px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-P5pQCCQLi_w/TkeTh9IwqeI/AAAAAAAAAZs/FtgucwjtD0Q/s200/ibnu%2Bkhaldun.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5640639269861108194" /&gt;&lt;/a&gt; Ketika masih duduk di sekolah dasar yang saya ketahui tentang Ibnu Khaldun hanyalah sebuah Universitas dekat garis batas antara Jakarta Pusat dan Jakarta Timur yang rutin saya lewati ketika akan mengunjungi kakek saya. Baru ketika memasuki sekolah menengah atas pengetahuan saya akan Ibnu Khaldun mengalami perubahan, Ibnu Khaldun bukan hanya sebuah Universitas, namun lebih dari itu. Seorang ilmuwan muslim yang bernama lengkap Waliuddin Abdurrahman bin Muhammad bin Muhammad bin Abi Bakar Muhammad bin al-Hasan yang hidup antara 1332-1406 Masehi ini adalah salah seorang negarawan, ahli hukum, sejarawan, dan juga bapak ilmu sosiologi dan ekonomi islam. Karya-karya beliau mampu memberikan pengaruh kepada cendikiawan dunia, baik barat maupun timur, muslim maupun non muslim. Magnum Opusnya yang berjudul Muqaddimah adalah karya pertama yang mengkaji  filsafat sejarah, ilmu-ilmu sosial, demografi, histografi serta sejarah budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tertarik dengan kisah sang cendikiawan, maka ketika saya melihat novel Ibnu Khaldun : Sang Maha Guru karangan Bensalem Himmish di salah satu toko buku di kota Medan, segeralah saya memboyong novel tersebut. Ditambah novel tersebut berhasil memenangi Naguib Mahfouz Award 2002, menjadi best seller di Kairo dan penulisnya yang merupakan sastrawan Maroko yang meraih gelar doktor dari Université de Paris dan kini menjabat Menteri kebudayaan Maroko menambah ketertarikan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibuka dengan dikte dan filosofi Ibnu Khaldun kepada Hammu Al-Hihi, penulis setianya yang cukup berat dan membingungkan pada Bagian I. Kemudian dilanjutkan dengan kisah hidup Sang Maha guru selama beliau tinggal di Mesir hingga akhir hayatnya di Bagian II. Dibagian inilah kisah cita, cinta, dan konflik Ibnu Khaldun diceritakan dengan sangat indah oleh Bensalem Himmish, meskipun tidak menampilkan pergolakan batin dan intelektual Ibnu Khaldun ketika menulis karya-karyanya. Bensalem berhasil menampilkan dan memanusiakan Ibnu Khaldun sebagai seorang pencinta. Mulai dari rapuhnya hati Ibnu Khaldun ketika keluarganya tenggelam dilaut hingga kehidupan pernikahannya dengan Ummul Banin, yang menjadi janda setelah Hammu Al-Hihi, suaminya yang merupakan penulis setia sang mahaguru meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Interaksi dan konflik semasa Ibnu Khaldin tinggal di mesir juga disampaikan dengan memikat. Mulai dari interaksinya dengan dua generasi raja Mamluk, pergolakan hidupnya sebagai hakim yang beberapa kali diangkat dan diturunkan dari jabatannya karena hasutan dari orang yang berhasrat ingin menggantikannya, hingga interaksi dan negosiasinya dengan Timur Lang, penguasa mongol keturunan Genghis Khan yang terkenal kejam, agar  Timur tidak mengirimkan pasukannya untuk menyerang Mamluk.  Salah satu rahasia Ibnu Khaldun hingga mampu menjadi cendekiawan terkemuka juga dipaparkan, diantaranya adalah Ibnu Khaldun banyak membaca buku-buku dari pemikir sebelumnya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui novel ini kita juga bisa mendapatkan gambaran kehidupan bernegara di negara-negara jazirah Arab saat itu yang umumnya memiliki 4 hakim dari 4 mazhab (Syafii, Hanafi, Maliki, Hambali) yang bertugas memutuskan suatu perkara agar sesuai syariah atau menerima konsultasi dari masyarakat seputar persoalan kehidupan agar tidak keluar dari jalur agama terutama tidak keluar dari mazhab atau aliran yang mereka anut. Meskipun tidak jarang para penguasa akan berusaha menjadikan para hakim ini sebagai alat politiknya melalui fatwa-fatwa yang dipaksakan, meskipun tidak jarang juga para hakim tersebut berseberangan dengan para penguasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum novel ini cukup menarik dan layak diganjar Naguib Mahfouz Award, Bensalem berhasil menggambarkan dan memanusiakan Ibnu Khaldun dengan segala cita, cinta, dan konflik kehidupan yang dialaminya.&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7346989081497511490-7352011059232745029?l=kacamatamakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/feeds/7352011059232745029/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7346989081497511490&amp;postID=7352011059232745029' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/7352011059232745029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/7352011059232745029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/2011/08/ibnu-khaldun-sang-mahaguru.html' title='Ibnu Khaldun : Sang Mahaguru'/><author><name>Havid Ardiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10877238365875258222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-CEm6OFc-WtY/TfyG09aiwKI/AAAAAAAAAY0/qKBn3QpP-Ug/s220/IMGP0039.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-P5pQCCQLi_w/TkeTh9IwqeI/AAAAAAAAAZs/FtgucwjtD0Q/s72-c/ibnu%2Bkhaldun.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7346989081497511490.post-885270108017884400</id><published>2011-07-24T20:36:00.006+07:00</published><updated>2011-07-25T14:13:46.468+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Religi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bursa Buku'/><title type='text'>Tawanan Benteng Lapis Tujuh</title><content type='html'>‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Absence of understanding does not warrant absence of existence&lt;/span&gt;’ – Ibnu Sina&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-0ZTfWZsElYY/Tiwgh75oh4I/AAAAAAAAAZk/YsQCdks3SvQ/s1600/Tawanan%2BBentengLapis%2BTujuh.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 127px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-0ZTfWZsElYY/Tiwgh75oh4I/AAAAAAAAAZk/YsQCdks3SvQ/s200/Tawanan%2BBentengLapis%2BTujuh.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5632913001320843138" /&gt;&lt;/a&gt; Dimasa sekolah dulu saya sempat diajari bahwa dalam dunia islam terdapat beberapa tokoh yang begitu berjasa bagi dunia Ilmu Pengetahuan. Salah satunya adalah Ibnu Sina, yang digambarkan sebagai bapak kedokteran yang juga hebat dalam berfilosofi. Saya ketika itu begitu tertarik untuk mengetahui tokoh yang satu ini. Belasan atau mungkin bahkan dua puluh tahun kemudian, dihadapan saya terpampang novel Biografi Ibnu Sina yang berjudul Tawanan Benteng Lapis Tujuh karangan Husayn Fattahi di salah satu rak buku di jaringan salah satu toko buku terbesar di Indonesia. Dan tanpa berpikir lama, saya pun segera membawa novel biografi tersebut untuk dapat segera saya  baca dan saya nikmati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah dalam novel ini diawali dengan masa kecil Ibnu Sina atau dalam novel ini sering disebut sebagai Abu Ali yang merupakan nama kecil dari Ibnu Sina. Abu Ali adalah putra dari pasangan Abdullah dan Sattarah yang lahir pada tahun 980 di Afsyanah daerah dekat Bukhara. Abu Ali adalah satu dari sedikit dari anak yang terlahir cerdas dan jenius. Kecerdasannya sudah terlihat semenjak ia masih kanak-kanak. Di usianya yang masih sepuluh tahun, Abu Ali telah paham Al-Quran. Ia tidak hanya hafal seluruh surah, tetapi juga sangat fasih membaca Al-Quran. Bahkan telah memahami dasar-dasar agama dan hukum-hukumnya. Menyadari hal tersebut, Abdullah kemudian memperkenalkan anaknya kepada berbagai cendikia ternama untuk belajar ilmu pengetahuan. Dimulai dari  Syekh Nahawi untuk belajar ilmu agama, kemudian Syekh Massah yang ahli matematika, dilanjutkan berguru dengan Syekh Abu Abdillah an-Natili, seorang Ahli Ilmu asal negeri Tibristan, seorang ahli logika, filsafat, dan hikmah. Abu Ali dengan sangat cepat menyerap ilmu yang diajarkan oleh masing-masing guru tersebut, hingga akhirnya masing-masing cendikia tersebut menyatakan tidak ada lagi ilmu mereka yang dapat diajarkan kepada Abu Ali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menguasai berbagai macam ilmu ternyata tidak membuat dahaga abu ali terpuaskan. Ia kemudian memutuskan untuk mempelajari ilmu kedokteran secara otodidak, untuk kemudian mengaplikasikan ilmu kedokteran tersebut. Dimulai dengan ibunya sebagai pasien pertamanya, dimana ia berhasil menyembuhkan penyakit misterius ibunya. Kemudian hal ini berlanjut ketika Abu Ali diminta mengobati tetangganya yang sakit. Dan seperti kehebatan Abu Ali tersebar dengan cepat dari mulut ke mulut ke seluruh penjuru negeri. Efek &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Word Of Mouth&lt;/span&gt; ini dengan cepat terdengar sampai ke Istana. Ia kemudian diminta untuk mengobati keponakan Raja Nuh II yang sakit misterius. Berbagai dokter ahli sudah didatangkan akan tetapi penyakit misterius raja tidak dapat juga disembuhkan. Akan tetapi Ibnu Sina dengan bekal ilmu pengetahuannya akhirnya berhasil menyembuhkan penyakit keponakan Raja tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan Abu Ali tersebut membuatnya masuk kelingkaran kekuasaan untuk menjadi Dokter pribadi Raja. Suatu hal yang kelak harus dibayar mahal olehnya karena iri dengki pejabat istana karena kehebatan dan perhatian raja kepadanya. Musuh dalam selimut benar-benar bertebaran didalam Istana hingga akhirnya membuat Abu Ali menjadi seorang buron karena fitnah keji yang dialamatkan kepadanya. Selanjutnya kita dibawa menelusuri rute perjalanan Abu Ali, rute yang memiliki pola yang mirip. Diundang ke Istana karena ilmu pengetahuan dan kemampuannya sebagai dokter untuk kemudian dikejar penguasa karena tipu daya dan iri dengki hingga akhirnya dijebloskan ke penjara. Mulai dari Istana Mahmud Ghaznawi, istana Ibnu Al Ma’mun, istana Syams Ad Daulah, hingga Ala Ad Daulah. Dimasa kekuasaan Ad Daulah lah Ibnu Sina dijebloskan ke dalam penjara berlapis tujuh. Sebuah perjalanan hidup yang penuh ironi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup dalam kejaran dan tahanan ternyata tidak membuat Abu Ali berhenti berkarya. Bahkan karyanya yang paling utama justru dilahirkan pada saat ia mendekam di dalam penjara, magnum opus yang berjudul &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Al-Qânûn fî at-Thibb&lt;/span&gt; atau yang biasa disebut dengan Al Qanun yang didunia barat dikenal dengan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Canon Of Medicine&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Buku ini secara keseluruhan sangatlah enak dan menarik untuk dibaca. Melalui buku ini kita diajak untuk memahami dan bertualang ke kehidupan Bapak Kedokteran Modern yang dibarat dikenal dengan Avicenna ini. Avicenna yang jenius akan tetapi justru kejeniusannya itu memenjarakannya dan menjadikannya buron karena iri dengki orang lain. Buku ini juga berhasil tidak men’dewa’kan Abu Ali yang tergambar salah satunya dari kegagalan Abu Ali dalam menyembuhkan penyakit ayahandanya tercinta. Sebuah buku yang layak untuk anda koleksi, tentang seorang ilmuwan yang diakui menjadi pahlawan nasional di Iran, Afghanistan, dan berbagai negara timur tengah setelah kematiannya, tentang salah satu tokoh kedokteran yang begitu berjasa bagi dunia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7346989081497511490-885270108017884400?l=kacamatamakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/feeds/885270108017884400/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7346989081497511490&amp;postID=885270108017884400' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/885270108017884400'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/885270108017884400'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/2011/07/tawanan-benteng-lapis-tujuh.html' title='Tawanan Benteng Lapis Tujuh'/><author><name>Havid Ardiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10877238365875258222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-CEm6OFc-WtY/TfyG09aiwKI/AAAAAAAAAY0/qKBn3QpP-Ug/s220/IMGP0039.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-0ZTfWZsElYY/Tiwgh75oh4I/AAAAAAAAAZk/YsQCdks3SvQ/s72-c/Tawanan%2BBentengLapis%2BTujuh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7346989081497511490.post-9220106642956519647</id><published>2011-07-21T19:00:00.003+07:00</published><updated>2011-07-21T19:32:31.082+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bursa Buku'/><title type='text'>Berteman Dengan Kematian</title><content type='html'>Aku Mau hidup Seribu Tahun Lagi – Chairil Anwar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-VtQ-b_wdE1M/TigWSl99rBI/AAAAAAAAAZc/DcuNbKhMx2Y/s1600/Berteman%2BDengan%2BKematian.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 134px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-VtQ-b_wdE1M/TigWSl99rBI/AAAAAAAAAZc/DcuNbKhMx2Y/s200/Berteman%2BDengan%2BKematian.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5631775842712267794" /&gt;&lt;/a&gt; Lupus.. semenjak pertama kali mendengar tentang penyakit ini saya langsung tertarik untuk mengetahuinya. Karena sama seperti AIDS, penyakit ini masih belum ditemukan obatnya hingga saat ini. Yang membedakan diantaranya adalah, jika penyebab penyakit AIDS bisa diketahui, maka untuk Lupus penyebab pastinya masih belum diketahui. Lupus  berasal dari bahasa latin yang berarti Serigala, hal ini disebabkan penderita penyakit ini pada umumnya memiliki ruam merah berbentuk kupu-kupu di pipi yang serupa dengan pipi serigala. Penyakit ini juga disebut sebagai penyakit seribu wajah karena memiliki gejala bermacam-macam dan berubah-ubah dan tidak mudah didiagnosa. Berangkat dari ketertarikan itu, maka ketika saya melihat buku Berteman Dengan Kematian, maka langsung saya tukar uang saya dengan buku yang berkisah tentang seorang gadis yang menderita lupus tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini adalah memoar dari penulisnya, Sinta Ridwan, gadis kelahiran Cirebon Januari 1985, yang dituturkan seperti menulis di catatan harian yang jauh dari kesan dramatisir dengan bahasa khas anak muda yang tajam, polos, tidak cengeng, dan tanpa basa basi yang ternyata  justru membuat buku ini menjadi semakin menarik. Melalui novel memoar ini Sinta tidak hanya bercerita tentang penyakit lupusnya akan tetapi juga mengenai mozaik hidupnya semenjak ia kecil hingga sekarang. Tentang getirnya masa kanak-kanak, penderitaan psikologis akibat keluarga yang berantakan, perasaannya ketika ditinggal 2 orang terdekatnya disaat yang hampir bersamaan, alasannya memilih Bandung sebagai lokasi tempat kuliah, perjuangan hidupnya di kota kembang, awal mula divonis menjadi odapus, penyangkalannya akan lupus yang membuatnya tidak dapat menerima kenyataan dan menjadi perokok,  hingga berdamai dengan lupus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui buku ini Sinta juga mengedukasi kita tentang apa dan bagaimanakah penyakit Lupus melalui catatan-catatannya yang dilengkapi dengan berbagai istilah ilmiah tanpa kesan menggurui dan bahasa yang tidak bertele-tele. Penjelasan ini cukup baik menurut saya, karena sampai saat ini Lupus masihlah asing di masyarakat. Dalam buku ini hal tersebut dapat tergambar dari ucapan salah satu sahabat Sinta yang membuat gurauan tentang penyakit Sinta. Gurauan ini mungkin disebabkan karena Lupus lebih populer sebagai film anak muda dan novel tahun 90-an dibandingkan penyakit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana Sinta berdamai dengan Lupus juga cukup inspiratif. Terkena Lupus saat masih menjadi mahasiswi yang penuh cita dan angan, membuat Sinta sempat tidak dapat menerima kenyataan kalau ia adalah seorang odapus dengan berhenti mengkonsumsi obat dan menjadi perokok, hingga akhirnya bisa menerima keadaan dan mulai bersahabat dengan penyakit yang belum ada obatnya tersebut. Sinta akhirnya bangkit dari keterpurukan, berhasil menyelesaikan kuliah strata 1, untuk kemudian melanjutkan ke Pascasarjana Jurusan Fiologi Unpad agar dapat mengkaji dan melestarikan naskah kuno warisan nusantara. Sinta juga mencoba memaknai waktu hidupnya dengan berbagi kepada sesama mengenai informasi terkait dengan lupus serta menulis puisi dan novel. Perubahan tersebut terjadi karena Sinta meyakini hanya ada satu obat yang dapat menyembuhkan Lupus dan itu harus ada dalam diri seorang odapus, yaitu semangat hidup dan kebahagiaan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7346989081497511490-9220106642956519647?l=kacamatamakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/feeds/9220106642956519647/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7346989081497511490&amp;postID=9220106642956519647' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/9220106642956519647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/9220106642956519647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/2011/07/berteman-dengan-kematian.html' title='Berteman Dengan Kematian'/><author><name>Havid Ardiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10877238365875258222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-CEm6OFc-WtY/TfyG09aiwKI/AAAAAAAAAY0/qKBn3QpP-Ug/s220/IMGP0039.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-VtQ-b_wdE1M/TigWSl99rBI/AAAAAAAAAZc/DcuNbKhMx2Y/s72-c/Berteman%2BDengan%2BKematian.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7346989081497511490.post-8964302245851185863</id><published>2011-06-19T00:12:00.007+07:00</published><updated>2011-06-19T08:41:29.475+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bursa Buku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sepakbola'/><title type='text'>Bepe 20: Ketika Jemariku Menari</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"If we stop trying, that means we are no better than a coward..”&lt;/span&gt; – Bambang Pamungkas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-OFsgq5l8j7w/TfzdZ8J4szI/AAAAAAAAAZU/hg4PtNMe7Ic/s1600/bepe20.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 124px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-OFsgq5l8j7w/TfzdZ8J4szI/AAAAAAAAAZU/hg4PtNMe7Ic/s200/bepe20.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5619609872765596466" /&gt;&lt;/a&gt; Bambang Pamungkas atau Bepe, siapa yang tak kenal sosok ini. Bermain di klub elit, kapten tim nasional, pemegang rekor penampilan dan gol terbanyak bagi Indonesia, membuatnya menjadi salah satu pesepakbola papan atas Indonesia. Saya masih ingat sekitar akhir 90-an namanya sempat mengejutkan publik sepakbola karena terpilih sebagai pemain timnas disaat usianya masih 18 tahun dan masih belum memiliki klub profesional. Belum berhenti sampai disitu, Bepe juga sempat menumbuhkan harapan akan sosok pemuda bangsa yang mampu berkiprah dikancah sepakbola Eropa seperti yang pernah dilakukan Kurniawan Dwi Julianto, idolanya, dan Bima Sakti. Akan tetapi sayangnya, ternyata Bepe belum berjodoh dengan gemerlap sepakbola Eropa. Karirnya di EHC Norad hanya seumur jagung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gagal berkarir di Eropa bukan berarti karir Bepe meredup dan hilang. Kembali ke tanah air dan bergabung dengan Persija Jakarta, Bepe langsung menjadi topskor di musim pertamanya di Liga Indonesia dengan menjaringkan 24 gol. Perlahan tapi pasti karirnya semakin menanjak dimusim-musim berikutnya berkat kecerdasan, kepemimpinan, dan nalurinya sebagai penyerang. Tidak hanya di Indonesia, nama Bepe juga harum di negeri jiran Malaysia ketika membela Selangor FC dan mengantarkan klub tersebut meraih &lt;span style="font-style:italic;"&gt;treble winner&lt;/span&gt; dan menjadi top skor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini di usianya yang menginjak 31 tahun, sebuah usia yang tidak muda lagi bagi seorang atlit sepakbola, Bepe kembali menunjukkan kecerdasannya. Bukan sebagai pemain sepakbola akan tetapi sebagai perangkai kata penuh makna melalui bukunya yang berjudul Ketika Jemariku Menari yang isinya mayoritas diambil dari &lt;a href="http://bambangpamungkas20.com/"&gt;blog pribadi Bepe&lt;/a&gt;. Tidak banyak, bahkan dapat dikatakan sampai saat ini belum ada atlit sepakbola kita yang menelurkan sebuah buku mengenai dirinya, oleh karena itu apa yang dilakukan Bepe layak untuk di apresiasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui Ketika Jemariku Menari, Bepe mencoba membagi ide dan pikirannya kepada khalayak ramai. Buku ini juga sekaligus jawaban dari beberapa pertanyaan yang selama ini sering mengemuka mengenai Bepe. Misalnya tentang mengapa Bepe terkesan enggan untuk dimintai wawancara secara langsung, bagaimana kehidupan keluarganya, perasaannya ketika mengalami cedera patah kaki dan suka duka sebagai pemain sepakbola disaat harus dipisahkan oleh jarak dengan keluarga tercinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun tidak terlalu detail dan tidak menjabarkan secara sistematis, Bepe juga membahas tentang perlunya kompetisi untuk usia muda demi kemajuan sepakbola bangsa. Bepe juga membahas tentang kuota pemain asing dalam satu klub yang berjumlah 5 orang yang pada akhirnya justru membunuh kesempatan pemain muda untuk tumbuh berkembang. Kehadiran banyak pemain asing secara pragmatis dibutuhkan klub untuk berprestasi dalam jangka pendek, akan tetapi disisi lain justru menghambat regenerasi sepakbola nasional. Karena pos-pos yang seharusnya dapat diisi pemain lokal justru ditempati pemain asing. Sehingga untuk beberapa posisi seperti penyerang, bangsa ini seperti kehabisan stok pemain berkualitas. Karena umumnya klub sepakbola Indonesia lebih mempercayakan posisi penyerang kepada pemain asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan pemain, untuk kursi kepelatihan tim nasional, Bepe justru secara gamblang menyatakan lebih setuju dengan pelatih asing. Setidaknya untuk saat ini. Alasan yang dikemukakan Bepe cukup masuk akal, pelatih asing lebih berani memberikan kesempatan kepada pemain muda untuk unjuk gigi. Seperti yang pernah dilakukan Bernard Schoem ketika memberi kepercayaan kepada Bambang Pamungkas, Ivan Kolev ketika memberi kepercayaan kepada Boaz Salosa, dan yang paling anyar Alfred Riedl yang memberi kepercayaan kepada Okto Maniani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal lain lagi yang coba diungkapkan Bepe melalui buku ini. Seperti kecintaannya terhadap Persija  Jakarta dan Timnas Indonesia, masalah PSSI, kehidupan sosialnya, dan lainnya yang membuat buku ini semakin menarik dan layak untuk dijadikan koleksi. Apalagi buku ini adalah buku memoar sepakbola pertama di Indonesia yang dituliskan oleh si calon legenda sepakbola itu sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah buku yang cukup menarik dan bernilai tambah bagi sesama, karena semua hasil penjualan buku akan disumbangkan Bepe kepada dua yayasan yang selama ini mendukung dia, yaitu syair.org (Syair Untuk Sahabat Foundation), serta Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia, sebuah yayasan yang peduli pada anak yang hidup dengan kanker. Dan seperti yang dikatakan Irfan Bachdim melalui akun twitternya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style:italic;"&gt;There is only 1 MAN, 1 HERO, and 1 LEGEND ... His name is ...&lt;/span&gt; Bambang Pamungkas!"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7346989081497511490-8964302245851185863?l=kacamatamakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/feeds/8964302245851185863/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7346989081497511490&amp;postID=8964302245851185863' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/8964302245851185863'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/8964302245851185863'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/2011/06/bepe-20-ketika-jemariku-menari.html' title='Bepe 20: Ketika Jemariku Menari'/><author><name>Havid Ardiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10877238365875258222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-CEm6OFc-WtY/TfyG09aiwKI/AAAAAAAAAY0/qKBn3QpP-Ug/s220/IMGP0039.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-OFsgq5l8j7w/TfzdZ8J4szI/AAAAAAAAAZU/hg4PtNMe7Ic/s72-c/bepe20.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7346989081497511490.post-7865195926737719832</id><published>2011-06-18T17:55:00.005+07:00</published><updated>2011-06-18T18:30:59.347+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bursa Buku'/><title type='text'>Habibie Ainun</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-oNCAoix369I/TfyEi13VFHI/AAAAAAAAAYs/lI-TVICscgM/s1600/HabibieAinun.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 130px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-oNCAoix369I/TfyEi13VFHI/AAAAAAAAAYs/lI-TVICscgM/s200/HabibieAinun.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5619512169161102450" /&gt;&lt;/a&gt; Belasan tahun yang lalu ketika masih sekolah, saya teringat betapa saya menyukai kisah Romeo &amp; Juliet dan Layla Majnun. Roman fiksi yang mencerminkan cinta dan kasih sayang umat manusia yang dituturkan secara apik dalam suatu kisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Romeo &amp; Juliet adalah karya dari William Shakespeare yang berlatar di kota Verona dan mengisahkan sepasang insan, bernama Romeo yang berasal dari keluarga Montague dan Juliet dari keluarga Capulet, yang saling jatuh cinta, namun terhalang karena kedua keluarga mereka saling bermusuhan. Kisah ini berakhir tragis setelah Romeo memutuskan untuk minum racun setelah mengira Juliet meninggal dunia. Setelah Juliet terbangun dan melihat Romeo meninggal karena racun, maka ia bunuh diri dengan menggunakan pisau. Kisah ini sendiri dianggap sebagai salah satu kisah cinta sepanjang masa yang telah di film kan, ditulis kembali, dan dipentaskan di berbagai teater.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Layla Majnun adalah karya Syaikh Hakim Nizhami, yang konon menginspirasi William Shakespeare untuk menuliskan Romeo &amp; Juliet. Dikisahkan Majnun begtu mencintai Layla sepanjang hidupnya. Demi cintanya ia tahan tidak tidur, tahan lapar, tahan kehujanan dan kepanasan demi Layla. Namun sayang cintanya ditentang oleh keadaan orang tua. Layla yang mengetahui ada seseorang yang mencintai hatinya dengan tulus, tetap setia dan menjaga keperawanannya demi Majnun, belahan jiwanya. Majnun yang begitu tergila-gila pada Layla akhirnya menjadi gila karena cintanya yang tak pernah sampai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, belasan tahun setelah membaca dan menonton kedua kisah diatas. Saya mendapati kembali kisah kasih sayang antara sesama manusia yang tulus dalam kisah Habibie &amp; Ainun yang dikisahkan oleh pelakunya sendiri Prof Dr Ing BJ Habibie, mantan Presiden Indonesia ke 3. Sebuah kisah yang dirajut dalam ketulusan dan kasih sayang dalam menjalani suka duka kehidupan, yang menurut saya lebih hebat dari kedua kisah diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kedua kisah diatas menggambarkan bagaimana seseorang 'berani mati' untuk orang yang dikasihinya, maka kisah Habibie &amp; Ainun justru menggambarkan bagaimana kita berani hidup dan berkorban untuk orang yang kita kasihi dalam mewujudkan rumah tangga yang sakinah mawadah warrahmah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah romansa Habibie dan Ainun sendiri dimulai dari pertemuan di kediaman keluarga besari, keluarga besar Ainun, di Rangga Malela 11B, Bandung. Habibie, seorang insinyur yang baru pulang dari Jerman bertemu kembali dengan Ainun, kawan SMA-nya, seorang dokter lulusan FK UI setelah 7 tahun tak pernah jumpa. Dalam pertemuan itu Habibie tak menyangka Ainun telah menjadi dokter berparas cantik. Padahal, saat sama-sama masih duduk di bangku SMA, Habibie kerap mengolok Ainun yang gemuk dan hitam. Merasakan ada getaran dalam hatinya, spontan Habibie berkata, ‘Ainun kamu cantik, dari gula jawa menjadi gula pasir!’. Saat itu Habibie meyakini kalau Ainun adalah jodoh yang dititipkan Allah SWT untuknya seperti yang pernah diungkapkannya, ’Ada perasaan yang sangat dalam dari sebuah pancaran cahaya berdimensi 1 milliar 60 kl/jam dan kecepatan suara hanya 1000 km/jam. Hal itu memberikan informasi kepada saya inilah jodoh yang dititipkan Allah’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran menarik dari kisah kasih Habibie Ainun salah satunya adalah ketika pasangan muda ini memulai hidup di negeri orang dengan kondisi keuangan yang pas-pasan. Haibibie muda yang sedang berkuliah terpaksa mencari pekerjaan tambahan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya yang membuatnya menjadi begitu sibuk. Begitu sibuknya sampai membuat Habibie seringkali pulang larut malam. Keterbatasan dan kesibukkan suami ternyata tidak membuat Ainun mengeluh, justru sebaliknya, Ainun dengan setia menunggu suaminya pulang, memberikan semangat, motivasi, menyumbang ide, mengingatkan untuk sholat tahajud, dan ikut membantu serta mengingatkan suaminya untuk menjaga kesehatannya. Hingga kehidupan yang pas-pasan pun dapat mereka jalani dengan ikhlas dan bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih di Jerman, Ainun kembali memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya perhatian terhadap keluarga. Ainun yang saat berpeluang untuk melanjutkan pendidikan dan meniti karirnya sebagai Dokter, ia dengan berani memutuskan untuk meninggalkan pekerjaannya demi fokus untuk mengurus suami dan kedua anaknya. ‘Saya lebih dibutuhkan dibelakang layar’, kata Ainun, sebuah pengorbanan yang istimewa dari seorang istri demi dapat mencurahkan segenap perhatian untuk keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran berharga dari kisah mereka juga dapat dilihat sejak Ainun terkena penyakit Jantung. Habibie yang menyayangi belahan jiwanya dengan setulus hati dengan setia terus berusaha untuk menemani dan memberi dukungan kepada Istri tercintanya. Beliau seperti tidak ingin berpisah walau sedetikpun dengan belahan jiwanya. Pengorbanan yang menguras energi dan mengaduk-aduk perasaan ini dijalani oleh Habibie selama kurang lebih 10 tahun dengan ikhlas karena dalamnya cinta. Hingga akhirnya pada tanggal 22 Mei 2010, Habibie harus benar-benar berpisah dengan Ainun secara fisik. Bukan karena suatu permasalahan, akan tetapi karena Ainun dipanggil oleh Allah SWT. Habibie yang saat itu merasakan kehilangan yang mendalam karena tulang rusuk yang diciptakan oleh Allah SWT harus diambil sampai harus melewati perawatan psikologi salah satunya dengan terapi menulis yang kemudian menghasilkan buku Habibie Ainun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Habibie seakan ingin menunjukkan betapa dalam sayangnya kepada belahan jiwanya melalui kisah dan ungkapan yang dikumandangkan beliau tentang betapa bahagia dan beruntungnya mendapatkan istri yang selalu diliputi kesabaran dan tanggung jawab. Beliau juga sering menggambarkan kalau Habibie dan Ainun adalah manunggal dan tidak dapat dipisahkan. Hal ini seperti yang digambarkan oleh Yusran Darmawan dalam &lt;a href="http://m.kompasiana.com/post/politik/2010/05/23/kuntum-cinta-habibie-untuk-ainun/"&gt;kompasiana&lt;/a&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;Pada tahun 2006, saya mengikuti seminar yang diadakan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) di kantor BPPT Jakarta, di mana Habibie menjadi keynote speaker. Saya masih ingat betul bahwa saat itu, Habibie datang ditemani Ainun. Bahkan di saat usai berceramah, di saat semua wartawan datang merubunginya, ia masih mencari-cari di mana Ainun. Pada saat seorang wartawan bertanya tentang pendapatnya atas situasi di Timor Leste, Habibie hanya menjawab singkat. “Maafkan, saya sedang mencari di mana mantan pacar saya. Mana Ainun? Saya belum pernah pisah dengan Ainun. Mana Ainun?” &lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Habibie juga membagi resep lain yang membuat hubungan mereka begitu harmonis sampai akhir hayat, salah satunya adalah melalui kepedulian kecil yang diberikan melalui pertanyaan-pertanyaan menjelang tidur, seperti ‘apakah sudah mendirikan sholat’; ‘jangan lupa makan’; ‘jangan lupa minum obat’; ‘apakah saya perlu sholat tahajud; dan lainnya. Ada salah satu bentuk perhatian Ainun yang mungkin tidak akan dilupakan Habibie, yaitu ketika Ainun harus berjuang melawan maut dengan 50 selang ditubuhnya di ruang ICCU, Ainun masih menunjukan perhatiannya.’ Kamu khawatir saya belum makan?. Ainun lantas menjawab dengan kepala mengangguk’. Subhanallah, sebuah perhatian yang sangat istimewa dari seorang istri kepada suaminya, disaat sebenarnya sang istrilah yang saat itu lebih membutuhkan perhatian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pelajaran yang bisa didapat dari kisah mantan Presiden Indonesia yang ke 3, kisah tentang ketulusan dan keagungan cinta dan bagaimana menjalankannya ditengah jalan yang berliku hingga terwujud keluarga yang sakinah mawadah warrahmah yang hanya dapat dipisahkan oleh kematian. Sebuah kisah yang sungguh sangat luar biasa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7346989081497511490-7865195926737719832?l=kacamatamakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/feeds/7865195926737719832/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7346989081497511490&amp;postID=7865195926737719832' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/7865195926737719832'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/7865195926737719832'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/2011/06/habibie-ainun.html' title='Habibie Ainun'/><author><name>Havid Ardiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10877238365875258222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-CEm6OFc-WtY/TfyG09aiwKI/AAAAAAAAAY0/qKBn3QpP-Ug/s220/IMGP0039.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-oNCAoix369I/TfyEi13VFHI/AAAAAAAAAYs/lI-TVICscgM/s72-c/HabibieAinun.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7346989081497511490.post-2924649711834551693</id><published>2011-06-12T23:51:00.007+07:00</published><updated>2011-06-13T06:33:24.747+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Religi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sumber Daya Manusia'/><title type='text'>Belajar Menjadi Pembelajar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-0b8xRei74SY/TfTxyPezK2I/AAAAAAAAAYk/KeEorugYb2E/s1600/Learning.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 166px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-0b8xRei74SY/TfTxyPezK2I/AAAAAAAAAYk/KeEorugYb2E/s200/Learning.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5617380480689318754" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Knowledge Worker “... works primarily with information or... develops and uses knowledge in the workplace.” Peter Drucker, Landmarks of Tomorrow, 1959&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Belajar dapat diartikan memiliki arti berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu; atau berlatih; atau perubahan tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman. Sedangkan menurut Wikipedia, belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam literatur Islam, belajar memiliki tempat yang khusus dan sangatlah dianjurkan. Seperti yang tertuang dalam hadist, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;mencari ilmu itu wajib bagi setiap muslim; carilah ilmu sejak dalam buaian hingga ke liang lahat; carilah ilmu walaupun di negeri cina; siapa meniti jalan menuntut ilmu, Allah akan memudahkan jalannya menuju surga; siapa keluar untuk menuntut ilmu, maka ia berada di jalan Allah (fi sabilillah) sampai ia kembali&lt;/span&gt;. Bahkan ayat yang pertama kali diwahyukan kepada Rasulullah adalah perintah untuk belajar, melalui kalimat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Iqra!&lt;/span&gt;, bacalah. Al Qur’an juga menggambarkan betapa istimewanya orang yang belajar dan berilmu, seperti yang termaktub dalam Surat Az-Zumar ayat 9, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;‘Katakanlah: Tiada serupa orang-orang yang berilmu pengetahuan dengan orang-orang yang tiada berilmu pengetahuan’&lt;/span&gt;. Dan juga dalam surat Al Mujadillah ayat 9,&lt;span style="font-style:italic;"&gt;’Allah telah mengangkat orang-orang yang beriman dari golongan kamu, dan begitu pula orang-orang yang dikaruniai ilmu pengetahuan beberapa derajat’&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa manusia diperintahkan untuk belajar? Perintah ini mungkin ditujukan agar manusia dapat terus berkembang dan beradaptasi seiring dengan perkembangan dan perubahan zaman. Karena perubahan adalah satu hal yang pasti terjadi dan tidak mungkin dihindari, maka belajar adalah suatu keharusan agar kita dapat bertahan dan berkembang. Agar tidak seperti manusia prasejarah dan dinosaurus yang tidak dapat mengikuti perkembangan zaman hingga akhirnya punah digilas zaman. Dan juga agar tidak bernasib menjadi manusia atau bangsa terbelakang yang  tidak dapat mengikuti kemajuan pengetahuan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu kita pahami,yang dimaksud belajar bukan hanya proses belajar mengajar di sekolah atau kampus atau ruang yang tersekat dinding. Belajar dapat dilakukan dimana saja, kapan saja, dalam situasi apa saja, dan melalui media apa saja. Manusia yang selalu belajar umum dikatakan sebagai manusia pembelajar. Manusia Pembelajar adalah setiap orang manusia yang bersedia menerima tanggung jawab untuk melakukan dua hal penting, yakni berusaha mengenali hakikat dirinya, potensi dan bakat-bakat terbaiknya dan berusaha sekuat tenaga untuk mengaktualisasikan segenap potensinya itu, mengekspresikan dan menyatakan dirinya sepenuh-penuhnya, seutuh-utuhnya, dengan cara menjadi dirinya sendiri dan menolak untuk dibanding-bandingkan dengan sesuatu yang bukan dirinya. Dalam dunia kerja, seorang manusia pembelajar dikenal dengan istilah pekerja berpengetahuan (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;knowledge worker&lt;/span&gt;), yang biasanya berkompetensi tinggi, tidak cepat puas atas pencapaiannya, selalu berusaha menghasilkan yang terbaik, haus akan inovasi, berkontribusi nyata, berusaha memperbaiki kekurangannya, terbuka terhadap kritik dan masukan orang lain, dan tidak takut akan perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak cara untuk menjadi seorang manusia pembelajar. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pertama&lt;/span&gt; adalah dengan memperbanyak membaca, seperti yang diperintahkan Al Qur’an, bacalah. Tentunya dengan bacaan yang bermutu dan berkualitas, baik itu buku, majalah, maupun bacaan elektronik. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kedua&lt;/span&gt; adalah dengan belajar dari orang yang lebih berpengalaman dan lebih ahli. Untuk itu pilihlah lingkungan yang dapat membuat pengetahuan dan kemampuan kita semakin berkembang. Seperti yang dikatakan dalam pepatah arab, apabila kita bergaul dengan tukang parfum insyaAllah kita akan ikut harum. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt; adalah dengan belajar dari pengalaman. Seperti pepatah yang sering dikumandangkan orang tua kita, pengalaman adalah guru yang terbaik. Berusahalah menjadikan setiap keberhasilan atau kegagalan kita menjadi bahan untuk berinstropeksi, memperbaiki diri, dan berinovasi. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Keempat&lt;/span&gt; adalah dengan menuangkan pengalaman, pengetahuan, dan bacaan kita dalam sebuah tulisan, apakah itu dalam bentuk bercerita, menuangkan ide pemikiran, berbagi konsep, membuat analisa kritis, atau sekedar menulis resensi. Seperti yang dikatakan Ali bin Abi Thalib, ikatlah ilmu dengan menuliskannya. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Terakhir&lt;/span&gt;, yang menurut saya paling penting, adalah dengan niat. Niatkanlah diri anda untuk terus belajar, belajar, dan belajar menjadi lebih baik lagi. Karena suatu perbuatan tergantung dari niatnya, jika niat kita adalah untuk terus belajar, maka insyaAllah kita akan merasakan manfaatnya. Seperti yang tertuang dalam hadist, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;innama ‘amalu bi niat&lt;/span&gt;, setiap amalan tergantung dari niatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita bisa terus belajar untuk menjadi manusia pembelajar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7346989081497511490-2924649711834551693?l=kacamatamakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/feeds/2924649711834551693/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7346989081497511490&amp;postID=2924649711834551693' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/2924649711834551693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/2924649711834551693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/2011/06/belajar-menjadi-pembelajar.html' title='Belajar Menjadi Pembelajar'/><author><name>Havid Ardiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10877238365875258222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-CEm6OFc-WtY/TfyG09aiwKI/AAAAAAAAAY0/qKBn3QpP-Ug/s220/IMGP0039.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-0b8xRei74SY/TfTxyPezK2I/AAAAAAAAAYk/KeEorugYb2E/s72-c/Learning.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7346989081497511490.post-1255958256831590456</id><published>2011-06-12T21:16:00.004+07:00</published><updated>2011-06-12T21:20:34.072+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><title type='text'>Sukses</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-8Jg6bjkMD00/TfTLH3QLhII/AAAAAAAAAYc/pk245n988so/s1600/kunci-sukses1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 177px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-8Jg6bjkMD00/TfTLH3QLhII/AAAAAAAAAYc/pk245n988so/s200/kunci-sukses1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5617337971189187714" /&gt;&lt;/a&gt; Malam minggu kemarin dalam sebuah obrolan ringan tiba-tiba saja kami, saya dan sahabat Jakarta Student Community, kumpulan pelajar asal Jakarta yang pernah berkuliah di malang, membahas tentang makna sukses di Sabang 16 dengan ditemani Kopi Tetes Vietnam dan Roti Srikaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang sahabat mengatakan sukses adalah proses, siapa yang menjalani proses dengan sungguh-sungguh maka dia adalah orang yang sukses, apa pun hasil dari proses tersebut. Sahabat lain mengatakan sukses adalah pencapaian atas semua usaha yang telah kita lakukan. Dalam kesempatan lain sahabat saya yang lain juga mengatakan tentang makna sukses, menurutnya sukses itu bisa tersenyum disaat menghadapi masalah, sukses juga saat dimana kita mendapatkan apa yang kita inginkan, dan bahkan sukses adalah sebuah proses dengan tujuan akhir kita menghadap ilahi dengan khusnul khotimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sendiri juga punya makna sendiri mengenai sukses yang ternyata mengalami pergeseran seiring dengan waktu. Dulu ketika saya masih bersekolah saya memaknai sukses dengan pencapaian karir, rezeki, dan popularitas. Dengan mencapai salah satu apalagi kesemuanya maka saya dapat dikatakan sukses. Akan tetapi seiring dengan berjalannya waktu ternyata makna sukses menurut saya mengalami pergeseran. Saat ini menurut saya sukses adalah bagaimana kita bisa menikmati hidup dan bahagia dalam situasi apa pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukses adalah keinginan semua orang. Ya.. Semua orang pasti ingin sukses sesuai dengan pemaknaan masing-masing. Sukses menurut saya belum tentu sukses menurut anda. Sukses adalah suatu hal yang universal, dimana setiap orang memiliki pemaknaan masing-masing. Tidak ada yang bisa mengatakan kalau definisi makna sukses menurutnya adalah yang terbaik dan paling tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia sendiri sukses didefinisikan dengan berhasil atau beruntung. &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Jim_Rohn"&gt;Jim Rohn&lt;/a&gt; memaknai sukses dengan konsekuensi pasti dari menerapkan beberapa langkah dasar dalam hidup. Menurut &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Zig_Ziglar"&gt;Zig Ziglar&lt;/a&gt;, sukses adalah mendapatkan banyak hal yang bisa dibeli oleh uang dan semua hal yang tak bisa dibeli oleh uang. Menurut &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Earl_Nightingale"&gt;Earl Nightingale&lt;/a&gt;, sukses adalah realisasi progresif dari prinsip-prinsip seseorang yang bernilai. Menurut &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Brian_Tracy"&gt;Brian Tracy&lt;/a&gt;, sukses berarti jika seseorang menikmati dan mencintai profesinya sekarang, dan ia dikelilingi oleh orang-orang yang ia cintai dan mencintai dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana sukses menurut anda?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7346989081497511490-1255958256831590456?l=kacamatamakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/feeds/1255958256831590456/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7346989081497511490&amp;postID=1255958256831590456' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/1255958256831590456'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/1255958256831590456'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/2011/06/sukses.html' title='Sukses'/><author><name>Havid Ardiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10877238365875258222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-CEm6OFc-WtY/TfyG09aiwKI/AAAAAAAAAY0/qKBn3QpP-Ug/s220/IMGP0039.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-8Jg6bjkMD00/TfTLH3QLhII/AAAAAAAAAYc/pk245n988so/s72-c/kunci-sukses1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7346989081497511490.post-6017913732904753844</id><published>2011-06-01T16:06:00.004+07:00</published><updated>2011-06-12T23:58:02.854+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Religi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bursa Buku'/><title type='text'>Mengapa Saya Keluar Dari Syiah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-v1y3pihNGrU/TeYDV7jxD2I/AAAAAAAAAYQ/Dp28my8herw/s1600/Mengapa%2Bsaya%2Bkeluar%2Bdari%2Bsyiah.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 132px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-v1y3pihNGrU/TeYDV7jxD2I/AAAAAAAAAYQ/Dp28my8herw/s200/Mengapa%2Bsaya%2Bkeluar%2Bdari%2Bsyiah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5613177660863745890" /&gt;&lt;/a&gt; Saya sengaja membeli buku Mengapa Saya Keluar Dari Syiah, karena saya berharap buku ini dapat menjadi penetralisir setelah saya membaca buku &lt;a href="http://kacamatamakna.blogspot.com/2011/05/sejarah-para-pemimpin-islam.html"&gt;Sejarah Para Pemimpin Islam&lt;/a&gt; yang sangat kental muatan Syiahnya. Penulis buku ini sendiri, Sayyid Husain Al-Musawi, adalah seorang ulama besar Syiah yang lahir di Karbala dan belajar di Hauzah (kota ilmu) di Najaf hingga mendapat gelar mujtahid. Dia juga memiliki kedudukan yang istimewa di sisi Imam Ayatullah Khomeini. Selama mendalami Syiah, Sayyid Husain mengalami kebingungan karena mendapati banyaknya pertentangan dalam kitab-kitab yang diajari Syiah. Awalnya ia mencoba untuk berpikir positif bahwa hal ini terjadi karena pemahaman beliau belum mendalam, akan tetapi semakin ia mendalami justru semakin menguatlah keraguannya akan kebenaran ajaran Syiah, hingga akhirnya memutuskan keluar dari Syiah dan menuliskan kesesatan Syiah dalam sebuah buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayyid Husain menyadari bahwa dengan menulis buku ini, maka resiko kematian dapat menghampirinya kapan saja, seperti yang pernah di alami oleh beberapa ulama Syiah yang keluar dari aliran ini. Beberapa diantara mereka ada yang disembelih dan dicincang mayatnya menjadi beberapa potong, seperti yang dialami Ayatullah Uzma Imam Sayyid Abul Hasan Al Ashfani dan Sayyid Ahmad Al Kasrawi. Dan seperti apa yang telah Sayyid Husain perkirakan, setelah menulis buku ini maka ia pun mengalami berbagai fitnah dan tuduhan, mulai dari dicabutnya gelar kelimuannya, dianggap murtad, hingga akhirnya dibunuh. Padahal apabila ia menginginkan kesenangan duniawi, maka ia bisa mendapatkan kesenangan tersebut dari Mut’ah dan Khumus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa dan bagaimanakah paham Syiah yang coba dibongkar oleh Sayyid Husain melalui buku ini? Berikut akan coba saya gambarkan secara ringkas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Abdullah Bin Saba.&lt;/span&gt; Doktrin Syiah menyatakan kalau Abdullah bin Saba adalah tokoh fiktif yang diciptakan ahlusunnah untuk menjelek-jelekkan syiah. Benarkah doktrin tersebut? Ternyata dalam banyak kitab, termasuk kitab syiah, justru menyatakan sebaliknya. Abdullah bin Saba adalah tokoh yang benar-benar ada, nyata, dan bukan tokoh fiktif. Tokoh ini adalah seorang Yahudi yang mendirikan aliran syiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ahlul bait.&lt;/span&gt; Keyakinan yang tersebar di kalangan pengikut syiah adalah pengutamaan terhadap ahlul bait. Madzhab Syiah semuanya dilandaskan atas kecintaan kepada ahlul bait. Akan tetapi benarkah mereka benar-benar mencintai ahlul bait? Ternyata dalam banyak riwayat syiah yang banyak terjadi justru sebaliknya, banyak riwayat mereka yang justru menghina Rasulullah SAW dan ahlul baitnya. Dan bahkan pembunuhan Hussain bin Ali erat kaitannya dengan pengkhianatan Syiah. Pertanyaannya kemudian, bagaimana sikap ahlul bait terhadap syiah? Dalam banyak riwayat kita banyak mendapatkan Saidina Ali bin Abi Thalib, Fathimah RA, Hassan dan Hussain, serta Imam-Imam dari kalangan Ahlul Bait justru mengecam perilaku kaum syiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ahlusunnah.&lt;/span&gt; Syiah berkeyakinan sahabat telah melakukan kezaliman terhadap ahlul bait, menumpahkan darah mereka, dan menghalalkan kehormatan mereka. Dari sebab itu, para ulama dan mujtahid Syiah menanamkan bahwa musuh mereka yang terbesar adalah ahlussunnah (sunni). Dan oleh karena itu orang sunni dianggap najis dalam pandangan Syiah, hingga kalau dicuci seribu kali pun najisnya tidak akan hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Nikah Mut’ah.&lt;/span&gt; Syiah berkeyakinan kalau nikah mut’ah (kontrak) diperbolehkan bahkan mendapatkan pahala bagi yang menjalankan, dengan menggunakan dalil yang seakan-akan berasal dari Rasulullah SAW, seperti ditulis dalam &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Man La Yahdhuruhu Al Faqih,3/366&lt;/span&gt;,"Barangsiapa melakukan mut'ah dengan seorang wanita, dia akan aman dari murka Allah, Yang Maha Memaksa.Barangsiapa melakukan mut'ah dua kali, dia akan dikumpulkan bersama orang-orang baik. Barangsiapa melakukan mut'ah tiga kali, dia akan berdampingan denganku di surga." Atau seperti tercantum pada dalam tafsir &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Manhaj Ash-Shadiqin&lt;/span&gt;,"Barangsiapa melakukan mut'ah satu kali, derajatnya seperti Husain AS. Yang melakukan dua kali, derajatnya seperti Hasan AS. Yang melakukan tiga kali, derajatnya sama dengan Ali Bin Abu Thalib. Dan barangsiapa melakukan mut'ah empat kali, derajatnya sama seperti derajatku". Pertanyaannya kemudian, apabila ada seseorang yang sangat jahat kemudian melakukan mut’ah empat kali, apakah serta merta derajatnya sama dengan Rasulullah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu besarnya pahala mut’ah, hingga Imam Khomaini melakukan mut’ah pada anak kecil yang masih dibawah umur. Bahkan merebaknya mut’ah menyebabkan terjadinya istilah meminjamkan kemaluan, dimana seorang tuan rumah membolehkan tamu mereka untuk meminjam istri mereka untuk digauli jika tamu tersebut tertarik selama mereka menginap. Mut’ah tidak berhenti pada masalah kawin kontrak saja, karena beberapa riwayat bahkan sampai memperbolehkan sodomi terhadap para wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Khumus.&lt;/span&gt; Syiah berkeyakinan kalau mereka harus mengeluarkan seperlima harta dari hasil yang mereka usahakan untuk imam gaib. Pada prakteknya khumus yang dikeluarkan justru menjadi mata pencaharian dan pemasukan para tokoh dan mujtahid dalam jumlah yang sangat besar, padahal nash syariat menunjukkan bahwa kalangan awam orang-orang Syiah terbebas dari kewajiban membayar seperlima harta mereka. Dan dikalangan Mujtahid telah terjadi kompetisi menurunkan persentase khumus yang diambil dari masyarakat agar masyarakat berlomba-lomba untuk menyetorkan khumus pada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kitab Suci.&lt;/span&gt; Syiah berkeyakinan kalau Al Qur’an yang sekarang beredar sudah mengalami penambahan dan pengurangan. Dan Qur’an yang masih asli adalah Qur’an Fathimah yang saat ini masih tersimpan di suatu tempat, kitab tersebut didiktekan oleh Rasulullah SAW dan ditulis langsung oleh Ali Bin Abu Thalib. Pertanyaannya adalah apabila kitab tersebut benar-benar ada dan mengandung manfaat bagi umat, kenapa kita tersebut disembunyikan dan tidak ada yang tahu? Selain Qur’an mushaf Fathimah, ternyata syiah masih memiliki banyak kitab suci lain seperti &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Al-Jami'ah, Shahifah An Namus, Shahifah Al-Abithah, Shahifah Dzuabah As-Saif, Shahifah Ali,Al-Juf&lt;/span&gt;. Uniknya, atau lebih tepat anehnya isi dari kitab-kitab tersebut selalu bertambah dari waktu ke waktu. Pertanyaannya lagi, jika kitab tersebut merupakan kitab ilahiyah, siapakah yang menambahkan isi kitab tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum buku ini cukup bagus, karena membahas tentang Syiah dari sudut pandang Syiah dan dengan sumber kitab Syiah itu sendiri. Masih banyak hal lain yang dibahas dalam buku yang tidak terlalu tebal, mulai dari perilaku homoseks dikalangan syiah, kemunculan imam mahdi yang menyerupai dajjal, dan pengaruh yahudi dan majusi dalam ajaran syiah. Dan semua benar-benar dikuliti dari sudut pandang syiah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7346989081497511490-6017913732904753844?l=kacamatamakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/feeds/6017913732904753844/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7346989081497511490&amp;postID=6017913732904753844' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/6017913732904753844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/6017913732904753844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/2011/06/mengapa-saya-keluar-dari-syiah.html' title='Mengapa Saya Keluar Dari Syiah'/><author><name>Havid Ardiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10877238365875258222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-CEm6OFc-WtY/TfyG09aiwKI/AAAAAAAAAY0/qKBn3QpP-Ug/s220/IMGP0039.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-v1y3pihNGrU/TeYDV7jxD2I/AAAAAAAAAYQ/Dp28my8herw/s72-c/Mengapa%2Bsaya%2Bkeluar%2Bdari%2Bsyiah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7346989081497511490.post-2328865590771825846</id><published>2011-05-29T15:28:00.004+07:00</published><updated>2011-06-01T16:15:34.655+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Religi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bursa Buku'/><title type='text'>Sejarah Para Pemimpin Islam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-aXgWUaUKlzM/TeIFF83Z7mI/AAAAAAAAAYI/vSSrVCM8HSA/s1600/sejarahpemislam_1_fc2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 184px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-aXgWUaUKlzM/TeIFF83Z7mI/AAAAAAAAAYI/vSSrVCM8HSA/s400/sejarahpemislam_1_fc2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5612053685453057634" /&gt;&lt;/a&gt; Sejujurnya saya membeli buku ini karena hasrat ingin tahu saya tentang sejarah peradaban Islam setelah membaca buku &lt;a href="http://kacamatamakna.blogspot.com/2011/05/dari-puncak-bagdad-sejarah-dunia-versi.html"&gt;Dari Puncak Bagdad&lt;/a&gt;.  Dengan judul Sejarah Para Pemimpin Islam, buku yang terdiri dari 3 seri ini menarik minat saya untuk segera merogoh kocek agar dapat membawanya pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasrat yang membuncah membuat saya langsung melahap halaman demi halaman dari seri pertama buku ini yang memuat kisah mulai dari Abu Bakar hingga Utsman ketika tiba di rumah. Akan tetapi alangkah terkejutnya saya begitu mendapati beberapa penyampaian akan Abu Bakar As Shidiq. Bukan hanya tidak sesuai dengan apa yang pernah saya pelajari dahulu, akan tetapi begitu bertaburannya fitnah dan caci maki terhadap Abu Bakar, membuat rasa curiga saya akan adanya propaganda tertentu yang berjalan beriringan dengan kisah dalam buku ini semakin menguat. Saya mencoba melanjuti kisah buku ini, dan semakin saya membaca semakin banyak fitnah dan pelecehan terhadap sahabat Rasulullah yang tertuang dalam kata-kata dibuku ini. Umar Bin Khattab, Utsman Bin Affan, dan beberapa sahabat Rasulullah tidak luput dari fitnah yang terdapat dalam buku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejujurnya saya sudah menyadari kalau buku ini adalah propaganda Syiah dari berbagai fitnah diatas dan cara penyebutan Ali Bin Abi Thalib dengan sebutan Imam Ali. Apalagi ketika saya mencoba mencari tahu tentang penuls buku ini, Rasul  Ja’fariyan yang ternyata merupakan salah satu ulama Syiah yang memenangi &lt;a href="http://www.tehrantimes.com/index_Views.asp?code=214173"&gt;Iran’s Book Of The Year&lt;/a&gt; melalui buku Shi’a Atlas. Akan tetapi saya tetap mencoba untuk membaca buku ini, karena saya penasaran bagaimana Syiah bercerita tentang pemimpin Islam. Karena saya meyakini kalau buku ini tidak akan membuat saya menjadi seorang Syiah selagi saya bisa menjaga diri dan mengimbangi dengan bacaan yang lurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di buku kedua dan ketiga, cerita berkisah mulai dari Ali Bin Abi Thalib, Hasan Bin Ali, Husain Bin Ali, gerakan dan peristiwa karbala, dan beberapa paham Syiah. Ada beberapa hal yang saya tangkap dari buku ini, bukan hanya Abu Bakar Ash Shiddiq, Umar Bin Khattab, dan Utsman Bin Affan yang difitnah oleh Syiah, akan tetapi Ali Bin Thalib dan keturunan-keturunannya pun tak luput dari cerita bohong yang mereka buat. Betapa Ali Bin Abi Thalib, Hasan dan Husain digambarkan seakan-akan memiliki kekuatan gaib ilahiyah.  Beberapa peristiwa yang terjadi, seperti perang jamal juga tidak luput dari penambahan dan pengurangan fakta sejarah yang terjadi. Melalui buku ini, saya juga mengetahu akan hadist-hadist Syiah yang bukan hanya bersumber dari Rasulullah SAW. Akan tetapi dari Ali, Hasan, Husain, dan para imam Syiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk anda yang ingin mengetahui fitnah dan pemikiran Syiah terhadap para khalifah dan sahabat Rasulullah, buku ini dapat menjadi salah satu yang dapat anda baca. Akan tetapi untuk anda yang ingin benar-benar belajar dan mengetahui mengenai sejarah khalifah Islam, maka kesampingkanlah buku ini dari daftar anda. Karena buku ini bukan hanya penuh caci maki, fitnah, dan pengkaburan fakta sejarah tanpa analisis sistem khalifah secara komprehensif, akan tetapi juga sangat berpotensi menyesatkan anda.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7346989081497511490-2328865590771825846?l=kacamatamakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/feeds/2328865590771825846/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7346989081497511490&amp;postID=2328865590771825846' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/2328865590771825846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/2328865590771825846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/2011/05/sejarah-para-pemimpin-islam.html' title='Sejarah Para Pemimpin Islam'/><author><name>Havid Ardiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10877238365875258222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-CEm6OFc-WtY/TfyG09aiwKI/AAAAAAAAAY0/qKBn3QpP-Ug/s220/IMGP0039.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-aXgWUaUKlzM/TeIFF83Z7mI/AAAAAAAAAYI/vSSrVCM8HSA/s72-c/sejarahpemislam_1_fc2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7346989081497511490.post-5321820077446830250</id><published>2011-05-23T21:44:00.005+07:00</published><updated>2011-06-01T16:09:51.754+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Religi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bursa Buku'/><title type='text'>Dari Puncak Bagdad : Sejarah Dunia Versi Islam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-efm3nO2095A/Tdp2QqVeoVI/AAAAAAAAAYA/lgAiwyFqVWY/s1600/dari%2Bpuncak%2Bbaghdad.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 128px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-efm3nO2095A/Tdp2QqVeoVI/AAAAAAAAAYA/lgAiwyFqVWY/s200/dari%2Bpuncak%2Bbaghdad.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5609926314457735506" /&gt;&lt;/a&gt; Presiden Soekarno, dalam pidatonya saat peringatan Hari Proklamasi 17 Agustus 1966 pernah mengatakan ‘Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah’ atau populer dengan istilah Jas Merah. Melalui sejarah kita bisa mengetahui dan meniru keberhasilan dan kebaikan pendahulu kita di masa lampau dan menghindari melakukan kesalahan yang dilakukan oleh para pendahulu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah pun seringkali tidak lepas dari cara pandang, latar pendidikan, dan subyektifitas penulisnya. Perbedaan sudut pandang tersebut terkadang membuat suatu topik atau tokoh yang sama bisa menghasilkan cara pandang yang berbeda. Contohnya dalam literatur sejarah Indonesia kita mengenal sosok JP Coen sebagai seorang penjajah yang menindas rakyat Indonesia , sedangkan dalam pandangan Belanda sosok yang disebutkan tadi adalah seorang pahlawan.  Dalam beberapa hal, sejarah juga dapat dipengaruhi oleh pandangan dari suatu kelompok ataupun rezim yang mendominasi. Hal ini dapat dilihat dari kontroversi sejarah Indonesia yang didominasi oleh cara pandang rezim yang berkuasa. Bagaimana kontroversinya peristiwa supersemar dan bagaimana kisah Tan Malaka serta Soe Hok Gie berusaha untuk ditutupi adalah contohnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pun dengan sejarah peradaban dunia yang tidak lepas dari cara pandang penulisnya. Begitu mendominasinya barat dalam peradaban dunia dewasa ini membuat banyak literatur sejarah peradaban dunia cenderung lebih mengarah ke barat. Dalam banyak hal, mulai dari zaman filsuf yunani, zaman kegelapan, renaisans, hingga industrialisasi selalu digambarkan seakan-akan hanya baratlah pusat episentrum peradaban dunia dan belahan dunia lain hanyalah pelengkap yang dikisahkan dalam bab kecil peradaban dunia, padahal kenyataannya tidaklah demikian. Banyak dari kita yang tidak tahu, kalau ternyata pada saat bangsa barat sedang berada dalam era kegelapan, ternyata dibelahan dunia lain terdapat peradaban yang begitu jaya dan maju. Dan peradaban itu adalah peradaban Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengimbangi sudut pandang sejarah tersebutlah Tamim Ansary mencoba mengupas peradaban dunia dari sudut pandang yang berbeda dengan barat… sudut pandang Islam. Melalui buku Dari Puncak Bagdad : Sejarah Dunia Versi Islam, Tamim mencoba mengisi kekosongan sejarah yang selama ini jarang dikisahkan dalam literatur sejarah dewasa ini. Tamim seolah mencoba merubah cara pandang barat tentang Islam serta memberi warna dan menambah khasanah keilmuan tentang sejarah peradaban dunia. Dengan penuturan yang terkesan seperti sedang bercerita sambil minum teh, Tamim mencoba menegaskan bahwa Islam juga memiliki pengaruh dalam sejarah panjang peradaban dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Tamim, titik awal dari sejarah peradaban Islam sendiri dimulai sejak hijrah nabi dari Mekah ke Madinah yang merupakan tahun nol hijriah. Hijrah menandai terbentuknya ummah dalam membentuk peradaban baru di Madinah. Titik awal dari terciptanya peradaban Islam yang maju dan berkembang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah menarik terjadi pada saat Rasulullah SAW wafat, karena Rasulullah tidak meninggalkan wasiat mengenai siapa yang kelak menjadi pengganti beliau. Kebimbangan sempat melanda sahabat Rasul karena tidak ada mekanisme pemilihan pemimpin yang diwariskan. Dan dimulailah era Khaulafa Rasyidi yang terus berlanjut sampai zaman kejayaan peradaban Islam hingga memudarnya pamor kejayaan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menarik ketika membahas hilangnya kejayaan intelektual Islam dari panggung dunia yang kemudian tertutup oleh khazanah intelektual barat yang tercipta melalui arus renaisans.  Tokoh-tokoh intelektul muslim seperti Ibnu Sina, Ibnu Rusyd, Al Jabar muncul dan berkibar pada saat imperium Islam sedang memudar dan pada era setelahnya Isaac Newton, A.G Bell dan ilmuwan barat bermunculan pada saat kebangkitan barat. Hal itulah yang pada akhirnya membuat gaung Ilmuwan Muslim yang merupakan perintis pengetahuan modern tertutup oleh para tokoh intelektual barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menarik juga ketika membahas runtuhnya kejayaan Islam. Karena hal ini tidak disebabkan oleh kekuatan militer, akan tetapi disebabkan oleh perdagangan, perebutan emas, dan perpecahan di tubuh umat Islam itu sendiri, yang akhirnya menggerogoti kejayaan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tamim Ansary,  penulis buku ini, sendiri lahir di Afghanistan dan bermukim di San Fransisco.  Melalui buku ini Tamim  seakan ingin membuka mata dunia tentang peradaban Islam yang selama ini hanya mendapat porsi kecil dalam literatur sejarah barat. Sepertinya buku ini sengaja disusun oleh Tamim untuk mengoreksi pandangan barat tentang Islam dan dihadirkan untuk konsumsi barat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran buku ini cukup baik dalam menambah khasanah literatur sejarah dunia. Akan tetapi buku ini juga tidak bebas dari sudut pandang tertentu, penulis yang tumbuh dan besar dalam lingkungan sekuler membuat buku ini terkesan sekuler dari gaya penulisan dan sudut pandang penulis ketika menceritakan berbagai kisah di buku ini. Penulis  sepertinya berusaha untuk obyektif dalam menuliskan buku ini dengan mengambil beberapa literatur Islam, Barat, dan bahkan Syiah. Akan tetapi campur aduk literatur tersebut justru membuat saya seringkali mengernyitkan dahi dalam membaca buku ini, karena beberapa hal yang kurang sesuai dengan apa saya pelajari saat ini. Seperti ketika dalam membahas kekurangan khaulafa rasyidin yang sepertinya bercampur dalam sudut pandang aliran tertentu. Kehadiran buku ini sungguh membuat hasrat saya untuk belajar sejarah Islam tergugah, karena sisi sekuler dan campur aduk paham dalam buku ini membuat saya ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi karena saya meyakini pasti ada kekeliruan dari buku ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7346989081497511490-5321820077446830250?l=kacamatamakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/feeds/5321820077446830250/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7346989081497511490&amp;postID=5321820077446830250' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/5321820077446830250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/5321820077446830250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/2011/05/dari-puncak-bagdad-sejarah-dunia-versi.html' title='Dari Puncak Bagdad : Sejarah Dunia Versi Islam'/><author><name>Havid Ardiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10877238365875258222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-CEm6OFc-WtY/TfyG09aiwKI/AAAAAAAAAY0/qKBn3QpP-Ug/s220/IMGP0039.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-efm3nO2095A/Tdp2QqVeoVI/AAAAAAAAAYA/lgAiwyFqVWY/s72-c/dari%2Bpuncak%2Bbaghdad.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7346989081497511490.post-1993292827930922918</id><published>2011-05-21T11:56:00.006+07:00</published><updated>2011-05-21T12:27:53.743+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bursa Buku'/><title type='text'>Padang Bulan &amp; Cinta Di Dalam Gelas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-iBgAw1vQcYE/TddHs_woOtI/AAAAAAAAAXw/JxheixEXtCU/s1600/dwilogipadangbulanandreahirata.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 143px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-iBgAw1vQcYE/TddHs_woOtI/AAAAAAAAAXw/JxheixEXtCU/s200/dwilogipadangbulanandreahirata.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5609030699268455122" /&gt;&lt;/a&gt; Apa yang ada di benak anda tentang novel dwilogi? Jika yang terlintas dipikiran anda adalah tentang novel berseri  yang diterbitkan secara berkesinamungan dengan jarak waktu tertentu, maka sepertinya anda perlu menengok dwilogi Padang Bulan karya Andrea Hirata. Karena novel ini benar-benar akan merombak pemikiran anda tentang novel dwilogi. Novel ini tidak diterbitkan secara terpisah. Novel ini justru diterbitkan dalam satu edisi saling terbalik, dimana cover depan adalah edisi pertama yang berjudul Padang Bulan dan cover belakang adalah kisah lanjutannya yang berjudul Cinta Di Dalam Gelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah dalam novel ini sendiri dibuka dengan kisah getir Syalimah dan Enong, Syalimah yang selama hidupnya jarang menerima kado ataupun kejutan dari suaminya, Zamzami,karena kemiskinan mereka,  tiba-tiba mendapatkan hadiah dari suaminya. Sepeda Sim King yang selama ini di idam-idamkan. Begitupun dengan Enong, gadis yang begitu mencintai bahasa Inggris ini baru saja mendapatkan kamus bahasa inggris dari ayahnya, Zamzami. Namun ternyata malang tak dapat ditolak, disaat berada di gerbang kebahagiaan itu, tiba-tiba saja mereka dikejutkan dengan kabar meninggalnya suami dan ayah tercinta mereka, Zamzami meninggal dunia karena tertimbun longsor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepeninggal Zamzami, kisah getir perjuangan hidup Enong pun dimulai. Untuk membantu menafkahi keluarga Enong akhirnya berhenti menikmati pendidikan dasar dan mulai merantau. Enong merantau dengan harapan meraih pekerjaan untuk mnafkahi keluarga dan menyekolahkan adik-adiknya. Akan tetapi, untung tak dapat diraih dan malang tak dapat ditolak, mencari pekerjaan di tanah rantau untuk anak kecil seusia Enong ternyata tidaklah mudah. Berkali-kali mendapat penolakan, Enong akhirnya kembali ke kampong halamannya tanpa mendapatkan pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kampung halaman, Enong mencoba sebuah pekerjaan yang saat itu tidak pernah terpikirkan di masyarakat yaitu pendulang timah. Bukan hanya karena ia terlalu kecil, akan tetapi pendulang timah adalah profesi laki-laki dan selama ini tidak ada satu pun wanita yang melakukan pekerjaan tersebut. Enong menjadi pionir disana,bukan karena pekerjaan ini begitu bergengsi akan tetapi karena keterpaksaanlah ia melakukan. Menjadi pendulang timah tidak membutuhkan ijazah dan persyaratan muluk-muluk selain fisik yang kuat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu di kehidupan lain, Ikal yang cinta mati kepada Aling sedang merana karena penolakan ayahnya. Akan tetapi cinta ikal sudah terlalu kuat untuk dihalangi, meskipun oleh ayahnya sekalipun. Berbagai cara ia lakukan untuk mencuri perhatian Aling akan tetapi ternyata cintanya kepada Aling tidak mendapatkan sambutan seperti yang ia harapkan. Akibatnya, ikal yang merasa gundah gulana memutuskan mencari pekerjaan ke Jakarta.  Ketika ia akan berangkat ke Jakarta, tepat sebelum sauh diangkat, tiba-tiba ia berubah pikiran dan segera turun dari kapal. Ia harus membuktikan kalau ia mampu mengalahkan Zinar, yang menurut desas-desus merupakan pria yang berhasil mencuri perhatian Aling, melalui pertandingan olahraga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kisah dan pelajaran menarik yang dituangkan secara cerdas dengan diiringi humor ala melayu oleh  Andrea dalam novel dwilogi ini. Mulai dari tekad dan semangat belajar Enong yang luar biasa, mulai dari bagaimana tekad Enong dalam mempelajari bahasa Inggris dengan ikut kursus di Tanjong Pandan meskipun saat itu usianya sudah tidak muda lagi dan bagaimana semangatnya dalam mempelajari permainan catur meskipun sebelumnya belum pernah menyentuh satu pun bidak catur demi dapat mengalahkan Matarom, mantan suaminya. Semangat yang tertuang dalam kata, ‘Berikan aku sesuatu yang paling sulit, aku akan belajar’. Mimpi dan tekad yang kelak menjadi stimulan positif bagi Enong. Melalui sosok Enong, Andrea juga mengenalkan tentang tata masyarakat Melayu, dimana anak sulung harus menjadi tulang punggung yang harus bertanggung jawab memikul beban hidup keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya minum kopi masyarakat Belitong juga digambarkan secara jenaka oleh Andrea Hirata. Bagaimana melalui segelas kopi kepribadian seseorang dapat tergambarkan. Dan bagaimana masyarakat melayu dari berbagai golongan dapat duduk berjam-jam di warung kopi untuk membicarakan apa pun, mulai dari pembicaraan ringan hingga masalah pemerintahan. Bahkan begitu mendarah dagingnya warung kopi, hingga pertandingan catur yang paling bergengsi pun harus diadakan di warung kopi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan masyarakat melayu tentang wanita pada saat itu juga digambarkan dengan menarik oleh Andrea, bagaimana terkejutnya rakyat Belitong ketika Enong memutuskan menjadi penambang timah dan bagaimana pro dan kontra yang terjadi ketika Enong memutuskan untuk mengikuti pertandingan catur. Hingga membuat penduduk gempar dan terbelah menjadi dua kubu. Karena selama ini catur adalah hak kaum pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara keseluruhan dwilogi ini sangatlah menarik. Melalui dwilogi ini Andrea Hirata seperti mengajak kita menertawakan ironi dan diri sendiri tanpa kesan menggurui dan tanpa membuat kita tersinggung. Begitu halus dan jenaka cara bertutur Andrea, sehingga tanpa kita sadari ketika kita membaca novel ini kita sedang menertawakan diri sendiri dan masyarakat kita. Andrea juga memberikan pesan yang implisit melalui kisah perjuangan Enong, bahwa dalam diri setiap manusia terdapat kekuatan yang bahkan tidak disadari seseorang yang akan muncul ketika kita berusaha.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7346989081497511490-1993292827930922918?l=kacamatamakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/feeds/1993292827930922918/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7346989081497511490&amp;postID=1993292827930922918' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/1993292827930922918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/1993292827930922918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/2011/05/padang-bulan-cinta-di-dalam-gelas.html' title='Padang Bulan &amp; Cinta Di Dalam Gelas'/><author><name>Havid Ardiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10877238365875258222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-CEm6OFc-WtY/TfyG09aiwKI/AAAAAAAAAY0/qKBn3QpP-Ug/s220/IMGP0039.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-iBgAw1vQcYE/TddHs_woOtI/AAAAAAAAAXw/JxheixEXtCU/s72-c/dwilogipadangbulanandreahirata.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7346989081497511490.post-6816157114470860675</id><published>2011-05-18T14:51:00.012+07:00</published><updated>2011-05-18T17:05:38.646+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>Festival Malang Kembali - Malang Tempo Doeloe</title><content type='html'>Beberapa waktu yang lalu sahabat saya mengatakan kalau tanggal 19 – 22 Mei ini Festival Malang Kembali (FMK) atau yang juga dikenal sebagai Malang Tempo Doeloe akan digelar kembali. Sebuah festival yang diadakan sejak tahun 2006 di jalan Ijen yang diprakarsai Yayasan Inggil dan sepertinya sudah menjadi agenda tahunan pemerintah kota Malang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama beberapa hari kita dapat melihat dan menyelami budaya tempo dulu dari kota malang, mulai dari bangunan,sejarah, kebudayaan, kesenian, kehidupan, kerajinan, hingga kuliner. Untuk anda yang menyukai fotografi, banyak sekali objek yang dapat membuat dahaga fotografi anda terpuaskan. Festival  yang sepertinya sayang untuk dilewatkan akan tetapi sayangnya saya memang tidak dapat menghadiri festival tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih segar dalam memori ketika festival tersebut pertama kali dihelat ditahun 2006. Betapa antusiasnya warga malang dalam menyambut acara yang akan digelar pertama kalinya itu. Kantor kami pun tidak kalah heboh. Hilir mudik ide mengalir dari kami dalam mempersiapkan acara tersebut. Mulai dari kostum hingga kendaraan yang akan digunakan untuk menuju ke Jalan Ijen. Ketika waktunya tiba, begitu pulang kerja kami pun segera berganti kostum dan berangkat dengan semangat membara menuju jalan ijen dengan menggunakan sepeda onthel.   Sesampainya dilokasi kami segera menikmati suasana tempo doeloe tersebut di daerah yang dulunya bernama Ijen Boulevard itu.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-YLRfTJ57als/TdN7evjPLkI/AAAAAAAAAWo/Fws02GjNI2c/s1600/Malang%2BKembali%2B2006%2Ba.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 100px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-YLRfTJ57als/TdN7evjPLkI/AAAAAAAAAWo/Fws02GjNI2c/s400/Malang%2BKembali%2B2006%2Ba.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607961729096953410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-xIsbn8qxkRc/TdN7x3Y9-zI/AAAAAAAAAWw/_dSHueE_xBg/s1600/Malang%2BKembali%2B2006%2Bb.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 100px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-xIsbn8qxkRc/TdN7x3Y9-zI/AAAAAAAAAWw/_dSHueE_xBg/s400/Malang%2BKembali%2B2006%2Bb.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607962057618881330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-C8UHPaDPzaU/TdN8AMnpJ1I/AAAAAAAAAW4/WMbs93J8uEU/s1600/Malang%2BKembali%2B2006%2Bc.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 100px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-C8UHPaDPzaU/TdN8AMnpJ1I/AAAAAAAAAW4/WMbs93J8uEU/s400/Malang%2BKembali%2B2006%2Bc.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607962303835744082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tahun berikutnya saya pun berkesempatan untuk menghadiri festival ini. Bahkan ketika itu saya sampai dua kali menghadiri festival ini. Yang pertama dengan rekan kantor saya yang seperti biasa berpakaian ala tempo doeloe..&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-8bjsTr9Rv14/TdN8PSpvnbI/AAAAAAAAAXA/Tos9BIWWTek/s1600/Malang%2BKembali%2B2007a.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 100px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-8bjsTr9Rv14/TdN8PSpvnbI/AAAAAAAAAXA/Tos9BIWWTek/s400/Malang%2BKembali%2B2007a.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607962563153206706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-yLWWbS0Pods/TdN8hy9gQ9I/AAAAAAAAAXI/gOjdbVGmW5k/s1600/Malang%2BKembali%2B2007b.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 100px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-yLWWbS0Pods/TdN8hy9gQ9I/AAAAAAAAAXI/gOjdbVGmW5k/s400/Malang%2BKembali%2B2007b.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607962881063666642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dan yang kedua dengan sahabat Jakarta Student Community, kumpulan pelajar Jakarta di kota Malang, dengan baju ala mahasiswa. Dan seperti tahun sebelumnya, kami pun mengambil beberapa gambar untuk diabadikan.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-_Y9jEYeA4uE/TdN8wnXdQAI/AAAAAAAAAXQ/huem8SvYUxU/s1600/JSC%2BMalang%2BKembali%2B2007a.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 100px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-_Y9jEYeA4uE/TdN8wnXdQAI/AAAAAAAAAXQ/huem8SvYUxU/s400/JSC%2BMalang%2BKembali%2B2007a.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607963135649333250" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-r8yYH4VQk84/TdN8_DTYnhI/AAAAAAAAAXY/kKVUP_2nS5k/s1600/JSC%2BMalang%2BKembali%2B2007b.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 100px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-r8yYH4VQk84/TdN8_DTYnhI/AAAAAAAAAXY/kKVUP_2nS5k/s400/JSC%2BMalang%2BKembali%2B2007b.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607963383666613778" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-XGoMyO8uWes/TdN9MYEBd_I/AAAAAAAAAXg/QsCOioNL1UE/s1600/JSC%2BMalang%2BKembali%2B2007c.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 100px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-XGoMyO8uWes/TdN9MYEBd_I/AAAAAAAAAXg/QsCOioNL1UE/s400/JSC%2BMalang%2BKembali%2B2007c.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607963612577626098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jika kebetulan pada tanggal tersebut anda berada di malang dan sekitarnya, maka luangkanlah waktu anda untuk datang ke FMK, nikmatilah suasana kota Malang Tempo Doeloe dan yakinlah kalau anda tidak akan merasa rugi setelahnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7346989081497511490-6816157114470860675?l=kacamatamakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/feeds/6816157114470860675/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7346989081497511490&amp;postID=6816157114470860675' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/6816157114470860675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/6816157114470860675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/2011/05/festival-malang-kembali-malang-tempo.html' title='Festival Malang Kembali - Malang Tempo Doeloe'/><author><name>Havid Ardiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10877238365875258222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-CEm6OFc-WtY/TfyG09aiwKI/AAAAAAAAAY0/qKBn3QpP-Ug/s220/IMGP0039.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-YLRfTJ57als/TdN7evjPLkI/AAAAAAAAAWo/Fws02GjNI2c/s72-c/Malang%2BKembali%2B2006%2Ba.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7346989081497511490.post-5361003501950569840</id><published>2011-05-05T23:50:00.004+07:00</published><updated>2011-05-05T23:56:06.865+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bursa Buku'/><title type='text'>9 Summers 10 Autumns</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-19SxRhAxH-w/TcLWFKYvfKI/AAAAAAAAAWg/nw-arTdyg2A/s1600/9%2Bsummers%2B10%2Bautumns.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 138px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-19SxRhAxH-w/TcLWFKYvfKI/AAAAAAAAAWg/nw-arTdyg2A/s200/9%2Bsummers%2B10%2Bautumns.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5603276270578138274" /&gt;&lt;/a&gt; Siapa sangka anak seorang supir angkot di di kota kecil di Jawa Timur yang hidup serba pas-pasan bisa menjadi direktur di salah satu perusahaan besar dunia di New York, Amerika Serikat. Ya… Siapa yang menyangka.. Tapi ini benar-benar terjadi.. Adalah Iwan Setyawan yang membuat hal yang sepertinya utopis tersebut menjadi nyata... Melalui novel memoarnya yang berjudul 9 Summers 10 Autumns : Dari Kota Apel ke Big Apple, Iwan bertutur tentang perjalanan hidupnya hingga menjadi salah satu direktur salah satu perusahaan besar di New York. Iwan tidak menawarkan mimpi, Iwan justru memberi contoh bagaimana mengeksekusi menjadi nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlahir dari keluarga yang miskin. Bapaknya adalah seorang supir angkot yang tidak bisa mengingat tanggal lahirnya sementara ibunya tidak sempat lulus sekolah dasar. Di rumah berukuran 6 x 7 meter di kaki Gunung Panderman, Batu, Iwan tumbuh dan berkembang bersama kedua orang tua dan empat saudara perempuannya. Tidak ada mainan yang bisa diingat, tidak ada sepeda, tidak ada boneka, dan tidak ada kamar. Bukulah yang menjadi pelipur lara dan hiburan pengganti semua itu. Iwan kecil saat itu hanya memiliki mimpi membangun kamar di rumah kecilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengatasi kesulitan ekonomi, ia mencari tambahan uang dengan berjualan di saat bulan puasa, mengecat boneka kayu di wirausaha kecil dekat rumah, atau membantu tetangga berdagang di pasar. Dalam memanajemen perut keluarga, ibunya dibekali intuisi manajemen keluarga yang kuat, ibunya mampu membelah 1 telur untuk 3 anaknya yang masih kecil dengan merata dan tahu berapa liter nasi yang harus di masak dan bisa habis tanpa tersisa saat dimakan oleh suami dan 5 anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tekadnya yang kuat untuk mewujudkan mimpinya membuatnya menjadi sosok yang gigih. Kakak, adik, dan keterbatasan adalah inspirasi dalam hidupnya untuk lebih maju lagi. Ia benar-benar menjadikan buku, semangat, dan ketekunan sebagai pengganti mainan yang tidak dimilikinya, buku benar-benar pelipur lara baginya. Dan dari buku dan pendidikanlah ia mampu keluar dari jerat dan lingkaran setan penderitaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iwan mengisahkan bagaimana perjuangannya untuk bisa menembus Fakultas MIPA IPB, kemudian menjadi lulusan terbaik, hingga akhirnya menjadi Director Internal Client di Nielsen Consumer Research di New York. Dalam ceritanya, secara tidak langsung Iwan memberikan resep bagaimana mengikuti jejaknya. Ia tidak minder ketika harus bersaing dengan lulusan luar negeri, ia selalu datang lebih pagi dan pulang lebih malam dibanding rekan-rekannya, ia selalu menyelesaikan pekerjaan lebih dari yang diminta, dan ia tidak mudah menyerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iwan juga menyadarkan kita kalau tidak selamanya gemerlapnya hidup dan suksesnya dapat memuaskan semuanya. Dalam kilau sukses di New York, Iwan juga sering merasa kesepian. Ada kerinduan didalam jiwanya. Kerinduan kembali kampung halaman dan kerinduan kehangatan di keluarganya. Hingga ia akhirnya memutuskan meninggalkan hingar binger kota New York untuk pulang ke kampung halamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya buku ini adalah novel memoir. Iwan berusaha menceritakan perjalanan hidupnya melalui media seorang anak kecil dalam bentuk memoar. Kisah hidup dan perjuangan Iwan cukup tergambar dalam buku ini. Bahkan kegemaran iwan akan seni dan sastra tertuang juga, bagaimana Iwan menyukai Khairil Anwar, Paul Verlaine, Fyodor Dostoevsky, dan juga pementasan opera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara keseluruhan buku ini cukup bagus. Bahasanya ringan dan tidak bertele-tele. Dan seperti telah dikatakan diatas… Buku ini tidak menawarkan mimpi, justru buku ini mengajak kita untuk bangun dari mimpi kita agar belajar dan bekerja lebih keras lagi untuk mengeksekusi mimpi-mimpi kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7346989081497511490-5361003501950569840?l=kacamatamakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/feeds/5361003501950569840/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7346989081497511490&amp;postID=5361003501950569840' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/5361003501950569840'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/5361003501950569840'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/2011/05/9-summers-10-autumns.html' title='9 Summers 10 Autumns'/><author><name>Havid Ardiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10877238365875258222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-CEm6OFc-WtY/TfyG09aiwKI/AAAAAAAAAY0/qKBn3QpP-Ug/s220/IMGP0039.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-19SxRhAxH-w/TcLWFKYvfKI/AAAAAAAAAWg/nw-arTdyg2A/s72-c/9%2Bsummers%2B10%2Bautumns.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7346989081497511490.post-4498931387600550078</id><published>2011-05-01T14:43:00.028+07:00</published><updated>2011-05-06T00:07:22.033+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>Bertamu Ke Serambi Mekah : Jejak Historis Tanah Rencong</title><content type='html'>Setelah kira-kira satu setengah jam perjalanan dan menikmati keindahan &lt;a href="http://kacamatamakna.blogspot.com/2011/05/bertamu-ke-serambi-mekah-menuju-ke.html"&gt;Sabang&lt;/a&gt;, akhirnya tibalah saya kembali ke Ulee Lhuee. Dan seperti biasa, Om Yu sudah setia menanti untuk mengajak berpetualang di sekitar kota Banda Aceh. Tujuan pertama kami saat itu adalah lapangan Blang Padang. Dalam perjalanan menuju ke Blang Padang, masih dekat Ulee Lhuee, terlihat sebuah tanah lapang yang dijadikan kuburan masal bagi korban tsunami yang tidak berhasil teridentifikasi. Tidak terbayang dibenak saya, berapa banyak korban tsunami yang dimakamkan di kuburan masal tersebut. Mungkin ribuan atau bahkan puluhan ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-5qqgQlFFGOc/Tb0Qb94MV6I/AAAAAAAAATo/UxI1d-YgyUo/s1600/Seulawah.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 138px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-5qqgQlFFGOc/Tb0Qb94MV6I/AAAAAAAAATo/UxI1d-YgyUo/s320/Seulawah.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5601651584171530146" /&gt;&lt;/a&gt; Kurang dari setengah jam tampaklah Lapangan Blang Bintang di depan mata. Tampak beberapa anak sedang berlatih sepakbola dan beberapa orang sedang lari-lari kecil di trek jogging di pinggir lapangan. Mendekati lapangan, pandangan mata saya langsung menuju ke sebuah pesawat baling-baling bertuliskan Indonesian Airways yang berdiri tegak di pinggir lapangan.  Itulah pesawat Dakota RI-001 Seulawah yang dibeli dari uang sumbangan Rakyat Aceh. Dari pesawat baling-baling inilah cikal bakal berdirinya perusahaan penerbangan kebanggaan bangsa, Garuda Indonesia Airways.  Seulawah sendiri memiliki arti Gunung Emas, nama ini mungkin berasal besarnya sumbangan rakyat Aceh. Sejarah merekam, di Hotel Kutaraja pada tanggal 16 Juni 1948, Presiden Sukarno yang saat itu sedang mencari dana untuk keperluan membeli pesawat Dakota berhasil membangkitkan nasionalisme dan patriotisme rakyat Aceh hingga akhirnya terkumpul sumbangan rakyat Aceh senilai 20 kg emas. Itulah sumbangsih masyarakat Aceh yang bernilai sangat besar pada awal berdirinya Republik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-RMc4OsGL3UI/Tb0Qo_JTe_I/AAAAAAAAATw/ovXbBiiUm1Q/s1600/Aceh%2BThanks%2BTo%2BThe%2BWorld.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 153px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-RMc4OsGL3UI/Tb0Qo_JTe_I/AAAAAAAAATw/ovXbBiiUm1Q/s320/Aceh%2BThanks%2BTo%2BThe%2BWorld.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5601651807850036210" /&gt;&lt;/a&gt; Masih dilapangan Blang Padang, di sudut lain yang tidak begitu jauh dari Pesawat Seulawah tadi, berdirilah monument Aceh Thanks To The World. Monumen ini adalah bentuk terimakasih masyarakat Aceh kepada para relawan, lembaga swadaya masyarakat, lembaga tinggi Negara, perusahaan, sipil, dan ketentaraan dalam dan luar negeri yang telah berpartisipasi dalam merekonstruksi Aceh pasca musibah Tsunami. Selain monument Aceh Thanks To The World, sebagai rasa terimakasih masyarakat Aceh, maka setiap Negara yang berpartisipasi dibuatkan prasasti dan pohon persahabatan. Dimana prasasti tersebut ditulis nama Negara, bendera Negara, dan ucapan ‘Terima Kasih dan Damai’ dalam bahasa masing-masing Negara. Total terdapat 53 prasasti di lapangan Blang Padang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-1MHjL4HpONw/Tb0VoO-oaiI/AAAAAAAAAVo/gYpYILo-Dfc/s1600/museumtsunamiaceh.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 125px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-1MHjL4HpONw/Tb0VoO-oaiI/AAAAAAAAAVo/gYpYILo-Dfc/s200/museumtsunamiaceh.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5601657292478507554" /&gt;&lt;/a&gt; Selanjutnya perjalanan dilanjutkan kembali menuju ke Museum Aceh, dalam perjalanan saya sempat melihat Museum Tsunami Aceh tidak jauh dari lapangan Blang Padang. Museum yang didirikan untuk mengenang bencana tsunami, tempat pendidikan, dan perlindungan tsunami. Sayang ketika saya ke Aceh museum tersebut sedang direnovasi sehingga kami tidak dapat singgah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-DAyewP1zxSM/Tb0RVwRlm5I/AAAAAAAAAUA/GJRiQDXDUYY/s1600/Rumoh%2BAceh%2B%2526%2BMuseum.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 123px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-DAyewP1zxSM/Tb0RVwRlm5I/AAAAAAAAAUA/GJRiQDXDUYY/s320/Rumoh%2BAceh%2B%2526%2BMuseum.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5601652576952359826" /&gt;&lt;/a&gt; Akhirnya setelah beberapa menit,  kami pun sampai di Museum Aceh. Perhatian saya langsung tertuju ke rumah adat yang menarik, berpintu sempit dan berwarna eksotis. Rumah tersebut adalah rumah adat Aceh yang biasa disebut sebagai Rumoh Aceh. Seperti kebanyakan rumah adat di Sumatera, rumah adat ini juga berbentuk rumah panggung. Rumah ini juga terlihat sangat terawat. Ukiran kayu dengan motif khas aceh tampak menghiasi eksterior dan interior rumah ini. Dibagian bawah rumah ini terdapat beberapa koleksi lain seperti Kohler Boom atau pohon Kohler yang berdiameter 130 cm dan dalam keadaan terbelah. Dinamakan Kohler Boom karena pada tanggal 14 April 1873 panglima perang belanda pertama di Aceh, Jenderal Kohler, ditembak mati oleh pejuang Aceh. Tidak jauh dari Rumoh Aceh terdapat Lonceng CakraDonya yang merupakan hadiah dari Laksamana Cheng Ho pada tahun 1414. Sebuah bukti kalau Aceh sudah menjalin hubungan bilateral yang baik sejak dahulu kala. Bangunan lain di komplek ini adalah Museum Aceh itu sendiri yang didalamnya terdapat tulisan budaya Aceh, kerajinan, tarian, adat istiadat, ukiran, dan ragam hias khas Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-dNdxmgJxqqw/Tb0V3ffX4wI/AAAAAAAAAVw/Zbyx3uJMLpQ/s1600/Makam%2BSultan%2BIskandar%2BMuda.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 188px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-dNdxmgJxqqw/Tb0V3ffX4wI/AAAAAAAAAVw/Zbyx3uJMLpQ/s200/Makam%2BSultan%2BIskandar%2BMuda.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5601657554608841474" /&gt;&lt;/a&gt; Setelah dari museum Aceh, saya segera singgah ke komplek yang berlokasi tepat disebelah komplek museum Aceh. Di komplek tersebutlah Sultan Iskandar Muda dimakamkan. Sultan Iskandar Muda Meukuta Perkasa Alam merupakan sultan paling besar dalam kesultanan Aceh yang memerintah sejak tahun 1606 hingga 1636. Selama 30 tahun masa pemerintahannya, Aceh mencapai masa kejayaan dimana beliau berhasil menyatukan wilayah semenanjung, menjalin hubungan diplomatik dengan Negara tetangga, menjadikan Aceh sebagai salah satu pusat ilmu pengetahuan di Asia Tenggara, dan membawa kerajaan Aceh Darussalam menjadi kerajaan Islam terbesar kelima di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-R9dAL89qC20/Tb0WGKrloGI/AAAAAAAAAV4/7DCJifszCcs/s1600/Baiturrahman.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-R9dAL89qC20/Tb0WGKrloGI/AAAAAAAAAV4/7DCJifszCcs/s200/Baiturrahman.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5601657806720966754" /&gt;&lt;/a&gt; Banyak orang berkata, tidak lengkap rasanya bertamu ke Nanggroe Aceh Darussalam apabila tidak sholat di Masjid Baiturrahman. Dan karenanya kami segera menuju ke Masjid Baiturrahman yang letaknya hanya beberapa kilometer, kebetulan saat itu waktu Ashar sudah masuk. Masjid yang dulunya merupakan masjid kesultanan Aceh ini berdiri megah dan kokoh di pusat kota Banda Aceh bersebelahan dengan Pasar Aceh. Arsitekturnya yang indah menjadikan Masjid ini menjadi salah satu masjid terindah di Indonesia dan membuatnya menjadi salah satu ikon Aceh. Masjid ini memiliki perjalanan historis yang menarik dan panjang. Masjid yang awalnya berkubah tunggal ini sempat dibakar Belanda pada tahun 1873, akan tetapi karena kemarahan masyarakat Aceh, Belanda akhirnya membangun kembali Masjid ini pada tahun 1875 dan selesai pada 1883. Selanjutnya masjid diperluas menjadi 3 kubah pada tahun 1935 dan diperluas kembali menjadi 5 kubah pada tahun 1959 dan selesai tahun 1968. Didepan masjid ini terdapat kolam teratai yang berjarak 20 meter hingga ke gerbang dalam masjid. Memasuki bagian dalam masjid, interior dan kaligrafi yang indah menghiasi sekelilingnya. Pada saat musibah tsunami yang lalu masjid ini banyak menyelamatkan jiwa masyarakat Aceh. Karena meskipun diluar masjid terdapat genangan air yang tinggi akan tetapi air tersebut tidak sampai masuk ke dalam masjid, yang menjadikan masjid ini menjadi tempat mengungsi yang aman bagi masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-FqET3E3uXsc/Tb0WUDcQI0I/AAAAAAAAAWA/BM2jhnh6x8I/s1600/Pintoe%2BKhop.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 162px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-FqET3E3uXsc/Tb0WUDcQI0I/AAAAAAAAAWA/BM2jhnh6x8I/s200/Pintoe%2BKhop.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5601658045295764290" /&gt;&lt;/a&gt; Selesai Sholat Ashar, perjalanan dilanjutkan kembali menuju ke Taman Pintoe Khop Putroe Phang yang didalamnya terdapat Pintoe Khop yang dulunya adalah gerbang yang menghubungkan istana dengan Taman Ghairah. Gerbang ke taman dari keluarga kerajaan, sultan, permaisuri, pangeran dan putrid raja. Konon pembangunan taman ini merupakan permintaan dari Putroe Phang, putri raja yang dibawa ke Aceh oleh Sultan Iskandar Muda setelah kerajaan Pahang Ditaklukkan. Dilokasi ini juga terdapat semacam danau buatan berukuran kecil yang sering digunakan warga setempat untuk memancing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dari Taman Putroe Phang, perjalanan dilanjutkan ke seberang kompleks seberang taman. Tepatnya ke Gunongan. Ada suatu hal yang menggelitik saya ketika di Taman Putroe Phang, ketika saya bertanya ke salah satu warga mengenai lokasi Gunongan. Dia hanya memandang heran dan kemudian bertanya ke temannya dan kemudian berkata ‘tidak tahu’. Padahal Gunongan tersebut berlokasi tepat diseberang komplek Putroe Phang. Hal ini menurut saya cukup miris, karena seperti yang saya temui di beberapa daerah di Indonesia, tidak sedikit penduduk lokal yang kurang peduli terhadap aset berharga yang dimiliki daerahnya. Mungkin kekurangpedulian inilah salah satu penyebab kurang maju, kurang terawat, dan kurang berkembangnya beberapa potensi wisata yang dimiliki Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-jfwV9uVVF3M/Tb0Wfkrvo2I/AAAAAAAAAWI/Gdt9WZViW9U/s1600/Gunongan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 139px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-jfwV9uVVF3M/Tb0Wfkrvo2I/AAAAAAAAAWI/Gdt9WZViW9U/s200/Gunongan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5601658243197674338" /&gt;&lt;/a&gt; Cinta dan kasih sayang yang tulus memang dapat membuat manusia menciptakan banyak hal yang Indah demi belahan jiwanya. Jika di Agra, India kita mengenal bangunan megah bernama Taj mahal yang merupakan representasi cinta dan kasih sayang Shah Jahan terhadap permaisurinya yang bernama Mumtaz Mahal. Maka di Aceh kita dapat melihat simbol kasih sayang dalam bentuk yang lain… Gunongan. Menurut kisah yang berkembang, bangunan bertingkat tiga yang berbentuk segi enam dan seperti bunga yang dibangun sekitar abad 17 ini sejatinya merupakan lambang kasih sayang Sultan Iskandar Muda kepada permasurinya yang cantik, Putroe Phang. Konon dahulu Putroe Phang sering teringat kampung halamannya di Pahang dan sering merasa kesepian karena Sultan sibuk mengurusi pemerintahan. Karena memahami kegundahan permaisurinya maka sultan membuatkan Gunongan, yang berbentuk seperti Gunung Kecil. Gunung kecil itu berbentuk seperti miniatur perbukitan yang mengelilingi istana Putroe Phang di Pahang. Putroe Phang menjadi sangat senang. Waktunya sering ia habiskan di sana, bermain-main bersama dayang-dayangnya, sambil memanjatinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-zmR86wEeZtk/Tb0ShB010lI/AAAAAAAAAUo/DbTEpxl183c/s1600/Kherkoff.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 136px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-zmR86wEeZtk/Tb0ShB010lI/AAAAAAAAAUo/DbTEpxl183c/s400/Kherkoff.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5601653870153814610" /&gt;&lt;/a&gt; Berhadapan dengan kompleks Gunongan, terdapat kompleks pemakaman prajurit belanda yang tewas dalam perang Aceh, Kherkoff Peucut. Kuburan Kerkhoff Banda Aceh adalah kuburan militer Belanda yang terletak di luar negeri Belanda yang terluas di dunia dan masih terawat dengan sangat baik. Sebagaimana diketahui bahwa Kerajaan Aceh dan rakyatnya sangat gigih melawan Belanda. Rakyat Aceh mempertahankan Negerinya dengan harta dan nyawa. Perlawanan yang cukup lama mengakibatkan banyak korban dikedua belah pihak. Dalam sejarah Belanda, Perang Aceh merupakan perang paling pahit yang konon melebihi pahitnya pengalaman mereka pada saat Perang Napoleon. Selain makam serdadu Belanda, di kompleks ini juga terdapat makam serdadu Jawa, Batak, Ambon, dan serdadu suku lainnya yang tergabung dalam angkatan bersenjata Hindia Belanda. Diluar serdadu-serdadu itu, areal pemakaman ini juga terdapat makam Amat Popok, Putra dari Sultan Iskandar Muda, yang berzina dan dihukum rajam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-y-Qce6mINBA/Tb0Svbm6B8I/AAAAAAAAAUw/chltqRaTcr8/s1600/Lhoknga.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-y-Qce6mINBA/Tb0Svbm6B8I/AAAAAAAAAUw/chltqRaTcr8/s400/Lhoknga.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5601654117592860610" /&gt;&lt;/a&gt; Hari semakin sore, untuk mengejar matahari terbenam maka kami pun langsung bergegas menuju Pantai Lhoknga yang terletak di Aceh Besar. Kurang lebih 40 menit perjalanan pun kami tempuh untuk mencapai pantai ini. Ditengah perjalanan terdapat suatu tempat yang bernama Lampisang, suatu tempat dimana banyak penjual oleh-oleh, khususnya makanan khas Aceh. Pantai Lhoknga adalah pantai berpasir putih yang masih perawan  yang merupakan salah satu tempat populer bagi masyarakat Aceh. Sesampainya disana saya melihat beberapa kelompok pemuda sedang asyik bermain bola di pantai, beberapa yang lain menikmati suasana pinggir pantai sambil berjalan kaki, beberapa yang lain berenang dipantai, beberapa yang yang lain berselancar tatkala ombak datang, dan beberapa yang lain tampak duduk-duduk sambil menikmati kelapa muda. Sesungguhnya pantai ini begitu alami dan indah, akan tetapi kurang dikelola dengan baik, seandainya pantai ini dikelola mungkin akan lebih banyak orang yang menjadikan pantai ini menjadi destinasi wisatanya. Matahari mulai terbenam, akan tetapi tiba-tiba sekumpulan awan melintas disekitar pantai tepat sebelum matahari tersebut benar-benar terbenam, sehingga lagi-lagi kami hanya sempat melihat lembayung mentari yang muncul dari balik awan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-Z9xigySBh4I/Tb0S9_Eig5I/AAAAAAAAAU4/Kcch5Wh04vo/s1600/Mie%2BMidi.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 142px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-Z9xigySBh4I/Tb0S9_Eig5I/AAAAAAAAAU4/Kcch5Wh04vo/s400/Mie%2BMidi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5601654367630558098" /&gt;&lt;/a&gt; Menjelang Maghrib, perut ini tampaknya mengiba untuk diberi tenaga. Maka kami pun langsung meninggalkan Lhoknga untuk mencari kuliner khas Aceh yang cocok untuk dinikmati di malam hari. Mie Acehlah akhirnya yang menjadi target kami dimalam itu. Berdasarkan informasi yang saya himpun, di Aceh terdapat warung Mie Aceh yang cukup terkenal yang bernama Mie Midi. Kamipun langsung bergerak menuju ke lokasi. Sesampainya di lokasi, penjaja mie tersebut langsung memberikan daftar menu yang terdiri beraneka rasa mie aceh, mulai dari mie biasa, mie daging, mie udang, mie jamur, mie kepiting, hingga mie kombinasi. Selain mie, warung ini juga menjajakan martabak aceh. Saya pun langsung memesan mie daging sementara Om Yu hanya memesan teh manis. Begitu mie yang dipesan datang, langsung saya menyantapnya dengan lahap. Rasanya… yummiee.. kuah kari dan bumbu rempahnya benar-benar pas dan nikmat hingga sendok terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-2EPnXGbe_II/Tb0TPGV8API/AAAAAAAAAVA/Q2VMFFN2_0E/s1600/Solong%2BUlee%2BKareng.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 111px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-2EPnXGbe_II/Tb0TPGV8API/AAAAAAAAAVA/Q2VMFFN2_0E/s400/Solong%2BUlee%2BKareng.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5601654661640356082" /&gt;&lt;/a&gt; Setelah makan mie, kami pun segera menuju ke penginapan karena Bang Zarkasih telah menanti untuk berjumpa. Sesampainya di hotel kami berbincang sejenak, akan tetapi karena Bang Zarkasih malam itu hendak ke Lhoksumawe , beliau pun menawarkan untuk mencicipi kopi Aceh yang terkenal itu. Kami pun langsung menuju ke Ulee Kareng untuk mencoba Kopi Solong Ulee Kareng yang melegenda. Sebenarnya warung kopi sangatlah menjamur di Aceh, begitu menjamurnya hingga Aceh memiliki julukan Negeri Seribu Warung Kopi. Menjamurnya warung kopi menggambarkan bagaimana mengakar dan membudayanya kebiasaan minum kopi bagi masyarakat Aceh. Warung kopi adalah representasi ruang pertemuan bagi masyarakat Aceh, berbagai golongan tumpah ruah didalamnya. Di warung kopi anda bisa berbicara apa saja mulai dari bisnis, politik, ekonomi, sosial, budaya, hingga sekedar bicara yang ringan. Bahkan di banyak warung kopi sampai menyediakan kopi pancung, yaitu kopi setengah gelas bagi masyarakat yang merindukan kopi dengan anggaran terbatas. Kopi Solong Ulee Kareng begitu tersohor karena termasuk warung kopi generasi awal di ulee kareng. Konon Gubernur sering meluangkan waktunya di pagi hari untuk ngopi di warung ini. Kopi Solong memiliki rasa yang segar, kopinya yang terlihat encer ketika didalam gelas tapi terasa kental ketika diminum. Dan… sluurrrpp… nikmat nian rasa kopi ini… Selesai minum kopi kami segera kembali ke penginapan dengan tidak lupa membeli tiga bungkus kopi solong untuk kami bawa pulang ke rumah. Sesampainya di penginapan, saya menyempatkan menonton Liverpool FC yang malam itu sedang berjibaku dengan Birmingham. Alhamdulillah Anfield Gank malam itu berhasil menang lima gol tanpa balas. Setelah menyaksikan pasukan merah bertanding, saya pun segera tidur dengan nyenyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-vIs69NYoSv4/Tb0TlaB61rI/AAAAAAAAAVI/b8QcaliAwKQ/s1600/Makam%2BSyiah%2BKuala.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 108px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-vIs69NYoSv4/Tb0TlaB61rI/AAAAAAAAAVI/b8QcaliAwKQ/s400/Makam%2BSyiah%2BKuala.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5601655044882224818" /&gt;&lt;/a&gt; Minggu pagi sekitar pukul 9 pagi petualangan kami lanjutkan kembali dengan destinasi makam Syiah Kuala. Syiah Kuala adalah seorang ulama besar Aceh di abad 17 yang bernama asli Syech Abdurrauf bin Ali Al Fansuri As-Singkili. Pengaruh beliau dalam menyebarkan agama Islam di Sumatera dan Nusantara sangatlah besar. Beliau juga sempat dipercaya menjadi Kadhi Malikul Adil, suatu jabatan setingkat Mahkamah Agung saat ini, pada masa Kerajaan Aceh Darussalam yang diperintah empat ratu, yakni Ratu Safiatuddin Syah (1641-1675), Nakiatuddin Syah (1675-1678), Zakiatuddin Syah (1678-1688), dan Ratu Kamalat Syah (1688-1699). Menurut riwayat masyarakat, keluarganya berasal dari Persia atau Arabia, yang datang dan menetap di Singkil, Aceh, pada akhir abad ke-13. Beliau meninggal dunia pada tahun 1693, dengan berusia 73 tahun. Beliau dimakamkan di samping masjid yang dibangunnya di Kuala Aceh, desa Deyah Raya Kecamatan Kuala, sekitar 15 Km dari Banda Aceh. Konon sehari sebelum tsunami terjadi Aceh, didekat makam syiah Kuala sedang diadakan pesta yang dilakukan aparat kemanan. Pesta itu dilengkapi juga dengan minuman keras dan organ tunggal. Pada saat pesta, munculah seorang berjubah putih yang mengingatkan agar pesta dihentikan hingga dua kali, akan tetapi peringatan tersebut tidak digubris dan justru pria berjubah tersebut ditodong senapan. Pria berjubah tersebut juga sempat mengingatkan aka nada bencana yang datang. Dan pagi harinya ternyata bencana itu benar-benar datang, gelombang tsunami menghantam dan memporak porandakan Aceh dan menewaskan ratusan ribu manusia, termasuk para aparat yang malam itu berpesta. Setelah bencana tsunami, makam Syiah Kuala kembali dipugar dan kini hanya berjarak sekitar 50 meter dari bibir pantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-Zc8iXduyakg/Tb0W52enLlI/AAAAAAAAAWY/hPnSBBi0fgw/s1600/Bubur%2BKanji%2BRumbi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-Zc8iXduyakg/Tb0W52enLlI/AAAAAAAAAWY/hPnSBBi0fgw/s200/Bubur%2BKanji%2BRumbi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5601658694651031122" /&gt;&lt;/a&gt; Hari mendekati siang, maka kami segera mencari asupan untuk perut kami. Maka kami segera menuju ke penajaja Bubur Kanji Rumbi, bubur ayam khas Aceh yang memiliki rasa yang khas dan nikmat. Pada saat makan bubur kanji rumba, Om Yu sempat meninggalkan saya sejenak untuk proses pemilihan Kepala Dusun di lingkungan tempat tinggalnya. Berdasarkan cerita Om Yu, kandidat yang hendak maju awalnya mencalonkan diri atau dicalonkan oleh lingkungan sekitar, selanjutnya dilakukan uji kelayakan dan kepatutan melalui musyawarah adat apakah kandidat tersebut layak diusung atau tidak, ada banyak kriteria dalam melihat patut tidaknya seseorang untuk maju sebagai kandidat, diantaranya adalah apakah ada akhlak tercela dari kandidat, karena seandainya ada maka pencalonan kandidat tersebut dapat dibatalkan. Setelah muncul beberapa kandidat yang lulus uji kelayakan, maka pemilihan pun siap digelar dan kandidat akan dipilih oleh masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-veyyOD035gU/Tb0UM-99TSI/AAAAAAAAAVg/8_ZZoklFiOc/s1600/Souvenir%2BAceh.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 92px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-veyyOD035gU/Tb0UM-99TSI/AAAAAAAAAVg/8_ZZoklFiOc/s400/Souvenir%2BAceh.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5601655724812619042" /&gt;&lt;/a&gt; Setelah Om Yu kembali dari proses pemilihan, perjalanan kami lanjutkan kembali ke tempat penjualan cinderamata khas Aceh yang terletak tidak jauh dari Masjid Baiturrahman. Mulai dari Peci Aceh, Baju Koko Aceh, Batik Aceh, Meuketop (Topi Khas Aceh), Rencong, Tas Motif Aceh, Pin berbentuk Rencong atau Pintu Aceh, Sarung Aceh, Kaos,  Baju Adat, Pajangan, dan banyak lainnya tersedia disini. Saya pun segera memilih beberapa cinderamata untuk saya beli dan saya bawa pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu asyiknya memilih-milah cinderamata membuat waktu tanpa terasa sudah semakin siang. Maka kami pun bergegas ke Bandara Sultan Iskandar Muda, karena harus kembali ke Medan siang itu. Dalam perjalanan saya kembali menjumpai kuburan masal korban, yaitu kuburan masal sirom yang terletak di sebelah kanan jalan. Kuburan ini berbentuk tanah lapang dan tampak tembok yang dibuat menyerupai ombak di bagian belakang pemakaman. Setelah 40 menit perjalanan, akhirnya tibalah saya di Bandara Sultan Iskandar Muda dan perpisahan dengan Nanggroe Aceh Darussalam pun harus dilakukan meskipun hasrat ini sebenarnya belum ingin berpisah, karena waktu tiga hari dirasa masih kurang. Sebelum berpisah saya kembali menyeruput kopi Solong sambil mengunyah Timphan Aceh yang lezat itu di bandara. Siang itu saya pun bertolak ke Medan dengan tekad kalau suatu saat akan kembali ke Bumi Serambi Mekah ini dengan waktu yang lebih panjang untuk menikmati keindahannya, mulai dari menikmati keindahan alam bawah laut hingga menikmati sensasi kopi Aceh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7346989081497511490-4498931387600550078?l=kacamatamakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/feeds/4498931387600550078/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7346989081497511490&amp;postID=4498931387600550078' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/4498931387600550078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/4498931387600550078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/2011/05/bertamu-ke-serambi-mekah-perjalanan.html' title='Bertamu Ke Serambi Mekah : Jejak Historis Tanah Rencong'/><author><name>Havid Ardiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10877238365875258222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-CEm6OFc-WtY/TfyG09aiwKI/AAAAAAAAAY0/qKBn3QpP-Ug/s220/IMGP0039.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-5qqgQlFFGOc/Tb0Qb94MV6I/AAAAAAAAATo/UxI1d-YgyUo/s72-c/Seulawah.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7346989081497511490.post-2931616624068216579</id><published>2011-05-01T00:09:00.015+07:00</published><updated>2011-05-01T00:37:59.694+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>Bertamu Ke Serambi Mekah : Menuju Ke Titik Nol</title><content type='html'>Senin minggu yang lalu, setelah melihat kalender kalau akhir pekan ini libur panjang, tiba-tiba saja hasrat ini ingin plesir. Dan entah kenapa Aceh lah yang saat itu terlintas di kepala dan saya pun langsung memesan tiket pesawat dari Medan ke Nanggroe Aceh Darussalam. Keesokan harinya mulailah saya mencari informasi mengenai kondisi, destinasi, dan kuliner khas Aceh dari &lt;a href="http://benvenuti.blogdrive.com/"&gt;sahabat saya yang cerdas ini&lt;/a&gt; dan dari Bang Zarkasih. Saya pun semakin tidak sabar menunggu akhir pekan tiba, setelah satu persatu tujuan perjalanan didapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-LhqRii1QR_4/TbxENOycHlI/AAAAAAAAAR4/ppLuhDR1XXU/s1600/sultan%2Biskandar%2Bmuda%2Bairport%2Bbanda%2Baceh.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 134px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-LhqRii1QR_4/TbxENOycHlI/AAAAAAAAAR4/ppLuhDR1XXU/s400/sultan%2Biskandar%2Bmuda%2Bairport%2Bbanda%2Baceh.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5601427030640696914" /&gt;&lt;/a&gt; Akhirnya hari yang dinanti-nanti pun tiba. Jumat siang itu saya lepas landas dari Bandara Polonia. Sepanjang perjalanan pikiran saya mulai menari-nari membayangkan apa saja yang akan dijumpai di Propinsi yang baru pertama kali saya  kunjungi ini… Laut eksotis, suasana religius, masyarakat pesisir, watak yang keras,  kegigihan yang luar biasa, pemandangan nan menawan adalah beberapa yang sempat hinggap di alam pikiran saya.. Setelah hampir 1 jam sampailah saya di Bandara Sultan Iskandar Muda yang indah. Telepon saya langsung berdering, ternyata Om Yu yang dipercayakan Bang Zarkasih untuk menemani saya selama saya di Banda Aceh sudah menunggu saya. Begitu berjumpa, saya pun langsung bertanya kepada Om Yu akan indahnya Bandara dan bagusnya jalan. Om Yu pun menjawab dengan indah bahwasanya hal itu adalah berkah dari tsunami bagi masyarakat Aceh. Mungkin jika tidak ada tsunami, Aceh belum memiliki Bandara sebagus ini. Sebuah jawaban yang sangat menyejukkan hati. Maka benarlah apa yang termaktub dalam kitab suci kalau sesudah kesulitan ada kemudahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-0H8_b1yj5QQ/TbxEkHktnOI/AAAAAAAAASA/YPBIJehL5SM/s1600/Kapal%2BTerapung.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 129px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-0H8_b1yj5QQ/TbxEkHktnOI/AAAAAAAAASA/YPBIJehL5SM/s200/Kapal%2BTerapung.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5601427423841066210" /&gt;&lt;/a&gt; Tidak lama kemudian kami segera bergegas agar dapat memanfaatkan waktu yang singkat dengan optimal. Tujuan pertama kami adalah Kapal Terapung yang terletak di daerah Pungee. Setelah setengah jam perjalanan tibalah saya di lokasi yang dituju. Tampak di depan mata saya kapal berukuran besar dengan berat 2600 ton, panjang 63 meter, tinggi 22 meter, dan luas 1900m2 berdiri dengan gagah diatas puing dan bekas pondasi rumah penduduk. Menurut kisah yang beredar, Kapal terapung itu adalah kapal milik PLN yang kesehariannya difungsikan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dan sebelumnya bersandar di dekat pelabuhan Ulee Lhuee. Namun ketika tsunami menerjang Aceh 26 Desember 2004 yang lalu, kapal itu ikut terbawa arus dan menerjang rumah penduduk hingga sekitar 3-4 kilometer. Setelah tsunami, kapal tersebut tetap  terdampar karena dirasa tidak memungkinkan untuk menarik kembali ke pantai, hingga akhirnya menjadi salah satu objek  wisata di Banda Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-zI_1AMtypZ8/TbxEyM9PSNI/AAAAAAAAASI/K-qs0YFU218/s1600/Kapal%2BCepat%2BP%2BRondo.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 134px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-zI_1AMtypZ8/TbxEyM9PSNI/AAAAAAAAASI/K-qs0YFU218/s200/Kapal%2BCepat%2BP%2BRondo.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5601427665804282066" /&gt;&lt;/a&gt; Setengah jam kemudian perjalanan pun kami lanjutkan kembali ke Pelabuhan Ulee Lhuee untuk menuju Sabang. Sepanjang perjalanan, bekas kerusakan sisa tsunami nyaris tidak terlihat lagi, rumah-rumah sudah berdiri dan jalan sudah mulus kembali . Mendekati pelabuhan, tidak jauh dari bibir pantai terlihat Masjid Baiturrahim. Konon masjid ini adalah satu-satunya bangunan yang kokoh berdiri ketika tsunami memporak-porandakan Aceh.  Sepertinya Allah SWT hendak menunjukkan kuasa dan rahasia-Nya melalui Masjid Baiturrahim yang selamat ditengah puing-puing yang hancur. Sekitar 5 menit dari Masjid Baiturrahim, tibalah kami di pelabuhan Ulee Lhuee dan langsung bergegas menuju ke dermaga, karena kapal cepat yang hendak saya naiki akan segera berangkat. Sebenarnya ada 2 jenis kapal yang berangkat dari pelabuhan Ulee Lhuee menuju ke Sabang. Yang pertama adalah kapal cepat yang berangkat 2 kali sehari, pagi dan sore, yang memakan waktu sekitar 45 menit – 1 jam dengan biaya 60-75 ribu rupiah. Kapal ini hanya dapat mengangkut manusia. Yang kedua adalah kapal lambat yang berukuran lebih besar, berangkat 3 kali sehari, memakan waktu 1.5 sampai 2 jam dengan biaya 18-36 ribu rupiah. Selain manusia, kapal ini juga dapat mengangkut mobil dan motor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-YVCJVCY2pTc/TbxFDoL7sVI/AAAAAAAAASQ/4_m9pmX1h9Q/s1600/Sabang.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-YVCJVCY2pTc/TbxFDoL7sVI/AAAAAAAAASQ/4_m9pmX1h9Q/s200/Sabang.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5601427965171446098" /&gt;&lt;/a&gt; Setelah sekitar 1 jam menyeberang akhirnya sampailah saya di pelabuhan Balohan, Sabang. Sesuai petunjuk Om Yu, begitu turun dari kapal saya bergegas menuju ke angkutan umum untuk menuju ke Gapang, Iboih, dan Titik Nol Kilometer.  Perjalanan di Sabang pun dimulai, kami melewati Sumur Tiga untuk menuju rute yang kami tempuh. Menurut Iwan, supir angkutan yang membawa saya, Sumur Tiga adalah lokasi populer terbaru untuk menyelam dan snorkeling. Setelah setengah jam perjalanan akhirnya tibalah kami di Gapang, untuk menaruh tas saya di penginapan. Tidak lama kemudian perjalanan dilanjutkan kembali ke Iboih. Iboih dan Gapang adalah lokasi yang terkenal di Sabang karena memiliki pantai dengan pasir putih, terumbu karang dan air yang sangat jernih. Dimana dari kedua lokasi ini kita dapat menuju ke pulau Rubiah menggunakan perahu yang memiliki kaca di tengahnya untuk menikmati keindahan alam bawah laut pulau Sabang, yang konon merupakan salah satu yang terindah di Indonesia, dengan biaya 100-150 ribu rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-BP4Yil7raAw/TbxIkpwEq8I/AAAAAAAAATg/cxELfbGM7Kg/s1600/KM0.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 87px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-BP4Yil7raAw/TbxIkpwEq8I/AAAAAAAAATg/cxELfbGM7Kg/s200/KM0.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5601431831062031298" /&gt;&lt;/a&gt; Puas di Iboih, perjalanan pun kami lanjutkan ke Tugu Kilometer Nol yang berjarak sekitar 8 kilometer. Tugu Kilometer Nol adalah tugu yang dibangun untuk menandakan pengukuhan titik nol kilometer Indonesia dari Sabang sampai Merauke yang diresmikan tahun 1997 dan terletak di ujung pulau weh.  Sesampainya di Tugu Kilometer Nol, saya langsung bergegas menuju ke atas tugu untuk melihat-lihat. Dalam perjalanan keatas Iwan sempat bertutur ke saya, jika tiba-tiba menjumpai sepasang babi hutan jangan takut karena babi hutan itu jinak. Babi hutan… Ya… Babi hutan kawan… Di sekitar tugu kilometer nol  ini hidup sepasang babi hutan yang diberi nama Bawai dan Bebi, dimana bawai adalah pejantan dan bebi betinanya. Konon babi hutan tersebut menjadi jinak karena pengunjung asing suka memberikan makanan kepada keduanya, sehingga keduanya menjadi jinak dan kemunculannya tidak pernah mengganggu. Terus terang saya tidak terbayang apa yang akan saya lakukan jika sepasang babi hutan dengan bulu hitam seperti sapu ijuk itu tiba-tiba muncul di depan saya. Beruntung ketika saya disana babi hutan tersebut tidak muncul. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah puas melihat-lihat diatas, Iwan mengajak saya menuju ke sebuah batu yang terletak di ujung pulau sabang. Sebuah batu yang menjorok dan langsung berbatasan dengan jurang yang dibawahnya pantai penuh batu-batu besar. Ia mengajak saya untuk berdiri diatas batu tersebut. Konon dari batu tersebutlah lokasi paling bagus untuk menikmati indahnya matahari terbenam, karena matahari akan tampak sangat dekat. Sayang ketika saya sampai di lokasi tersebut, masa-masa indah matahari terbenam sudah lewat, beruntung saya masih sempat melihat lembayung yang terlihat di ujung terbenamnya. Tidak lama setelah matahari menghilang berganti gelapnya malam, kami pun bergegas meninggalkan kilometer nol kembali ke Gapang. Ada yang sangat saya sayangkan di kilometer nol ini, karena saya mendapati tangan-tangan tidak bertanggung jawab yang mencorat-coret di sekitar kilometer nol. Sayang sekali keindahan matahari terbenam di kilometer ini dirusak oleh hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-5BxX0IAL66s/TbxIN0FLMCI/AAAAAAAAATY/lNP1ZjRHNnA/s1600/Gapang.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 81px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-5BxX0IAL66s/TbxIN0FLMCI/AAAAAAAAATY/lNP1ZjRHNnA/s200/Gapang.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5601431438697902114" /&gt;&lt;/a&gt; Di Gapang, saya mencoba menikmati ketenangan malam di pantai yang relatif masih perawan ini. Ketika sedang makan malam, samar-samar saya mendengar wisatawan asing dari italia dan perancis sedang membicarakan makna kata dari mamamia. Saya sempat berbincang-bincang sejenak dengan salah satu dari mereka dan dengan penjaga warung tempat saya makan. Ternyata umumnya para wisatawan asing menghabiskan waktu mingguan bahkan bulanan untuk menikmati keindahan alam bawah laut sabang yang menurut Guardian Magazine Inggris, merupakan salah satu dari 10 lokasi menyelam terbaik di dunia. Setelah hari semakin larut, saya pun kembali ke penginapan untuk beristirahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-eBxrB1x1ULs/TbxHQbohMYI/AAAAAAAAATA/EgEbqLAdh2g/s1600/Snorkeling.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-eBxrB1x1ULs/TbxHQbohMYI/AAAAAAAAATA/EgEbqLAdh2g/s200/Snorkeling.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5601430384163238274" /&gt;&lt;/a&gt; Pagi hari sekitar pukul 7 pagi, saya langsung bergegas ke bibir pantai untuk menikmati keindahan alam bawah laut sabang. Saya memilih untuk melakukan snorkeling karena keterbatasan waktu. Dengan berbekal 40 ribu rupiah untuk snorkel, kaki katak, dan pelampung, saya pun sudah dapat menuju ke tengah pantai untuk menikmati keindahan laut. Keindahan laut memang benar-benar tergambarkan dari beraneka biota laut yang terdapat disini. Mulai dari Ikan Barracuda, Ikan Belut Muray, Ikan Nemo, Bintang Laut, Aneka Terumbu Karang, hingga ikan-ikan kecil lainnya yang hilir mudik membuat alam bawah laut seperti lukisan hidup. Setelah sekitar 2 jam menikmati alam bawah laut saya pun segera kembali ke penginapan untuk mandi, karena Iwan akan segera menjemput pukul 10 untuk membawa saya mengelilingi Sabang. Keindahan alam bawah laut sabang memang tidak diragukan lagi dan menurut saya akan lebih indah lagi apabila kawasan Iboih dan Gapang lebih tertata dengan baik dan sampah serta daun dari pohon yang berguguran bisa lebih dibersihkan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-dhvTwn3qToI/TbxHjJBlaGI/AAAAAAAAATI/KUP7DapxaFk/s1600/Monkeys%2BFeeding.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 80px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-dhvTwn3qToI/TbxHjJBlaGI/AAAAAAAAATI/KUP7DapxaFk/s400/Monkeys%2BFeeding.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5601430705585612898" /&gt;&lt;/a&gt; Tepat pukul 10 pagi, Iwan sudah muncul di depan penginapan sesuai janjinya. Dan kami pun segera bergegas meninggalkan penginapan. Yang pertama kali akan dilakukan adalah memberi makan kera-kera hutan. Untuk itu kami membeli dua sisir pisang. Sesampainya di lokasi, mobil kami berhentikan dan kami pun keluar dari mobil dengan membawa pisang. Tidak lama kemudian sekelompok kera berlarian ke arah kami. Pisang pun segera kami bagikan. Satu dua kera mencoba menggertak kami dengan suara dan bahasa tubuhnya dan seperti yang telah diajarkan Iwan, kami pun tetap diam meskipun kera tersebut menggertak. Dan tidak lama kemudian kera tersebut pun berbaur dengan kawan-kawannya. Menurut penilaian saya, gertakan ini terjadi karena kera tersebut tidak ingin ekosistemnya diganggu dan apabila ia merasa aman maka ia akan bersikap biasa kembali. Ada yang unik dalam pembagian pisang ini, karena kera-kera tersebut hanya mengambil masing-masing satu pisang untuk kemudian menyingkir dan memberikan kesempatan kepada kera lain untuk dapat menikmati pisang pemberian kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah memberi makan kera, kami melanjutkan perjalanan untuk mengelilingi kota sabang. Dalam perjalanan, saya sempat bertanya kepada Iwan mengapa penduduk sabang banyak yang memelihara anjing.  Ternyata tujuan mereka memelihara anjing adalah untuk berburu babi hutan. Karena selain bebi dan bawai, babi hutan disekitar sabang suka datang ke ladang penduduk dan merusak tanaman. Dan  ketika datang, babi-babi tersebut bergerombol, paling sedikit 5 babi dan bahkan bisa sampai 15 babi. Untuk itulah anjing dibutuhkan. Agar kebun-kebun mereka tidak dirusak oleh kawanan babi tadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan ini Iwan juga bercerita, bagaimana hutan lindung benar-benar dijaga. Karena mereka tidak menginginkan hutannya rusak. Jadi aktifitas yang mengganggu hutan dilarang disini. Untuk menebang pohon dikawasan hutan lindung hanya dibolehkan untuk pohon yang telah mati, itupun setelah mendapatkan izin. Oleh karena itu apabila mereka mendengar suara mesin ditengah hutan lindung, maka mereka akan segera menghentikan dan menghukum orang tersebut. Itulah rahasia yang membuat hutan lindung di sabang benar-benar terjaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan lain Iwan juga sempat bertutur, kalau dalam konflik yang sempat terjadi antara GAM dengan TNI, Sabang juga termasuk daerah yang bebas dari konflik dan kerusuhan karena penduduknya yang relatif kompak dan tidak menyukai kerusuhan. Dapat dikatakan sabang adalah salah satu wilayah paling aman di Nanggroe Aceh Darussalam saat Daerah Operasi Militer (DOM) dan saat konflik antara TNI dengan GAM terjadi. Bahkan setelah rekonsiliasi, Sabang pun tetap menjadi salah satu daerah yang paling aman dan damai di bumi serambi mekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-bjqQw6RXe1E/TbxHu6KRl5I/AAAAAAAAATQ/BPGU4r-tbdU/s1600/Asam%2BKeueng%2B%2526%2BPlik%2BU.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 76px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-bjqQw6RXe1E/TbxHu6KRl5I/AAAAAAAAATQ/BPGU4r-tbdU/s200/Asam%2BKeueng%2B%2526%2BPlik%2BU.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5601430907753961362" /&gt;&lt;/a&gt; Puas keliling kota sabang, maka kami pun berhenti sejenak di rumah makan yang menurut Iwan salah satu yang terenak di kota itu. Plik U dan Asam Keueng pun menjadi salah satu menu yang kami santap siang itu. Plik U adalah sayuran yang terbuat dari berbagai macam daun segar dengan kuah gulai yang terbuat dari kelapa yang telah dibusukkan dengan rasa yang sangat menggugah selera, sedangkan Asam Keueng adalah masakan ikan yang dimasak dengan asam keueng dan memiliki rasa asam pedas yang segar. Setelah menyantap makanan, kami pun bergegas menuju ke Balohan untuk mengejar kapal lambat menuju ke Ulee Lhuee.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di Balohan, saya langsung bergegas menuju ke kapal untuk menuju ke Ulee Lhue. Kesan akan masyarakat Aceh yang keras benar-benar terkikis habis selama saya berada di Sabang. Karena disini saya mendapati masyarakat Aceh yang ramah, jujur, dan murah senyum.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7346989081497511490-2931616624068216579?l=kacamatamakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/feeds/2931616624068216579/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7346989081497511490&amp;postID=2931616624068216579' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/2931616624068216579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/2931616624068216579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/2011/05/bertamu-ke-serambi-mekah-menuju-ke.html' title='Bertamu Ke Serambi Mekah : Menuju Ke Titik Nol'/><author><name>Havid Ardiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10877238365875258222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-CEm6OFc-WtY/TfyG09aiwKI/AAAAAAAAAY0/qKBn3QpP-Ug/s220/IMGP0039.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-LhqRii1QR_4/TbxENOycHlI/AAAAAAAAAR4/ppLuhDR1XXU/s72-c/sultan%2Biskandar%2Bmuda%2Bairport%2Bbanda%2Baceh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7346989081497511490.post-1565453952959335461</id><published>2011-04-22T02:00:00.010+07:00</published><updated>2011-04-22T12:45:18.090+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bursa Buku'/><title type='text'>Ranah 3 Warna</title><content type='html'>Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman&lt;br /&gt;Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang&lt;br /&gt;Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan&lt;br /&gt;Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang &lt;br /&gt;– Imam Syafii -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-WKVYorF3Rxs/TbCAYt11cbI/AAAAAAAAARw/zgUn70skXRg/s1600/ranah3warna.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 136px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-WKVYorF3Rxs/TbCAYt11cbI/AAAAAAAAARw/zgUn70skXRg/s200/ranah3warna.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5598115498932138418" /&gt;&lt;/a&gt; Selayaknya perjalanan hidup yang terus berjalan seiring dengan waktu, begitu pun dengan kehidupan Alif Fikri yang tetap berjalan seiring dengan pertambahan usia. Alif yang dalam &lt;a href="http://kacamatamakna.blogspot.com/2011/04/negeri-5-menara.html"&gt;Negeri 5 Menara&lt;/a&gt; masih menuntut ilmu di Pondok Madani, sekarang telah mengkhatamkannya dan kembali ke kampung halaman. Meskipun telah khatam dari PM, Alif masih menyimpan hasrat yang terpendam, menjadi penerus Habibie! Untuk itu ia bertekad agar dapat lulus dan mengenyam pendidikan di ITB, kampus yang juga ia impikan. Akan tetapi, sebagai lulusan pesantren yang tanpa ijazah, ternyata jalan yang harus ditempuh untuk mencapai apa yang ia inginkan sungguh berliku, mulai dari harus lulus dari ujian persamaan sampai lulus UMPTN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempat frustasi dan tertatih-tatih karena kesulitan mengejar materi ujian persamaan, semangat Alif kembali menjulang setelah terinspirasi kemenangan timnas Denmark di Piala Eropa tahun 1992. Denmark yang sangat tidak diperhitungkan karena lolos dengan predikat ‘pengganti’ ternyata mampu mengguncang dunia dengan menjadi kampiun di benua biru saat itu. Dengan semangat dinamit Denmark akhirnya ujian persamaan berhasil dilangkahinya meskipun dengan nilai yang agak pas-pasan. Menyadari memiliki kelemahan dalam ilmu pasti, Alif akhirnya banting setir ke Jurusan Hubungan International, karena ingin memenuhi hasratnya yang lain… menguasai banyak bahasa. Untuk itu alif harus kembali berjibaku dengan berbagai bahan UMPTN. Dan hasilnya ternyata tidak sia-sia, karena Alif berhasil menjadi salah satu peserta yang berhasil lulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kedua kalinya, Alif akhirnya kembali merantau, setelah sebelumnya merantau ketika mondok, sekarang Alif akan merantau untuk mengejar hasratnya menjadi penguasa bahasa. Dengan bekal dari motor honda bebek tahun 70 milik ayahnya yang telah dijual dan sepasang sepatu hitam pemberian ayahnya, petualangan pun dimulai.  Tujuan pertama Alif adalah kos Randai karena Alif akan menumpang hidup di kos sahabat sekaligus kompetitor utamanya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup di bandung ternyata tidak semulus dan seindah yang dibayangkan, apalagi setelah Ayahanda tercintanya meninggal dunia. Sempat terpukul hingga semangatnya terjerembab ke titik paling bawah, Alif akhirnya meneruskan perjuangannya setelah mendapat beberapa pencerahan. Untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kuliah serta memberikan sedikit kiriman ke kampung halaman, Alif pun mulai berjualan dari pintu ke pintu dan mengajar les. Akan tetapi ternyata hidup seringkali tidak linear dengan harapan kita. Buah dari segala ikhtiar yang ia kerjakan bukan hanya belum sesuai dengan yang diharapkan akan tetapi ikhtiar tersebut malah membuat tubuh Alif menjadi hancur lebur, fisiknya menurun hingga akhirnya menderita Typhus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesungguhan Alif dalam berikhtiar yang tak kunjung membuahkan hasil, pada akhirnya membuatnya tersadar bahwasanya &lt;a href="http://kacamatamakna.blogspot.com/2011/04/man-jadda-wajada.html"&gt;Man jadda wajada&lt;/a&gt; saja tidaklah  cukup, karena jarak antara kesungguhan dan  hasil tidak pernah kita ketahui. Terkadang membutuhkan waktu satu detik, kadang dalam hitungan bulan, dan bahkan kadang berpuluh tahun. Eureka!! Dalam perenungannya tiba-tiba ia teringat akan pepatah arab lain yang diajarkan di PM, yaitu Man shabara zhafira, siapa yang bersabar akan beruntung. Karena untuk mengisi antara kesungguhan dengan hasil memang membutuhkan kesabaran. Sabar yang aktif, sabar yang gigih, sabar yang tidak menyerah, dan sabar yang penuh dari pangkal sampai ujung yang paling ujung. Peribahasa inilah yang kemudian memompa kembali semangat Alif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ditengah kesabaran itulah Alif akhirnya menyadari, kalau panggilan jiwanya ternyata bukanlah di jalur perniagaan meskipun ia minang tulen, akan tetapi dalam hal tulis menulis dengan merangkai kata-kata menjadi makna. Untuk itu memperdalam ilmu penulisannya, Alif pun kembali kepada Togar dan memintanya kembali menjadi mahagurunya dalam hal merangkai kata, hingga akhirnya satu demi satu dari tulisan Alif mendapatkan apresiasi dan dimuat di surat kabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Man Shabara Zhafira ternyata memang bertuah, kesabaran yang aktif memang mendatangkan keberuntungan. Dalam perjalanan, secara tidak sengaja Alif bertemu dengan Asti yang pada akhirnya membuka jendela informasi Alif akan adanya pertukaran pelajar antara Indonesia dengan negara lain. Alif pun kemudian mulai mencari informasi tentang pertukaran pelajar tersebut,hingga akhirnya pendaftaran pertukaran pelajar tersebut dibuka, Alif pun segera mendaftar dan akhirnya lulus ujian tertulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ujian tertulis, setiap peserta diminta untuk menampilkan kelebihan yang dimiliki. Berdasarkan kisi-kisi yang berhasil ia dapatkan, ternyata kelebihan yang disenangi adalah yang berkaitan dengan seni dan budaya. Ketika menyadari kalau ia kurang berbakat dalam hal seni dan budaya, tiba-tiba ia teringat dengan jurus golok kembar Kiai Rais. Dimana Kyai Rais membawa 2 golok ke dalam aula, tempat para santri berkumpul. Kyai Rais lalu mengayunkan golok tajam secara serampangan, tidak fokus, ke arah bambu. Akibatnya, bambu itu tidak pernah putus. Selanjutnya, Kyai Rais mengayunkan golok yang tumpul ke arah bambu dengan sungguh-sungguh dan fokus. Sambil berkeringat dan mengeluarkan tenaga ekstra akhirnya bambu tersebut putus. Hingga akhirnya ia mendapatkan semangat baru bahwa dengan bersungguh-sungguh dan fokus maka keberhasilan  pasti datang seperti yang digambarkan dengan golok tumpul. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun kurang mendapatkan apresiasi dalam penampilan seni dan budaya, Alif akhirnya berhasil lolos dengan menjual kelebihannya dalam seni mengolah kata menjadi makna. Alif pun akhirnya berhasil mewujudkan impiannya ke Kanada. Di Kanada, seperti kutipan kata-kata Imam Syafii diatas, Alif akhirnya bertemu dengan teman baru dan petualangan baru. Petualangan yang membuat semangatnya menggebu-gebu karena bertekad untuk memenangkan medali sebagai peserta terbaik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kisah yang menarik semasa ia di Kanada. Mulai dari taktik, strategi, dan kesabaran Alif untuk mendapatkan waktu wawancara dengan tokoh pro dan kontra referendum Quebec yang ternyata tak semudah diangan. Wawancara dengan Lance Kapatuak, seorang Indian pemandu berburu dan bagaimana Alif dengan cerdasnya mencoba menutupi ironi berburu di Indonesia dengan olahraga berburu kandiak di kampung halamannya. Kisah romansa Alif dengan gadis pujaan hatinya yang baru. Serta bagaimana meriahnya pertunjukkan seni yang dilakukan para duta budaya bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum buku ini tidak kalah menarik dibandingkan dengan Negeri 5 Menara. Man Shabara Zhafira benar-benar mendapatkan porsi yang ideal di buku ini, hingga kita dibuat sadar bahwasanya kesungguhan yang ditambah dengan kesabaran pada akhirnya akan menjadikan kita berhasil dan beruntung. Novel ini juga berhasil membuat saya sering berpikir kalau Alif Fikri adalah pengejewantahan dari Ahmad Fuadi dalam hal nyata, mulai dari kisah petualangan Alif di novel ini hingga kesamaan inisial diantara mereka. Dan ketika mengkhatamkan buku ini, Ahmad Fuadi juga berhasil memaksa saya untuk mengamalkan Man Shabara Zhafira dalam menunggu kelanjutan kisah selanjutnya dari novel ini...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7346989081497511490-1565453952959335461?l=kacamatamakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/feeds/1565453952959335461/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7346989081497511490&amp;postID=1565453952959335461' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/1565453952959335461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/1565453952959335461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/2011/04/ranah-3-warna.html' title='Ranah 3 Warna'/><author><name>Havid Ardiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10877238365875258222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-CEm6OFc-WtY/TfyG09aiwKI/AAAAAAAAAY0/qKBn3QpP-Ug/s220/IMGP0039.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-WKVYorF3Rxs/TbCAYt11cbI/AAAAAAAAARw/zgUn70skXRg/s72-c/ranah3warna.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7346989081497511490.post-2118559926511930221</id><published>2011-04-19T09:56:00.004+07:00</published><updated>2011-04-19T20:59:14.209+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bursa Buku'/><title type='text'>Negeri 5 Menara</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-G8aiNvT5NQI/Taz8R3kM3CI/AAAAAAAAARo/a-6uD59Bh50/s1600/cover.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 135px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-G8aiNvT5NQI/Taz8R3kM3CI/AAAAAAAAARo/a-6uD59Bh50/s200/cover.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5597125820818447394" /&gt;&lt;/a&gt; Setelah sebelumnya saya mencoba memaknai &lt;a href="http://kacamatamakna.blogspot.com/2011/04/man-jadda-wajada.html"&gt;Man Jadda Wajada&lt;/a&gt;, tak lengkap rasanya apabila tidak mengupas sebuah novel menarik yang tidak sengaja saya temukan ketika mencoba mencari makna Man Jadda Wajada. Sebuah novel karya A. Fuadi yang berjudul Negeri 5 Menara karena novel ini bisa dikatakan sebagai pengejentawahan dari Man Jadda Wajada dalam bentuk kisah dan untaian kata yang memikat hati. Sebenarnya sudah cukup lama saya mengkhatamkan novel ini, sekitar awal tahun 2010, sehingga mungkin ada beberapa detail novel ini yang saya lupa, meskipun begitu saya akan mencoba mengumpulkan kepingan ingatan saya terhadap novel ini dan merajutnya kembali dalam resensi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novel ini berkisah tentang seorang putra minangkabau yang bernama Alif Fikri yang bermimpi untuk menjadi penerus BJ Habibie dan berhasrat untuk masuk ke bangku SMA guna mewujudkan mimpinya. Akan tetapi hasrat tinggalah hasrat ketika Alif dihadapkan pada pilihan sekolah agama atau mondok di pesantren. Sebuah pilihan yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya karena sang ibu menginginkan Alif menjadi sosok intelektual religius seperti Buya Hamka dan keterbatasan ekonomi keluarga. Hati Alif sempat berkecamuk, yang diantaranya  karena merasa dijauhkan dari cita-citanya dan rasa gengsinya terhadap Randai, sahabat sekaligus kompetitor abadinya, yang membuatnya berada dipersimpangan. Sekian waktu Alif berada di persimpangan,  sampai akhirnya dengan terpaksa ia menerima pilihan untuk mendalami ilmu agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan pun dimulai... Dengan menggunakan bus selama tiga hari tiga malam akhirnya tiba jugalah ia disebuah pondok, Pondok Madani (PM) namanya. Alangkah terkejutnya Alif ketika mendapati fakta harus melewati serangkaian tes untuk dapat menembus pondok ini. Masuk pesantren melalui tes, hal yang lagi-lagi tidak pernah terbayangkan dalam benak Alif. Nasi sudah menjadi bubur, Alif pun berusaha sebaik mungkin agar dapat mengenyam pendidikan di PM. Dan hasilnya.. Alif lulus dan diterima. Dan lembar demi lembar petualangan di Pondok Madani pun dibuka…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kelas hari pertamanya, Alif seakan tersihir oleh mantra sakti mandraguna yang disampaikan oleh Ustad Salman dalam suatu orasi yang menggetarkan jiwa, Man Jadda Wajada, siapa yang bersungguh-sungguh pasti berhasil. Sebuah kalimat yang begitu membekas dan sangat memotivasi Alif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di PM, Alif bertemu dengan sahabat baru, Raja dari Medan, Atang dari Bandung, Dulmajid dari Sumenep, Said dari Surabaya, dan Baso dari Gowa yang dipersatukan oleh hukuman jewer dan menjadi Jasus, siswa intelejen pesantren yang bertugas mencari pelanggar peraturan. Para sahabat ini memiliki kebiasaan duduk dan berdiskusi di Menara PM, yang karenanya menamakan kelompok mereka sebagai Sahibul Menara. Diantara diskusinya adalah tentang keinginan masa depan mereka sambil menatap lembayung awan yang beriringan, Alif melihat sebuah awan seperti Benua Amerika, Atang melihat awan itu seperti Benua Afrika, Raja berpendapat bahwa awan itu adalah Benua Eropa, Baso melihat awan itu seperti Benua Asia, sedangkan Dulmajid dan Said menganggap bentuk awan itu sebagai duplikat Indonesia. Dan sepertinya atas cita-cita ke enam sahabat itulah buku ini diberi judul Negeri 5 Menara, yang mewakili negara/benua yang mereka representasikan. Hari demi hari dilalui para sahibul menara di PM, banyak pengalaman mereka alami, mulai dari yang manis hingga yang paling getir, saat Baso harus meninggalkan PM menjelang ujian terakhir karena neneknya sakit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keras dan disiplinnya kehidupan di PM yang seperti di kuil Shaolin, benar-benar menjadikan Alif menjadi pribadi yang tangguh, meskipun terkadang kebimbangan dan hantu masa depan masih suka menghampirinya. Akan tetapi ketika ia ingat Baso dan Man Jadda Wajada kebimbangan itupun sirna menjadi semangat dan kesungguhan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kisah yang menarik dan ide-ide nakal nan cerdas ala pesantren yang tertuang di novel ini mulai dari tips &amp; trik bagaimana agar tidak kena antrian panjang saat makan, mandi, dan mencuci, bagaimana lobi cerdas Dulmadjid agar santri dapat izin menonton pertandingan bulutangkis, pengalaman mendebarkan dan mencekam saat meronda, hingga perjuangan Alif untuk mendapatkan foto &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Princess of Madani&lt;/span&gt; yang dielu-elukan santri di PM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini adalah buku yang sangat menarik, pesan Man Jadda Wajada yang menjadi jargon buku ini benar-benar dituturkan dalam kisah yang menarik dan indah yang membuat kita enggan untuk meninggalkan buku ini sebelum benar-benar habis. Buku ini juga berhasil mendobrak gambaran pesantren yang banyak melekat di masyarakat. Citra pesantren yang selama ini diasumsikan kaku dan tempat pendidikan anak-anak nakal benar-benar dikikis habis. Karena kita akan menjumpai pesantren yang didalamnya terdiri dari sosok unggul yang masuknya harus melalui tes ketat dan didalamnya terdiri dari kurikulum yang bermutu. Pesantren yang tidak kaku dan penuh romansa. Meskipun begitu buku ini tidak melulu cerita tentang pesantren, karena buku ini juga menonjolkan tentang kesungguhan, perjuangan, dan persahabatan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7346989081497511490-2118559926511930221?l=kacamatamakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/feeds/2118559926511930221/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7346989081497511490&amp;postID=2118559926511930221' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/2118559926511930221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/2118559926511930221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/2011/04/negeri-5-menara.html' title='Negeri 5 Menara'/><author><name>Havid Ardiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10877238365875258222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-CEm6OFc-WtY/TfyG09aiwKI/AAAAAAAAAY0/qKBn3QpP-Ug/s220/IMGP0039.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-G8aiNvT5NQI/Taz8R3kM3CI/AAAAAAAAARo/a-6uD59Bh50/s72-c/cover.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7346989081497511490.post-3407069844371858415</id><published>2011-04-18T11:39:00.008+07:00</published><updated>2011-04-22T10:01:28.736+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Religi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><title type='text'>Man Jadda Wajada</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-gWBvf1RqxBM/TavEPakO8ZI/AAAAAAAAARg/WXD_QWmrEN8/s1600/Bisa%2BJika%2BBerpikir%2BBisa.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-gWBvf1RqxBM/TavEPakO8ZI/AAAAAAAAARg/WXD_QWmrEN8/s200/Bisa%2BJika%2BBerpikir%2BBisa.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5596782731046351250" /&gt;&lt;/a&gt; Sekitar akhir tahun 2009 yang lalu, ketika saya baru mutasi ke &lt;a href="http://kacamatamakna.blogspot.com/2010/07/muara-bungo-kota-kecil-yang-mengajarkan.html"&gt;Muara Bungo&lt;/a&gt;, atasan saya pernah mengatakan kepada saya, ‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Man Jadda Wajada&lt;/span&gt; vid’. Saya yang ketika itu tidak tahu apa artinya kontan bertanya kepada beliau,’Maksudnya apa mas? Aku nggak tau artinya’. Beliau pun kemudian mengatakan ke saya ‘Siapa yang bersungguh-sungguh pasti berhasil. Itu pepatah Arab. Coba pahami dan renungi maknanya’. Terus terang ketika itu saya cukup malu dengan beliau dan diri saya sendiri, bagaimana mungkin saya yang terlahir sebagai muslim, pernah belajar mengaji dan sedikit bahasa arab akan tetapi tidak tahu makna kalimat tersebut. Sementara atasan saya yang non muslim malah meminta saya untuk memaknai kalimat tersebut. Oleh karena itu, selesai berbincang dengan beliau, saya langsung bergegas untuk mencari tahu makna dari kalimat tersebut.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Man Jadda Wajada&lt;/span&gt;, siapa yang bersungguh-sungguh pasti berhasil. Kalimat ini memang sederhana, akan tetapi semakin saya renungi dan semakin saya coba untuk pahami, maka semakin yakin juga saya akan kebenaran kata-kata tersebut. Keberhasilan memang membutuhkan kesungguhan dan kerja keras, seperti yang pernah diajarkan ketika sekolah dulu, rizki didapatkan dengan kerja keras, kegagalan umumnya disebabkan karena kemalasan, dan jangan pernah mengharapkan keajaiban jika tidak berusaha. Hal ini juga sesuai dengan apa yang Allah SWT janjikan dalam Surat Ar-Rad ayat 11, ‘Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri ‘.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita dihadapkan pada kesulitan atau ketika kita dihadapkan pada tuntutan yang luar biasa, mungkin tidak jarang kita berpikir dan mengeluh ‘kenapa berat sekali?’ ‘saya sepertinya tidak mampu’ ‘harusnya si A karena lebih berpengalaman’ ‘tapi saya…’ dan hal lainnya. Tapi apakah dengan mengeluh semua persoalan serta merta langsung hilang bersamaan dengan keluhan kita? Ketahuilah sahabat, kalau Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya , seperti yang tertuang dalam Al Baqarah ayat 286.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakinlah dengan kemampuan yang kita miliki, jangan merasa lebih rendah dari orang lain dan jangan merasa tidak mampu sebelum berusaha. Jika anda meyakini tidak ada kemudahan yang kekal, maka yakinilah kalau tidak ada kesulitan yang kekal juga. Jangan pernah mau tenggelam dalam kesulitan dan jangan bermalas-malasan, karena bermalas-malasan tidak akan mengubah hidup kita. Jangan lihat segala sesuatu dengan kacamata negatif, karena anda hanya akan melihat kesulitan dengan kacamata tersebut. Gantilah dengan kacamata positif, agar anda dapat berpikir dengan jernih dan melihat harapan sekecil apapun itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pepatah arab juga mengatakan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;biqadri maa ta’tanii tanaalu maa tatamannaa&lt;/span&gt;, sebesar kemauanmu sebesar itu pula yang kau dapatkan.  Ya.. semua berawal dari pikiran positif dan cita-cita kita yang oleh Stephen Covey diistilahkan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;begin in the end in mind&lt;/span&gt;. Bergegaslah kepada apa yang kita inginkan dengan membuatlah perencanaan sebaik mungkin, berusahalah untuk menggali potensi dan kemungkinan yang ada, jika anda bilang tidak memiliki potensi dan peluang, kemungkinan ada yang salah dalam perencanaan atau bahkan pikiran anda, karena anda pasti memiliki potensi yang belum tentu dimiliki orang lain. Setelah itu cobalah untuk menyalurkan dan menunjukkan semua potensi yang ada sambil melatihnya dengan konsisten. Berusahalah untuk menciptakan momentum, jangan tunggu momentum datang, karena kita tidak akan pernah tahu kapan momentum itu datang jika tidak pernah berusaha menciptakannya. Selanjutnya berusahalah untuk mengelola pekerjaan dan waktu anda agar lebih efisien dan efektif. Untuk mengelola pekerjaan dan waktu kita memang membutuhkan kedisiplinan dan konsistensi, maka berusahalah untuk disiplin terhadap apa yang telah kita rencanakan sebelum orang lain atau bahkan kompetitor yang mendisiplinkan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda sudah berusaha, namun apa yang kita pikirkan dan rencanakan belum juga terwujud, maka bersabarlah, tetaplah untuk berusaha, dan jangan pernah berhenti. InsyaAllah, jika kemauan kita benar maka jalan menuju apa yang kita harapkan akan terbuka cepat atau lambat, seperti yang dikatakan pepatah arab lainnya, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;idza shadaqal ‘azmu wadhahas-sabiilu&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;When there is a will there is a way&lt;/span&gt;, kata pepatah barat modern. Jangan pernah mengaharapkan keajaiban jika kita tidak terus berusaha. Thomas Alva Edison menemukan lampu pijar setelah sekian ratus kali percobaan, Kolonel Sanders menemukan resep ayam goreng setelah sekian ribu kali, Siti Hajar menemukan air zam-zam untuk Nabi Ismail, putranya, setelah berlari-lari bolak balik dari bukit shafa ke bukit marwah berkali-kali, atau yang paling anyar Liverpool FC meraih juara Liga Champion Eropa tahun 2005 setelah nyaris tanpa harapan dan tertinggal 3-0 dari AC Milan dibabak pertama. Bayangkan apa yang terjadi jika mereka semua menyerah dengan keadaan. Mungkin kita masih hidup dalam kegelapan karena tidak adanya lampu, mungkin kita tidak akan pernah merasakan ayam goreng KFC, mungkin Nabi Ismail akan meninggal karena kehausan, dan mungkin AC Milan lah yang akan menjadi juara Liga Champion ketika itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika suatu saat apa yang anda pikirkan dan rencanakan sudah berhasil anda dapatkan, janganlah lupa untuk bersyukur, jangan juga bersikap sombong apalagi takabur atas pencapaian kita, dan tetaplah berusaha untuk selalu menghargai orang lain. Karena semua kita dapatkan atas kuasa Sang Khalik dan mungkin tidak sedikit atas bantuan orang lain tanpa kita sadari. Jangan juga cepat berpuas diri atas apa yang berhasil kita raih sehingga membuat kita terlena pada zona nyaman. Ingat, tidak ada kesulitan dan kemudahan yang kekal. Zaman terus berubah dan siapa yang sanggup mengikuti perubahanlah yang akan bertahan menjadi pemenangnya. Oleh karena itu gali terus kemampuan dan potensi yang kita miliki, evaluasi setiap proses yang kita lakukan, dan teruslah belajar untuk lebih baik lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga dengan itu, kita menjadi manusia yang tangguh dan tidak mudah menyerah dalam segala situasi. Sehingga kita selalu bersinar terang, bahkan jika memungkinkan paling terang, seperti indahnya bintang di langit luas dan bukan sebagai bulan yang memantulkan pesona bintang. Karena meskipun bulan terlihat, tetap saja yang paling bersinar adalah bintang. Semoga…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7346989081497511490-3407069844371858415?l=kacamatamakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/feeds/3407069844371858415/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7346989081497511490&amp;postID=3407069844371858415' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/3407069844371858415'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/3407069844371858415'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/2011/04/man-jadda-wajada.html' title='Man Jadda Wajada'/><author><name>Havid Ardiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10877238365875258222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-CEm6OFc-WtY/TfyG09aiwKI/AAAAAAAAAY0/qKBn3QpP-Ug/s220/IMGP0039.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-gWBvf1RqxBM/TavEPakO8ZI/AAAAAAAAARg/WXD_QWmrEN8/s72-c/Bisa%2BJika%2BBerpikir%2BBisa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7346989081497511490.post-3488721243324826852</id><published>2011-04-16T14:53:00.004+07:00</published><updated>2011-04-16T15:04:10.630+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Religi'/><title type='text'>Shaf Selurus Anak Panah</title><content type='html'>Luruskan shaf-shaf, karena lurusnya shaf termasuk kesempurnaan sholat. Dalam setiap sholat berjamaah pesan yang tertuang dalam HR Muslim itu seringkali diucapkan imam sebelum memulai sholat. Tidak jarang Imam tersebut membalikkan badannya untuk memastikan sekeliling apakah shaf sudah lurus atau belum. Akan tetapi tidak jarang juga makmum yang ketika diminta meluruskan shafnya terkesan acuh tak acuh. Saya pun beberapa kali mendapati hal tersebut sebagai makmum, ketika shalat akan dimulai terkadang disebelah kanan atau kiri saya kurang rapat, dan ketika saya mengajak makmum disebelah saya untuk merapatkan shaf, makmum tersebut hanya tersenyum dan mengangkat tangan seperti ingin mengatakan, ‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;tidak saya disini saja&lt;/span&gt;’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pemikiran saya, sepertinya ada beberapa sebab yang membuat shaf tidak lurus dan rapat. Pertama, makmum tersebut tidak mengetahui pentingnya lurus dan rapatnya shaf. Kedua, imam kurang memperhatikan barisan shaf yang ada dibelakangnya, karena meskipun imam seringkali mengumandangkan agar shaf diluruskan dan dirapatkan, akan tetapi imam tersebut menyampaikan tanpa melihat ke makmum. Ketiga, karpet yang berbentuk seperti sajadah yang terkadang membuat makmum menjadi terkapling-kapling berdasarkan sajadah yang tergambar yang pada akhirnya membuat shaf menjadi renggang. Disini saya tidak hendak mengatakan kalau karpet berbentuk sajadah tidak baik, insyaAllah saya yakin maksud pembuatan karpet tersebut adalah untuk tujuan yang baik, akan tetapi mungkin pemahaman ummat akan pentingnya kelurusan shaf yang masih belum menyeluruh yang membuatnya menjadi berkapling-kapling.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-AiF4937AiUA/TalNVJyUywI/AAAAAAAAARQ/ZOfPp5anF8Y/s1600/Shaf%2BLurus%2BRapat.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 151px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-AiF4937AiUA/TalNVJyUywI/AAAAAAAAARQ/ZOfPp5anF8Y/s200/Shaf%2BLurus%2BRapat.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5596089037784140546" /&gt;&lt;/a&gt; Tahukah anda kalau meluruskan dan merapatkan shaf adalah suatu hal yang penting? Begitu pentingnya sampai-sampai Rasulullah SAW selalu meminta ummat untuk meluruskan dan merapatkan shaf dan bahkan terkadang memeriksa sendiri kerapatan dan kelurusan shaf seakan-akan Beliau sedang meluruskan anak panah. Dalam HR Muslim dan HR Abu Dawud, shaf yang tidak lurus bisa menyebabkan hati berselisih dan berseteru. Sedangkan dalam HR Bukhari dan Muslim, shaf yang tidak lurus bisa mengakibatkan Allah akan memalingkan antara wajah-wajah kita. Ketika saya sekolah, Ustad saya pernah menjelaskan kalau setan akan mengisi celah yang kurang rapat. Mereka akan berusaha membuat hati menjadi saling berselisih dan jauh antara satu dengan lainnya agar senantiasa tidak dapat bersatu, agar kaum muslimin tidak mampu memberantas madzhab-madzhab yang menyimpang dan keyakinan-keyakinan yang menyeleweng. Oleh karena itu lurusnya shaf sangat ditakuti setan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana caranya agar shaf bisa lurus dan rapat? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai Imam, Rasulullah SAW mencontohkan dengan berjalan di antara shaf-shaf untuk meluruskannya dengan tangannya dari shaf pertama sampai terakhirnya. Mungkin anda kemudian bertanya, bagaimana apabila ummat semakin banyak? Ketika manusia semakin banyak di masa Khalifah Umar bin Khaththab, Umar pun memerintahkan seseorang untuk meluruskan shaf apabila telah dikumandangkan iqamah. Apabila orang yang ditugaskan tersebut telah datang dan mengatakan, ‘Shaf telah lurus’ maka Umar pun bertakbir untuk memulai shalat. Demikian juga yang dilakukan oleh Khalifah Utsman bin Affan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan contoh diatas, maka hendaknya imam shalat punya perhatian yang besar dalam meluruskan shaf Rasulullah SAW dan Khalifah melakukannya. Dimana beliau sampai-sampai meluruskan sendiri dengan kedua tangan beliau atau meminta orang untuk memeriksa kelurusan shaf. Bukan hanya dengan himbauan yang bahkan terkadang sambil membelakangi makmum dan menghadap kiblat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sisi makmum, dalam HR Abu Daud, kita diminta untuk meratakan bahu, menutupi celah, dan bersikap lunak terhadap tangan saudara kita yang hendak meluruskan shaf. Kemudian kita diminta untuk mengisi shaf paling depan yang masih kosong, seperti yang diriwayatkan dalam HR Muslim, ‘Bahwa Rasulullah SAW pernah melihat ada sebagian sahabatnya tidak mau maju ke shaf yang pertama, maka beliau bersabda: ‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;majulah serta ikutilah aku dan hendaklah orang yang dibelakangmu mengikuti pula kepadamu. Suatu kaum yang selalu dibelakang akan dibelakangkan pula oleh Allah Azza Wajalla.&lt;/span&gt;’ Dalam hadist lain dari Jabir bin Samurah yang juga diriwayatkan Muslim, Rasulullah juga bersabda ‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tidakkah kalian berbaris sebagaimana malaikat berbaris di sisi Rabbnya?’ Maka kami berkata, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana malaikat berbaris di sisi Rabbnya?’ Beliau bersabda, ‘Mereka menyempurnakan shaf-shaf pertama dan mereka rapat dalam shaf.&lt;/span&gt;’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai siapa yang sebaiknya berada dibarisan paling depan, Rasulullah SAW juga sudah memandu dengan sangat jelas dalam HR Muslim '&lt;span style="font-style:italic;"&gt;… Hendaklah yang tepat di belakangku adalah orang yang dewasa yang memiliki kecerdasan dan orang yang sudah berakal di antara kalian, kemudian orang yang sesudah mereka, kemudian orang yang sesudah mereka.&lt;/span&gt;' Berdasarkan hadist diatas maka dapat disimpulkan kalau sebaiknya yang berdiri di belakang imam adalah orang yang sudah dewasa dan mempunyai ilmu dan kecerdasan. Karenanya anak-anak yang belum baligh atau orang-orang yang tidak punya ilmu agama, tidak berada di belakang imam, kecuali jika tidak ada orang yang shalat selain mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian sedikit hal mengenai pentingnya lurus dan rapatnya shaf, semoga kita dapat mengamalkan apa yang dicontohkan Rasulullah SAW dan Khalifah. Dan semoga kita dimasukkan kedalam golongan hamba yang tidak berselisih, tidak terbelakang, dan khusyuk sholatnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7346989081497511490-3488721243324826852?l=kacamatamakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/feeds/3488721243324826852/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7346989081497511490&amp;postID=3488721243324826852' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/3488721243324826852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/3488721243324826852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/2011/04/shaf-selurus-anak-panah.html' title='Shaf Selurus Anak Panah'/><author><name>Havid Ardiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10877238365875258222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-CEm6OFc-WtY/TfyG09aiwKI/AAAAAAAAAY0/qKBn3QpP-Ug/s220/IMGP0039.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-AiF4937AiUA/TalNVJyUywI/AAAAAAAAARQ/ZOfPp5anF8Y/s72-c/Shaf%2BLurus%2BRapat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7346989081497511490.post-2183879142548744081</id><published>2011-04-12T10:29:00.001+07:00</published><updated>2011-04-16T14:50:15.100+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Obat Herbal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>Kencur Pembunuh Batuk</title><content type='html'>Sudah sekitar 10 hari lebih saya batuk-batuk. Tak kurang dari 2 botol obat batuk dan beberapa obat lain saya habiskan akan tetapi sang batuk masih senang, terkesan posesif, dan enggan pergi dari tenggorokan saya. Entah hal menarik apa yang terdapat dalam rongga mulut ini sehingga membuat batuk jatuh cinta kepadanya. Sampai dua hari yang lalu, ketika saya pulang ke rumah orang tua setelah review, sang batuk akhirnya mulai memalingkan cintanya dan pergi dari tenggokan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat putranya diganggu oleh batuk, orang tua saya membuat sebuah minuman mujarab berbahan baku dari kencur, ya... kencur... Dan hasilnya sungguh mujarab. Alhamdulillah, batuk pun segera pergi dari kerongkongan tercinta. Selidik punya selidik, ternyata sebelum saya sudah ada 2 keponakan saya yang merasakan saktinya kencur terhadap batuk, yaitu Akmal dan Kiarra. Sekian waktu batuk menggerogoti mereka hingga datanglah kencur untuk mengusirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kencur"&gt;Kencur &lt;/a&gt;merupakan suku tumbuhan Zingiberaceae dan digolongkan sebagai tanaman jenis empon-empon yang mempunyai daging buah paling lunak dan tidak berserat yang tumbuh subur didataran rendah atau pegunungan yang tanahnya gembur dan tidak terlalu banyak air. Rimpang atau rizoma tanaman ini mengandung minyak atsiri dan alkaloid yang dimanfaatkan sebagai stimulan. &lt;a href="http://www.litbang.deptan.go.id/berita/one/716/"&gt;Si kecil serbaguna&lt;/a&gt; ini dapat dipakai sebagai bahan baku jamu (obat tradisional), fitofarmaka, industry kosmetika, penyedap makanan dan minuman, rempah, serta bahan campuran saus rokok kretek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana sehingga kencur bisa menaklukkan batuk. Saya akan berbagi rahasianya kepada anda. Yang anda butuhkan sekarang adalah 3 ruas jari kencur dan 1 sendok teh madu. Cara meraciknya adalah: 1, Cuci bersih kencur sambil dikerok kulitnya yang hitam. 2, Parut kencur tersebut. 3, Setelah diparut, parutan kencur ditambah air matang dua sendok makan sambil diremas-remas. 4, Saring hasil remasan parutan tadi. 5, Beri madu lalu ratakan madu dengan air hasil saringan tadi. 6, Kencur siap diminum dengan tidak lupa membaca doa. InsyaAllah anda akan merasakan manfaatnya juga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7346989081497511490-2183879142548744081?l=kacamatamakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/feeds/2183879142548744081/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7346989081497511490&amp;postID=2183879142548744081' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/2183879142548744081'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/2183879142548744081'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/2011/04/kencur-pembunuh-batuk.html' title='Kencur Pembunuh Batuk'/><author><name>Havid Ardiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10877238365875258222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-CEm6OFc-WtY/TfyG09aiwKI/AAAAAAAAAY0/qKBn3QpP-Ug/s220/IMGP0039.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7346989081497511490.post-8922323977134013622</id><published>2011-04-09T23:13:00.013+07:00</published><updated>2011-04-10T21:53:42.812+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>Berkunjung Ke Tanah Batak</title><content type='html'>Seperti yang sudah kami rencanakan 2 hari sebelumnya, hari sabtu awal april itu kami berencana untuk plesir ke Danau Toba. Sekitar jam 10 pagi, perjalanan kami menuju tanah batak dimulai dari Rantau Prapat, untuk kemudian melintasi Asahan, Batubara, Simalungun, Siantar, hingga akhirnya ke Tobasa, yang jika ditempuh tanpa berhenti akan memakan waktu 5-6 jam. Sawit yang membentang dari kebun satu ke kebun lain menghampar di sepanjang perjalanan dari Rantau Prapat hingga Batubara. Baru ketika memasuki Perdagangan, satu-dua hutan karet mulai terlihat di tepi jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-LqDj85wfPzY/TaCNS097ipI/AAAAAAAAAQ4/KDEXRz7VqR8/s1600/Dewi%2BKwan%2BIm.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 174px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-LqDj85wfPzY/TaCNS097ipI/AAAAAAAAAQ4/KDEXRz7VqR8/s200/Dewi%2BKwan%2BIm.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5593626091789716114" /&gt;&lt;/a&gt;Ketika memasuki Siantar, yang berjarak sekitar 128 KM barat daya kota Medan, kami langsung bergegas ke destinasi pertama kami, Patung Dewi Kwan Im yang terdapat di Vihara Avalokiteswara. Patung ini sangat menarik karena dengan tinggi 22.8 meter, membuat patung dewi kasih sayang ini menjadi Patung Dewi Kwan Im tertinggi dan termegah di Indonesia dan bahkan Asia Tenggara. Begitu tingginya membuat keanggunan patung ini langsung terlihat ketika kami akan memasuki komplek vihara. Nuansa Cina benar-benar terasa di vihara ini, mulai dari patung 12 shio yang terdapat di dekat tempat parkir, kuil, hingga patung Dewi Kwan Im yang dikawal 4 pengawal berbadan kekar dan 2 lonceng disekitar sang dewi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-bc2UEDMO9bs/TaCNcjuMmJI/AAAAAAAAARA/LyoKRs75SL0/s1600/danau-toba.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-bc2UEDMO9bs/TaCNcjuMmJI/AAAAAAAAARA/LyoKRs75SL0/s200/danau-toba.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5593626258959014034" /&gt;&lt;/a&gt; Selesai dari Kuil tersebut, perjalanan kami lanjutkan ke destinasi utama, Danau Toba!! Dan setelah sekitar 1 jam perjalanan dari Siantar, akhirnya kami sampai di Danau Toba, danau terbesar di Indonesia dengan pemandangan yang menakjubkan membentang di hadapan. Kemudian kami mencoba keliling danau sejenak sebelum menuju hotel untuk bermalam dan beristirahat sejenak memandangi indahnya danau yang konon berasal dari kisah seorang pemuda bernama Toba yang menemukan ikan besar yang indah, dimana kemudian ikan tersebut berubah menjadi wanita cantik dan kemudian ia nikahi dengan syarat Toba harus menjaga asal usul wanita tersebut. Akan tetapi syarat ini dilanggar Toba ketika Samosir, anak perkawinan Toba dengan wanita tadi, memakan sebagian nasi yang hendak diberikan istri Toba kepada Toba, hingga terucaplah kata dari Toba, dasar anak ikan. Mendengar perkataan Toba kepada anaknya ketika Samosir pulang dan mengadu, sedihlah wanita itu. Kemudian sang anak berlari kedataran tinggi atas perintah ibunya, dimana sang ibu lari ke pinggir sungai dan melompat kedalamnya Berselang beberapa waktu kemudian, air sungai itu sudah meluap kemana-mana dan tergenanglah lembah tempat sungai itu mengalir. Toba tidak bisa menyelamatkan dirinya, ia mati tenggelam oleh genangan air. lama-kelamaan, genangan air itu semakin luas dan berubah menjadi danau yang sangat besar yang kemudian hari dinamakan Danau Toba. Dan Pulau kecil ditengah-tengahnya diberi nama pulau Samosir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-9fSgS5H_3Rg/TaCMSMxlQeI/AAAAAAAAAQg/Dr2X_zCXw2s/s1600/Batu%2BGantung.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 175px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-9fSgS5H_3Rg/TaCMSMxlQeI/AAAAAAAAAQg/Dr2X_zCXw2s/s200/Batu%2BGantung.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5593624981488878050" /&gt;&lt;/a&gt;Pagi hari, sebelum matahari benar-benar terik. Kami bergegas untuk segera ke tengah danau menggunakan perahu menuju ke Pulau Samosir, tepatnya Tomok. Sebelum ke Tomok, oleh nakhoda kapal kami disempatkan untuk melewati Tuktuk untuk kemudian singgah sebentar di Batu Gantung yang melegenda itu, yang menurut cerita rakyat merupakan bagian tubuh dari wanita cantik bernama Seruni. Dimana ketika itu Seruni sedang gundah gulana karena akan dinikahkan dengan sepupunya sementara ia sudah punya kekasih dan telah berjanji akan membina rumah tangga dengan kekasihnya. Diliputi rasa putus asa karena tidak sanggup berpisah dengan kekasihnya dan tidak ingin mengecewakan orang tuanya, Seruni kemudian berjalan kepinggir danau dan tanpa sengaja terperosok kedalam lubang. Awalnya seruni ketakutan karena gelapnya lubang tersebut, akan tetapi karena putus asa, Seruni kemudian memilih untuk mati dan kemudian berteriak ‘Parapat.. Parapat Batu.. Parapat’. Hingga sesaat kemudian terdengar suara gemuruh. Dan sesaat kemudian setelah gemuruh hilang, muncullah sebuah batu besar yang menyerupai tubuh seorang gadis yang dipercaya penjelmaan dari Seruni. Oleh karena Parapat sering diucapkan oleh orang yang menceritakan kejadian tersebut, maka daerah disekitar danau Toba disebut sebagai daerah Parapat. Ketika berhenti di Batu Gantung kami juga melihat beberapa ‘anak danau’ yang mencoba mengais rezeki dengan cara menyelam mengambil uang receh yang dilempar pengunjung kedalam danau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-Cse8SSGTwqc/TaCNBZQnxWI/AAAAAAAAAQw/kAPcyGXs9Rs/s1600/Sigale-gale.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 108px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-Cse8SSGTwqc/TaCNBZQnxWI/AAAAAAAAAQw/kAPcyGXs9Rs/s200/Sigale-gale.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5593625792294143330" /&gt;&lt;/a&gt;Setelah dari Batu Gantung perjalanan kami lanjutkan kembali menuju Tomok. Sesampainya di Tomok, kami disambut oleh tugu yang menggambarkan pasangan batak yang terdiri dari Batak Toba, Batak Simalungun, Batak Pakpak, Batak Karo, dan Batak Mandailing. Kami lanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki, ditengah perjalanan datanglah pemuda lokal yang menawarkan diri menjadi pemandu wisata dengan upah lima puluh ribu rupiah. Akan tetapi karena rekan saya mengetahui seluk beluk daerah ini, dengan halus kami tolak tawaran pemuda tersebut dan bergegas menuju Patung Sigale Gale. Yang konon Sigale Gale ini adalah anak Raja di Pulau Samosir, yang bernama Manggale. Namun kemudian meninggal dan orang tuanya masih belum dapat melepas kepergian anaknya tersebut. Maka untuk menghibur diri, mereka membuat replika anaknya tersebut. Boneka kayu itu dibuat dengan sedemikian rupa sehingga bisa digerakkan dari belakang oleh seseorang. Gerakan itu terjadi karena bagian lengan dan kepala dihubungkan dengan tali tersembunyi. Konon dahulu kala jumlah tali yang menggerakkan si Gale-gale itu sama dengan jumlah urat yang ada di tangan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-Znc---Y0u0A/TaCMoaZT1tI/AAAAAAAAAQo/lJNOU8pf244/s1600/Raja%2BSidabutar.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-Znc---Y0u0A/TaCMoaZT1tI/AAAAAAAAAQo/lJNOU8pf244/s200/Raja%2BSidabutar.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5593625363102291666" /&gt;&lt;/a&gt;Selepas dari Sigale Gale, kami mengunjungi makam Raja Sidabutar. Raja yang konon merupakan orang pertama yang menginjakkan kaki di Samosir. Dimana makam tertua adalah makam Raja Ompu Naibatu Sidabutar yang meninggal sekitar 460 tahun yang lalu. Semasa hidupnya, raja ini berpesan apabila kelak ia meninggal maka ia dimakamkan di dalam batu. Pada umur 115 tahun, raja ini meninggal kemudian mayatnya dibungkus dengan selendang batak yaitu ulos sibolang dengan warna biru – biru hitam. Dan sesudah tujuh hari maka ditanamlah satu pohon yang bernama pohon Ari Ara yang berarti pohon peringatan, pohon ini merupakan pohon yang sangat besar. Selain makam Raja Ompu Naibatu Sidabutar, makam lain yang terkenal diarea ini adalah makam Raja Ompu Soributu Sidabutar yang merupakan cucu dari Raja pertama tersebut. Sebagian besar dari Raja masih menganut kepercayaan Parmalin, hal ini ditandai dengan adanya kain yang berwarna Hitam, Merah, dan Putih diatas makam Raja yang menganut kepercayaan Parmalin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-FNvNUZej70U/TaCKiQqfhzI/AAAAAAAAAQQ/I9SlI6wCpaQ/s1600/Museum%2BBtak%2Btomok.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 144px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-FNvNUZej70U/TaCKiQqfhzI/AAAAAAAAAQQ/I9SlI6wCpaQ/s320/Museum%2BBtak%2Btomok.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5593623058387535666" /&gt;&lt;/a&gt;Perjalanan selanjutnya adalah menuju ke Museum Batak Tomok. Museum ini berbentuk rumah adat Batak yang cukup indah. Memasuki ke dalam museum, nuansa megalitikum cukup terasa, hal ini ditandai dengan banyak batu maupun peninggalan masa lalu yang bercorak patung megalitukum. Beberapa alat yang tersisa juga menggambarkan bagaimana kehidupan masyarakat zaman dahulu yang sepertinya menggantungkan hidup dari berburu dan bercocok tanam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-EFF5LCDivbY/TaCLhzzBTpI/AAAAAAAAAQY/qL8KxbWltIs/s1600/Mangga%2BUdang%2B%2526%2BRoti%2BGanda.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 96px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-EFF5LCDivbY/TaCLhzzBTpI/AAAAAAAAAQY/qL8KxbWltIs/s320/Mangga%2BUdang%2B%2526%2BRoti%2BGanda.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5593624150150303378" /&gt;&lt;/a&gt; Puas berkunjung dari satu tempat ke tempat lain, kami pun bergegas untuk kembali menyeberangi Danau Toba untuk kembali ke hotel. Dimana sebelum kembali kami menyempatkan membeli beberapa cinderamata khas seperti Kalender Batak, Sarung Harum, Ulos, Saur Ikat, dan kerajinan batak lainnya. Setelah istirahat sejenak, perjalanan pulang ke Rantau Prapat kami lanjutkan kembali. Untuk teman kami diperjalanan kami kembali membeli sesuatu yang khas, yaitu Mangga Udang dan Kacang Sihobuk. Sesampainya di Siantar, kami juga menyempatkan untuk membeli Roti Ganda yang sangat legendaris dan tersohor di Siantar. Kami kembali ke rumah dengan perasaan puas, senang, dan berkeinginan untuk kembali berkunjung menikmati indahnya Tanah Batak dan indahnya Danau Terbesar di Indonesia tercinta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7346989081497511490-8922323977134013622?l=kacamatamakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/feeds/8922323977134013622/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7346989081497511490&amp;postID=8922323977134013622' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/8922323977134013622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/8922323977134013622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/2011/04/berkunjung-ke-tanah-batak.html' title='Berkunjung Ke Tanah Batak'/><author><name>Havid Ardiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10877238365875258222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-CEm6OFc-WtY/TfyG09aiwKI/AAAAAAAAAY0/qKBn3QpP-Ug/s220/IMGP0039.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-LqDj85wfPzY/TaCNS097ipI/AAAAAAAAAQ4/KDEXRz7VqR8/s72-c/Dewi%2BKwan%2BIm.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7346989081497511490.post-9013441417628793183</id><published>2011-04-09T10:20:00.008+07:00</published><updated>2011-04-09T10:29:17.512+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan Hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>Memori Sungai Bingei : Samurai Mencari Jejak</title><content type='html'>Setelah &lt;a href="http://kacamatamakna.blogspot.com/2011/04/memori-sungai-bingei-menari-dengan.html"&gt;romansa bersama jeram&lt;/a&gt; dan makan siang, kami kembali berkumpul dilapangan untuk melakukan aktifitas lainnya. Kami mulai siang ini dengan berfoto bersama dahulu sebelum membakar kembali kalori kami. Diawali dengan foto bersama setiap fungsi dan jabatan hingga foto tim sumatera secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-2_GBVazP4pE/TZ_ROMzjurI/AAAAAAAAAPA/HKXygOCZXAI/s1600/IMG_12361.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 95px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-2_GBVazP4pE/TZ_ROMzjurI/AAAAAAAAAPA/HKXygOCZXAI/s400/IMG_12361.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5593419304103295666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setelah berfoto, aktifitas pembakaran kalori pun dimulai kembali. Dibuka dengan pemanasan untuk melemaskan otot-otot kami yang telah lama kaku karena tidak sering dilatih dan mungkin terkejut oleh ulah jeram sebelumnya. Setelah pemanasan, kelompok kemudian dibagi dua, kami akan melakukan peperangan secara kolosal dan saling membunuh. Kami adalah para samurai yang menggunakan jari tangan kami sebagai senjatanya. Oleh karena itu pertempuran ini dinamakan sebagai &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Finger Samurai!!&lt;/span&gt;. Masing-masing kelompok berdiskusi panjang memutuskan strategi yang akan digunakan untuk memenangi pertempuran berdarah ini. Setelah memutuskan strategi yang digunakan, kami pun menetapkan nama binatang sebagai sandi pertempuran. &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-nF4jlKB0BFg/TZ_RqTwUU8I/AAAAAAAAAPI/7RHWTYyRA8s/s1600/IMG_11701.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 256px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-nF4jlKB0BFg/TZ_RqTwUU8I/AAAAAAAAAPI/7RHWTYyRA8s/s400/IMG_11701.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5593419787005088706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pertempuran siap dimulai. Kedua kelompok saling memandang dan tidak mau kalah. Mata kami saling menatap. Senjata sudah disiapkan. Dan pertempuran pun dimulai. Seraaaang... Dan komando menyebutkan sandi pertempuran kami.. nyeeettt.... Lawan tidak mau kalah dengan menggunakan sandi gajah... Jari kami siap bertempur.. Dan disaat jari ini ingin menghabisi lawan, sandi kami tiba-tiba berubah.. jiiiiing... Dan lawan kami pun protes karena taktik kami... Ketipu deeeh... Hingga pertempuran diulang kembali hingga dua kali. Dan akhirnya karena kalah, kami pun siap memberikan pijatan terbaik kami untuk lawan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai menjadi samurai, kelompok kemudian dibagi kembali menjadi 6 kelompok, untuk memulai petualangan selanjutnya. Petualangan pun dimulai, diawali dengan aktifitas memasukkan ban karet ke dalam kayu yang terpancang setinggi orang dewasa, dimana ban tersebut sudah dipasang jaring sebagai perangkap dan kami dibekali kumpulan kayu dengan panjang yang tidak sama sebagai alat bantu kami. Jaring sengaja dipasang dan tidak boleh tersentuh oleh kayu yang terpancang dan kayu alat bantu kami. Tangan kami juga dilarang digunakan  untuk memegang ban tersebut. Setelah dua kali mencoba kelompok kami pun berhasil menyelesaikan permainan ini. Dan bersiap melanjutkan ke petualangan selanjutnya. Akan tetapi, dimana dan seperti apa petualangan selanjutnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-8YL3mIi16Lo/TZ_SM2L2UEI/AAAAAAAAAPY/0qppbjv0XgE/s1600/IMG_1411.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 82px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-8YL3mIi16Lo/TZ_SM2L2UEI/AAAAAAAAAPY/0qppbjv0XgE/s200/IMG_1411.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5593420380362920002" /&gt;&lt;/a&gt; Untuk menuju ke permainan selanjutnya, kami pun harus mencari lokasi permainan selanjutnya dengan mencari petunjuk-petunjuk yang ada di jalan. Petunjuk bisa berupa tali rafia warna warni, kertas, atau apapun. Petualangan dilanjutkan kembali, di tengah perjalanan menuju kelokasi yang dicari, kami menemukan kebun jagung yang rasanya sayang jika tidak diabadikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-1nnnck562TI/TZ_R-yTr9rI/AAAAAAAAAPQ/JNrhuvbomXs/s1600/IMG_1487.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 103px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-1nnnck562TI/TZ_R-yTr9rI/AAAAAAAAAPQ/JNrhuvbomXs/s200/IMG_1487.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5593420138803885746" /&gt;&lt;/a&gt; Setelah mencari sekian waktu, tibalah kami ke lokasi permainan selanjutnya. Di lokasi ini, kami dibekali tali tambang plastik, hulahup, dan potongan botol air mineral. Kami ditugaskan menyelamatkan bom bola dari dalam tabung dengan menggunakan alat tersebut, akan tetapi karena sekitar wilayah tersebut steril, maka kami pun hanya boleh melakukannya diluar wilayah steril tersebut dan tidak dibolehkan masuk ke dalam wilayah... Setelah berpikir sejenak, proses dimulai dan kami berhasil mengeluarkan bom dengan waktu yang sangat cepat. Sehingga kami bisa melanjutkan petualangan kembali menuju ke titik akhir permainan. Sesampainya di titik akhir, kami kembali istirahat sejenak untuk berganti pakaian, makan malam, atau sekedar canda gurau sebelum melanjutkan ke aktifitas berikutnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ba'da isya, kami berkumpul di sekitar tenda yang rencananya akan kami gunakan untuk tidur dimalam hari. Kayu-kayu mulai dari ukuran besar hingga kecil bertumpuk ditengah dan api unggun pun dimulai. Canda gurau mewarnai acara api unggun ini dengan diselingi pengumuman kelompok terbaik arung jeram dan jejak petualang sebelumnya. Dan ternyata untuk jejak petualang, kelompok kami adalah yang terbaik karena mengumpulkan poin paling tinggi... Mahkota daun pun siap dipakai perwakilan kami... Hoorrraayyy...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah acara api unggun, sejatinya kami dibebaskan untuk istirahat. Akan tetapi karena masih ingin beromansa, banyak dari kami yang berkumpul di pendopo untuk sekedar bertukar gelak tawa atau menyanyikan lagu riang gembira. Begitu riangnya hingga tak terasa waktu tiba-tiba sudah menginjak subuh. Sehingga kami beristirahat sejenak setelah subuh karena harus kembali ke kota masing-masing menjelang siang. Sekitar pukul 10 pagi kami mulai berkemas-kemas untuk kembali ke kota-masing-masing. Kami berpisah dengan membawa pengalaman mengarungi jeram dan berpetualang yang sangat mengasyikkan. Petualangan tim sumatera yang rasanya akan sulit diulangi karena sekarang wilayah kami sudah terbagi menjadi 2 area.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7346989081497511490-9013441417628793183?l=kacamatamakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/feeds/9013441417628793183/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7346989081497511490&amp;postID=9013441417628793183' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/9013441417628793183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/9013441417628793183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/2011/04/memori-sungai-bingei-samurai-mencari.html' title='Memori Sungai Bingei : Samurai Mencari Jejak'/><author><name>Havid Ardiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10877238365875258222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-CEm6OFc-WtY/TfyG09aiwKI/AAAAAAAAAY0/qKBn3QpP-Ug/s220/IMGP0039.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-2_GBVazP4pE/TZ_ROMzjurI/AAAAAAAAAPA/HKXygOCZXAI/s72-c/IMG_12361.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7346989081497511490.post-7713626802557852415</id><published>2011-04-02T07:20:00.010+07:00</published><updated>2011-04-02T08:39:46.943+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wisata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perjalanan Hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>Memori Sungai Bingei : Menari Diatas Jeram</title><content type='html'>Tak terasa bulan ini area tempat kami bekerja akhirnya dipecah menjadi dua area, Sumatera Bagian Utara dan Sumatera Bagian Selatan, setelah sekian puluh tahun hanya satu area Sumatera. Entah kenapa saya tiba-tiba teringat acara tutup tahun lalu di Sungai Bingei , Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara ini sebenarnya diprakarsai oleh kepala area kami dengan tujuan mensinergikan area kami agar menjadi suatu tim yang utuh dan saling melengkapi. Hari itu, Sabtu 18 Desember 2010, kami semua, pemegang amanah dari Lampung hingga Aceh, berkumpul di salah satu kantor cabang kami di Jalan Adam Malik, Medan. Kira-kira pukul 8 pagi, kami mulai konvoy menuju lokasi yang diinginkan, kira-kira setelah memakan waktu satu setengah perjalanan, akhirnya kami sampai juga di Sei Bingei.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berhenti sejenak di basis Bingei Rafting, yang  menjadi operator acara permainan kami, yang terletak dibibir sungai. Desiran angin dan suara aliran sungai sungguh menggoda untuk dijamah dan membuat kami tidak sabar untuk segera bercengkrama dengan jeram. Syukur tidak lama kemudian, akhirnya kami sudah dapat menuju ke tempat peralatan untuk memilih peralatan yang telah disiapkan seperti helm, dayung, dan pelampung untuk keselamatan kami.  Dan seperti lazimnya tempat arung jeram lainnya, setelah memilih peralatan, kami pun segera menuju ke lokasi start permainan di sanggapura dengan menggunakan truk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh, dua puluh, hingga tiga puluh menit perjalanan ternyata kami belum sampai menuju lokasi.  Beruntung kami mengisi waktu perjalanan dengan canda gurau yang cukup mengocok perut kami, mulai dari berakting menjadi sapi yang akan menuju ke tempat penyembelihan, saling meledek, dan canda lainnya yang membuat waktu yang dilalui menjadi tidak begitu terasa hingga akhirnya kami benar-benar sampai di bibir sungai. Buih buih sungai yang menyapa benar-benar membuat perjalanan tanpa akhir kami sebelumnya menjadi tidak terasa.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-NOes6Kkhmto/TZZt14gHLYI/AAAAAAAAAOg/177LawoNTHg/s1600/Awal%2BSebuah%2BPerjalanan.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 126px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-NOes6Kkhmto/TZZt14gHLYI/AAAAAAAAAOg/177LawoNTHg/s400/Awal%2BSebuah%2BPerjalanan.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5590776759894617474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berkumpul kembali untuk dibagi kelompok menjadi 9 kelompok dimana masing-masing kelompok diberikan pendamping yang berfungsi sebagai kapten kapal, setelah mendengarkan instruksi sejenak dan memilih kapal yang akan digunakan akhirnya kesempatan kami untuk bergumul dengan sungai datang juga. Dengan menggotong perahu karet yang akan kami gunakan, kami pun segera menuju ke titik awal petualangan, riak sungai dan jeram benar-benar memanggil kami seakan tak sabar untuk kami jamah yang mwmbuat adrenalin kami semakin tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga akhirnya kami benar-benar memulai  mengarungi sungai tersebut. Perahu kami mulai menari-nari mengikuti irama jeram, sesekali tarian perahu kami terhenti ketika tersangkut kumpulan batu yang membentang di sungai sehingga kami harus turun untuk mengeluarkan perahu kami dari cengkraman batu yang menghalangi. Ketika berhadapan dengan jeram yang berat sesekali kami terhempas, bahkan ada salah seorang rombongan kami yang berada di perahu lain yang sempat terlempar ke sungai, beruntung kami dibekali perlengkapan yang membuat keselamatan kami lebih terjaga. &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-6jYOYPWd8FM/TZZu8DtvVsI/AAAAAAAAAOw/MklZugiCx7M/s1600/Tari%2BJeram.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 98px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-6jYOYPWd8FM/TZZu8DtvVsI/AAAAAAAAAOw/MklZugiCx7M/s400/Tari%2BJeram.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5590777965495408322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesekali kami mendapatkan kesempatan untuk meninggalkan perahu dan berenang di saat arus tenang. Disalah satu arus yang tenang kami bahkan mendapat kesempatan untuk melompat kesungai dari bukit setinggi sekitar 10 meter. Rasa penasaran dan khawatir bercampur aduk ketika tawaran melompat diberikan ke  kami, akan tetapi karena adrenalin sudah terlanjur tinggi akhirnya beberapa dari kami mencoba untuk melompat dari bukit ke sungai untuk menaklukkan rasa khawatir kami. Byurrrr…. Dan ajaib, ternyata setelah melompat kami semakin penasaran dan kembali lagi ke atas bukit untuk melompat lagi dan lagi.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-TJdALzsqepI/TZZuohwtbTI/AAAAAAAAAOo/2PfEMZcr-Lo/s1600/Irama%2BJeram.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 133px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-TJdALzsqepI/TZZuohwtbTI/AAAAAAAAAOo/2PfEMZcr-Lo/s400/Irama%2BJeram.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5590777629963545906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan pun dilanjutkan kembali, setelah melewati arus tenang yang ke sekian kali akhirnya kami mendapat tantangan lain. Sebuah gemuruh air dari bendungan telah terdengar jelas di telinga kami seolah menantang untuk ditaklukkan. Bendungan setinggi 8 meter yang konon tertinggi di Indonesia untuk arung jeram. Setelah mendengarkan instruksi sejenak, kami pun mulai menuju bibir bendungan untuk menyambut undangan gemuruh bendungan tadi. Semakin dekat.. Semakin dekat.. Dan.. Booom… Kami pun merebahkan tubuh kami  agar tidak terhempas dari perahu. Perahu pun melayang. Akan tetapi meskipun sudah berusaha untuk merebahkan diri, ternyata saya sempat  terhempas hingga terbalik dan bibir dayung saya membuat pipi kepala area operasional kami merah terkena tamparan sang dayung.. Beruntung bagi saya, karena ternyata beliau tidak marah… Ups, maaf ya bu…&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-QS4Vmmu9R98/TZZvJzKDwpI/AAAAAAAAAO4/mz42hrihDZY/s1600/Boom.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 128px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-QS4Vmmu9R98/TZZvJzKDwpI/AAAAAAAAAO4/mz42hrihDZY/s400/Boom.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5590778201568952978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata bendungan tadi merupakan titik akhir dari perjalanan kami dalam menaklukkan jeram. Sungguh waktu dua jam lebih dalam petualangan ini benar-benar terasa kurang dan berlalu terlalu cepat. Akan tetapi kami memang harus benar-benar menyelesaikan keintiman kami dengan jeram sei bingei, karena sudah ada rangkaian permainan lain yang menanti untuk kami sapa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7346989081497511490-7713626802557852415?l=kacamatamakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/feeds/7713626802557852415/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7346989081497511490&amp;postID=7713626802557852415' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/7713626802557852415'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/7713626802557852415'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/2011/04/memori-sungai-bingei-menari-dengan.html' title='Memori Sungai Bingei : Menari Diatas Jeram'/><author><name>Havid Ardiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10877238365875258222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-CEm6OFc-WtY/TfyG09aiwKI/AAAAAAAAAY0/qKBn3QpP-Ug/s220/IMGP0039.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-NOes6Kkhmto/TZZt14gHLYI/AAAAAAAAAOg/177LawoNTHg/s72-c/Awal%2BSebuah%2BPerjalanan.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7346989081497511490.post-4173342564073151354</id><published>2011-03-27T19:42:00.015+07:00</published><updated>2011-03-27T20:32:57.021+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seni'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Budaya'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><title type='text'>Eksotisme Batik Sumatera</title><content type='html'>Sebagai orang Indonesia anda pasti sudah familiar dengan batik. Kain khas Indonesia dengan corak khas bernilai seni tinggi serta memiliki filosofi yang dalam yang di akui oleh &lt;a href="http://www.unesco.org/"&gt;UNESCO &lt;/a&gt;sebagai&lt;a href="http://www.antaranews.com/berita/1252320992/unesco-setujui-batik-sebagai-warisan-budaya-indonesia"&gt; warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan non bendawi&lt;/a&gt; sejak 2 Oktober 2009. Sebagian besar dari kita tentu sudah mengetahui mengetahui mengenai motif dan corak batik yang sebagian besar mengacu ke corak batik Jawa. Tidak salah memang karena batik yang selama ini populer di masyarakat adalah batik yang berasal dari pulau Jawa. Akan tetapi tahukah anda kalau di belahan pulau lain, tepatnya pulau Sumatera, juga memiliki corak batik yang khas dan tidak kalah eksotis? Untuk itu saya akan mencoba untuk berbagi sedikit yang saya tahu mengenai batik Sumatera semasa saya berkarya di Sumatera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun tidak sepopuler di Jawa, Sumatera memang memiliki beraneka corak dan motif batik yang memiliki keunikan sendiri. Hampir di setiap propinsi di sumatera memiliki motif dan corak batik sendiri, mulai dari Batik Palembang, Batik Riau, Batik Tanah Liek Sumatera Barat, Batik Besurek Bengkulu, hingga Batik Jambi. Untuk mengetahui apa dan bagaimana ragam batik tersebut saya akan coba berbagi sedikit mengenai tiap-tiap batik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batik Palembang, &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-tzHSCyG2mfg/TY81oA0b6uI/AAAAAAAAANQ/a_U8_yj1mv0/s1600/Batik%2BPalembang.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 111px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-tzHSCyG2mfg/TY81oA0b6uI/AAAAAAAAANQ/a_U8_yj1mv0/s320/Batik%2BPalembang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5588744624121047778" /&gt;&lt;/a&gt; dalam sejarahnya batik Palembang memang berasal dari Jawa sekitar 100 tahun yang lalu dengan motif yang telah mengalami adaptasi dengan budaya Palembang. Adapun motif batik Palembang di antaranya adalah kembang jepri, lasem, sisik ikan, gribik, encim, kembang, bakung, kerak mutung, sembagi, dan salahi. Selain motif diatas, terdapat motif baru yang sangat khas nuansa Palembangnya yaitu batik songket, yang memadukan motif songket kedalam kain batik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batik Riau, berdasarkan jejaknya &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-bLBDavCu63k/TY81ycFKrNI/AAAAAAAAANY/Mv7oVwawtD8/s1600/Batik%2BTabir.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 122px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-bLBDavCu63k/TY81ycFKrNI/AAAAAAAAANY/Mv7oVwawtD8/s320/Batik%2BTabir.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5588744803237670098" /&gt;&lt;/a&gt; batik Riau sudah ada sejak zaman Kerajaan Daek Lingga dan Kerajaan Siak dengan warna khas melayu yaitu kuning atau perak dan menggunakan tehnik cap. Awalnya batik ini hanya berkembang dikalangan kerajaan dan sempat tenggelam sekian lama. Baru pada sekitar tahun 1985, pemerintah daerah mengambil inisiatif untuk mengembangkan kembali batik khas Riau. Dari pengembangan motif tradisional yang ada diciptakan motif baru yang tak lari dari akarnya yaitu antara lain: Bungo Kesumbo, Bunga Tanjung, Bunga Cempaka, Bunga Matahari Kaluk Berlapis, dll. Umumnya motif diatas memiliki benang merah yaitu berbentuk garis memanjang seperti tabir. Karena motif yang seperti tabir itulah sehingga Batik Riau juga sering dibilang sebagai Batik Tabir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-XxIjVgTJ9QQ/TY8z9np9GiI/AAAAAAAAAM4/fK9yRcImsOI/s1600/Batik%2BSumbar.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 158px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-XxIjVgTJ9QQ/TY8z9np9GiI/AAAAAAAAAM4/fK9yRcImsOI/s200/Batik%2BSumbar.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5588742796300065314" /&gt;&lt;/a&gt;Batik Tanah Liek Sumatera Barat, disebut batik tanah liek karena salah satu pewarnanya adalah tanak liek atau tanah liat. Selain tanah liek sumber pewarna lain untuk batik ini adalah kulit jengkol, kulit rambutan, gambir, kulit mahoni, daun jerame dan masih banyak akar-akar lainnya yang juga digunakan. Menurut sejarahnya batik tanah Liek berasal dari Cina yang dibawa oleh pedagang Cina dan hanya dibuat oleh beberapa pengrajin di tanah datar. Seperti juga batik Riau, batik tanah Liek juga sempat mengalami mati suri yang cukup lama, baru pada sekitar tahun 1990-an batik ini mulai kembali muncul setelah Wirda Hanim mencoba menggiatkan kembali batik Tanah Liek ini. Meskipun batik tanah liek sudah mulai kembali muncul ke permukaan, akan tetapi perkembangannya bisa dikatakan belumlah pesat, bahkan tidak sedikit orang minang, khususnya orang minang yang sudah lahir dan besar di perantauan yang tidak mengetahui tentang batik nenek moyangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-NFkLK5Osx0Y/TY839onTt-I/AAAAAAAAANw/Fbk0HhREql0/s1600/Batik%2BBesurek.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 113px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-NFkLK5Osx0Y/TY839onTt-I/AAAAAAAAANw/Fbk0HhREql0/s400/Batik%2BBesurek.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5588747194603911138" /&gt;&lt;/a&gt;Batik Besurek Bengkulu, disebut batik besurek karena motifnya menyerupai kaligrafi huruf arab. Di beberapa kain, terutama untuk upacara adat, kain ini memang bertuliskan huruf Arab yang bisa dibaca. Tetapi, sebagian besar hanya berupa hiasan mirip huruf Arab. Selain motif kaligrafi, batik besurek Bengkulu juga memiliki motif lain seperti motif bunga raflesia, motif burung kuau, motif relung paku, motif rembulan, dan banyak lagi. Dilihat dari motifnya, maka batik besurek dapat dikatakan memiliki karakter dan motif yang khas dan sangat unik dibandingkan Batik lain di Indonesia yang hanya dapat dijumpai di Bengkulu. Sayang jika kita mencoba melacak mengenai asal muasal batik besurek ini, kita akan mengalami kesulitan untuk menemui literatur mengenai sejarah batik besurek. Dan juga disayangkan, karena kurang dilestarikan, jumlah pengrajin batik besurek juga terus mengalami penurunan dari waktu ke waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-AhpFBTR3lO4/TY84NFOYbuI/AAAAAAAAAN4/5L1hH6qOIJc/s1600/Batik%2BJambi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 108px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-AhpFBTR3lO4/TY84NFOYbuI/AAAAAAAAAN4/5L1hH6qOIJc/s400/Batik%2BJambi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5588747459982028514" /&gt;&lt;/a&gt;Batik Jambi, diantara semua jenis batik khas Sumatera, batik Jambi bisa dikatakan merupakan batik yang paling populer baik di ‘rumah’ sendiri maupun di luar propinsi Jambi. Menurut beberapa literatur, konon sekitar tahun 1857, Batik Jambi dibawa oleh keluarga Haji Muhibat dari Jawa Tengah. Sesuai perkembangan zaman, Batik Jambi telah memiliki kekhasan tersendiri dan dikembangkan oleh keluarga raja-raja Melayu Jambi, dimana setiap kerajaan memiliki motif tersendiri. Sehingga tidaklah mengherankan kalau sekarang tiap kabupaten memiliki motif tersendiri yang menambah keragaman dan keunikan motif batik Jambi. Dimana jika dilihat motifnya, terdapat lebih dari 100 jenis motif batik Jambi, seperti anca, kapal sanggat, duren pecah, sawit, perahu pencalang, karet, nagosari, burung punai, rotan, tampuk manggis, riang-riang, patola, dan lainnya. Beberapa literatur juga menyebutkan, kalau sejak tahun 1928 batik jambi sudah dikenal oleh dunia luar. Diprakarsai oleh &lt;a href="http://commons.wikimedia.org/wiki/Category:Tassilo_Adam"&gt;Tuan Tassilo Adam&lt;/a&gt;, seorang etnolog dan fotografer, yang mengenalkan batik Jambi untuk pertama kali kepada Departemen Etnologi Institut Kolonial di Amsterdam. Pewarnaan batik Jambi diambil dari antara lain, kulit kayu bergetah dan daun jambu, daun mengkudu, serta daun mangga yang direbus dan memanfaatkan kulit kayu jelutung, kulit kayu bulian, kayu lempato, dan kulit kayu merbau, yang didapat dari hutan di Jambi. Untuk mencari Batik Jambi di Propinsi Jambi jauh lebih mudah dibandingkan mencari batik sumatera lainnya di propinsi masing-masing, karena banyaknya pengrajin Batik Jambi dan begitu membudayanya batik jambi di masyarakat Jambi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin masih ada motif batik lain di Sumatera yang belum saya ketahui. Akan tetapi dari beberapa motif diatas, ternyata Batik Sumatera juga tidak kalah unik dan cukup eksotis bukan? Sudah menjadi kewajiban kita untuk ikut menjaga dan melestarikan budaya bangsa, apalagi ini budaya yang sudah diakui dunia. Jika anda peduli dan ingin eksotisme batik Sumatera tetap terjaga anda juga dapat membantu melestarikan. Cara yang paling mudah adalah dengan berbagi info mengenai  batik sumatera, sedangkan cara lain yang menurut saya lebih efektif adalah dengan membeli produk batik tersebut dan mengajak orang lain untuk membeli produk batik tersebut. Jika bukan anak bangsa yang melestarikan, siapa lagi? Jangan menunggu bangsa lain mengklaim budaya kita bung…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7346989081497511490-4173342564073151354?l=kacamatamakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/feeds/4173342564073151354/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7346989081497511490&amp;postID=4173342564073151354' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/4173342564073151354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/4173342564073151354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/2011/03/eksotisme-batik-sumatera.html' title='Eksotisme Batik Sumatera'/><author><name>Havid Ardiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10877238365875258222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-CEm6OFc-WtY/TfyG09aiwKI/AAAAAAAAAY0/qKBn3QpP-Ug/s220/IMGP0039.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-tzHSCyG2mfg/TY81oA0b6uI/AAAAAAAAANQ/a_U8_yj1mv0/s72-c/Batik%2BPalembang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7346989081497511490.post-3461186221335229907</id><published>2011-02-18T00:15:00.002+07:00</published><updated>2011-02-18T03:46:51.379+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><title type='text'>Surat Untuk Kakak</title><content type='html'>Ketika kakak baca ini mungkin kita sudah terpisah jarak lautan. Kakak diseberang sana mungkin sedang mendidik, mengajar, dan bermain bersama Afif dan Akmal, buah hati kebanggaan kakak. Buah hati yang sangat menyayangi kakak. Sampai-sampai semua masakan pasti kalah rasanya dengan masakan buatan kakak yang katanya paling enak sedunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Afif pasti bersyukur punya mama seperti kakak yang bisa mendidik Afif dengan baik, yang membuat Afif berlaku positif, yang membuat Afif tergerak untuk sholat, yang membuat Afif semakin terlihat kecerdasannya. Jarang lho kak anak seusia Afif bisa mengambil inisiatif untuk melakukan sholat.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akmal pasti bangga punya mama seperti kakak yang diberi kesabaran luar biasa dalam mendidik Akmal. Kakak rela mengenyampingkan ego kakak demi kemajuan perkembangan Akmal. Dan insyaAllah hasilnya tidak akan sia-sia ya kak. Akmal semakin terlihat perkembangannya dan semakin terlihat pintar. Tidak banyak lho kak orang tua yang memiliki kesabaran seperti kakak dalam mendidik anaknya. Mudah-mudahan Akmal bisa cepat sekolah ya kak seperti keinginan kakak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakak, abang pun pasti tidak kalah bangga punya istri seperti kakak. Seorang istri yang punya mental baja dalam menjaga buah hatinya. Disaat orang tua lain menyerah, kakak dengan penuh kesabaran terus berupaya yang terbaik untuk keluarga tercinta. Istri yang tidak banyak menuntut yang membuat suami bekerja dengan ikhlas. Yang menunggu suaminya pulang bekerja dengan setia. Yang mampu menjaga diri ketika suaminya mencari nafkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Papa sama mama, jangan ditanya lagi kak bagaimana bangganya mereka dengan kakak. Disaat mama sedang down karena masalah yang dihadapi, kakaklah selama ini yang paling mampu membuat mama tenang. Ya kakak mampu membuat mama tenang dengan tetap mengingat kepada Sang Khaliq. Kakak tidak memihak, dalam menenangkan kakak selalu mengembalikan kepada Yang Maha Kuasa. Papa juga tidak kalah bangganya sama kakak, kakak memang pantas jadi anak tertua karena kakak benar-benar diberi kedewasaan dan ketenangan yang lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adik-adik kakak jangan ditanya juga bagaimana bangganya dengan kakak. Uni dan aku sungguh sangat beruntung memiliki seorang seperti kakak. Ketika Uni dan aku memiliki masalah, kakak tidak pernah berhenti mensupport, bahkan kakak tidak pernah menjauhkan supportnya sedikitpun kepada kami, dengan support yang benar-benar tidak memihak. Support yang kakak berikan benar-benar tulus dan kakak selalu mengembalikan semua urusan kepada agama tanpa kesan menggurui sedikitpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini usia kakak bertambah satu lagi. Tentu bukan usia yang muda. Semoga dengan bertambahnya usia kakak semakin membuat kakak menjadi orang yang semakin bijak, semakin sayang dan disayang keluarga, semakin dilimpahkan rezekinya, dimudahkan semua urusannya, dijauhkan dari kesulitan, Afif dan Akmal diberi kecerdasan yang mampu membuat bangga orang tuanya, semakin disempurnakan agamanya, semakin harmonis keluarganya, dan semakin banyak hal baik yang datang ke diri kakak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Ulang Tahun ke 34 kakak. Kakak yang terhebat seluruh dunia. Pasti. Karena aku hanya punya 1 kakak. Sedangkan yang lainnya adalah Uni... Hehehe...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7346989081497511490-3461186221335229907?l=kacamatamakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/feeds/3461186221335229907/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7346989081497511490&amp;postID=3461186221335229907' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/3461186221335229907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/3461186221335229907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/2011/02/surat-untuk-kakak.html' title='Surat Untuk Kakak'/><author><name>Havid Ardiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10877238365875258222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-CEm6OFc-WtY/TfyG09aiwKI/AAAAAAAAAY0/qKBn3QpP-Ug/s220/IMGP0039.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7346989081497511490.post-4726104936784043776</id><published>2011-02-15T14:47:00.004+07:00</published><updated>2011-02-15T17:56:02.404+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Religi'/><title type='text'>Memaknai Maulid Nabi</title><content type='html'>Rasulullah mungkin akan merasa miris jika melihat kehidupan umat saat ini, di satu sisi Beliau mungkin akan senang ketika melihat umat yang sepertinya begitu mencintainya dengan memperingati hari kelahirannya. Akan tetapi disisi lain beliau mungkin akan bersedih jika melihat peringatan Maulid Nabi yang memakan biaya tidak sedikit  akan tetapi hanya sekedar seremonial dan kurang bermakna, karena disisi lain Beliau akan melihat banyak umatnya yang masih kelaparan disaat ‘pesta’ kelahirannya, ditempat lain beliau juga akan melihat sekelompok orang yang mengatasnamakan Islam akan tetapi bersifat anarkis dan berani membunuh sesama hanya karena masalah tertentu atau sekelompok orang yang mengaku Islam akan tetapi memiliki Rasul lain selain Muhammad SAW padahal kelompok orang tesebut juga memperingati hari kelahiran Rasul. Atau di kesempatan lain beliau mungkin akan bersedih, disaat banyak umatnya yang lebih bersemangat merayakan Valentine dibandingkan memaknai Maulid Nabi Muhammad SAW, atau ketika melihat sekelompok orang yang mengaku sebagai pengikutnya akan tetapi tidak merasa bersalah ketika melakukan korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memaknai Maulid Nabi rasanya kita perlu menengok kembali bagaimana awal mulanya hingga Maulid Nabi begitu bergema. Dalam sejarahnya, Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah atas prakarsa &lt;a href="http://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/shalahuddin-al-ayyubi-macan-perang-salib.htm"&gt;Salahudin Al Ayubi&lt;/a&gt;. Salahuddin ingin membangkitkan semangat jihad dengan menghadirkan kembali semangat juang dan kepahlawanan Rasulullah Muhammad SAW. Kemudian Salahuddin menggagas sebuah festival yang dinamai dengan Maulid Nabi Muhammad SAW. Tujuan dari festival ini adalah untuk mengembalikan semangat juang Rasulullah dengan mempelajari sirah-sirahnya. Di festival ini, dikaji habis-habisan sirah nabawiyah (sejarah nabi) dan atsar (perkataan) sahabat, terutama yang berkaitan dengan nilai-nilai perjuangan (jihad). Pada musim haji bulan Dzulhijjah 579 H ( 1183 M ), Salahuddin memerintahkan kepada jamaah haji untuk mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad di tempatnya masing- masing pada tahun berikutnya. Perayaah itu harus bersifat membangkitkan semangat ummat Islam untuk kembali belajar Islam dan berjihad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam fatwanya Dr Yusuf Qaradhawi, Ketua Persatuan Ulama Islam Internasional, mengatakan memperingati kelahiran Rasulullah saw adalah mengingatkan umat Islam terhadap nikmat luar biasa kepada mereka. “Mengingat nikmat Allah adalah sesuatu yang disyariatkan, terpuji dan memang diperintahkan. Allah swt memerintahkan kita untuk mengingat nikmat Allah SWT, ”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika melihat hal diatas maka dapat disimpulkan kalau esensi dari Maulid Nabi adalah untuk mengingat nikmat yang luar biasa, mengingat kembali kehidupan Rasulullah untuk membangkitkan semangat mempelajari Islam dan semangat berjihad. Dan perlu diingat Rasul melakukan jihad dengan cara yang lemah lembut. Kita dapat melihat bagaimana cara Rasul menaklukkan kota Mekah dengan cara yang damai dan tanpa kekerasan. Hal-hal tersebutlah yang harus kita maknai dalam menyambut Maulid Nabi, bukan seremonial yang terkesan hampa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah andai saja mesin waktu benar-benar ada, ingin rasanya mengirimkan Front Pembela Islam, Jemaah Ahmadiyah, Jamaah Islamiyah, ekstrimis lain yang mengatasnamakan Islam, dan koruptor ke zaman Rasulullah agar mereka tahu bahwa apa yang mereka lakukan adalah salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita dapat memaknai Maulid dan meneladani Rasul.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7346989081497511490-4726104936784043776?l=kacamatamakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/feeds/4726104936784043776/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7346989081497511490&amp;postID=4726104936784043776' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/4726104936784043776'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/4726104936784043776'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/2011/02/memaknai-maulid-nabi.html' title='Memaknai Maulid Nabi'/><author><name>Havid Ardiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10877238365875258222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-CEm6OFc-WtY/TfyG09aiwKI/AAAAAAAAAY0/qKBn3QpP-Ug/s220/IMGP0039.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7346989081497511490.post-4465985139831360918</id><published>2011-02-14T21:56:00.001+07:00</published><updated>2011-02-14T21:59:34.683+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Religi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Instropeksi'/><title type='text'>Ikhlas dan Sabar</title><content type='html'>Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS 16 – 96)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, pernahkah anda kehilangan suatu yang anda senangi dan sayangi? Jika pernah, anda pasti akan merasa sangat kehilangan bukan?  Tidak mudah memang jika kita kehilangan hal yang kita senangi dan sayangi.  Ketika kita mengalami hal tesebut sesungguhnya kesabaran dan keikhlasan kita sedang diuji oleh Sang Pencipta. Ikhlas dan sabar memang sangat mudah untuk diucapkan, akan tetapi sangatlah sulit untuk dijalankan, butuh proses yang cukup lumayan untuk mencapainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin banyak dari kita yang merasa berat ketika kehilangan hal yang spesial, begitu beratnya hingga hari demi hari dilalui dengan kesedihan dan air mata. Dimana di keheningan malam tenggelam dalam doa dan tangis dihadapan-Nya karena menyesal belum bisa menjadi hamba yang cepat ikhlas dan selalu sabar atas segala ketetapan-Nya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mudah memang. Sungguh tidaklah mudah. Akan tetapi memang seperti itulah hidup. Tidak semua yang kita ingini bisa kita dapatkan dan tidak semua yang kita benci bisa kita hindari.  Kita diharuskan untuk ikhlas dalam menjalani roda kehidupan dan meminta pertolongan kepada Sang Khaliq dengan sabar dan shalat seperti yang tertuang dalam kitab suci. Kita juga dilarang untuk berputus asa atas segala ketetapan seperti yang tertuang dalam surat Yusuf ayat 87.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Butuh proses memang untuk ikhlas dan sabar, tapi yakinlah kalau Allah melihat proses dan juga sejauh mana keinginan dan niat seseorang untuk menjadi ikhlas karena-Nya semata. Yakinlah kalau Allah tak akan pernah lalai dari semua hal termasuk desir hati kita ketika berusaha mengikhlaskan hati dan diri hanya untuk-Nya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehilangan itu memang berat sahabat. Berat dan mungkin perih pada awalnya hingga membutuhkan waktu bulanan atau tahunan untuk mengikhlaskan, tapi yakinilah hal itu terjadi sebagai bagian dari proses pendewasaan dan supaya terjadi perubahan positif dalam diri kita. Berusahalah untuk ikhlas dan sabar, karena mungkin itu adalah yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teruslah untuk bersabar dan terus berusaha untuk ikhlas. Jangan menjadi orang yang lemah dan jangan terlalu larut dalam kesedihan. Memang tidak mudah sahabat. Saya akui itu. Tapi yakinlah kalau Allah tidak tidur dan selalu memberikan yang terbaik kepada hambanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita termasuk kedalam golongan orang-orang yang sabar dan ikhlas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7346989081497511490-4465985139831360918?l=kacamatamakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/feeds/4465985139831360918/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7346989081497511490&amp;postID=4465985139831360918' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/4465985139831360918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/4465985139831360918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/2011/02/ikhlas-dan-sabar.html' title='Ikhlas dan Sabar'/><author><name>Havid Ardiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10877238365875258222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-CEm6OFc-WtY/TfyG09aiwKI/AAAAAAAAAY0/qKBn3QpP-Ug/s220/IMGP0039.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7346989081497511490.post-7856916616625015288</id><published>2011-02-05T18:20:00.001+07:00</published><updated>2011-02-05T18:24:17.258+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bursa Buku'/><title type='text'>Tatanan Dunia Baru</title><content type='html'>“Terdapat semacam konspirasi yang melibatkan perusahaan farmasi kelas atas, dan ini dirancang oleh negara-negara besar”. Dr Siti Fadilah Supari, mantan Menteri Kesehatan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/TU0zKVwIB9I/AAAAAAAAAMA/rycPovZKhus/s1600/7895201.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 130px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/TU0zKVwIB9I/AAAAAAAAAMA/rycPovZKhus/s200/7895201.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5570164566857877458" /&gt;&lt;/a&gt;Topik mengenai konspirasi yahudi memang selalu menarik dan seksi untuk disimak. Dan atas dasar itulah saya akhirnya membeli novel Novus Ordo Seclorum karangan Zaynur Ridwan. Seperti telah kita ketahui kalau Novus Ordo Seclorum secara harfiah memiliki Tatanan Dunia Baru, sebuah kata-kata yang berasal dari buku dan pemikiran Adam Weishaupt, seorang yang dapat dikatakan sebagai Bapak Yahudi  yang hidup di tahun 1700-an yang juga merupakan pendiri perkumpulan rahasia Order Of Illuminati, sebuah perkumpulan freemason yang bertujuan menguasai dunia.  Sesuai yang tertuang dalam Talmud ayat Erubin 43b, Ketika raja Yahudi (Dajjal) datang, semuanya akan menjadi budak Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana dalam bukunya Weishaupt menekankan mengenai langkah strategis  para iluminati yang diantaranya adalah melakukan perekrutan terhadap aktifis mahasiswa yang potensial yang memiliki bakat dan keturunan unggul untuk dilatih sebagai kader,  iluminati harus menguasai para pejabat pemerintah dan beberapa tingkatan dan bila perlu dilakukan dengan cara yang kotor, mereka yang terperangkap dalam jaringan iluminasi akan dijadikan sebagai agen propaganda iluminasi di sejumlah Negara, dan iluminati akan menguasai sejumlah media masa dengan cara memiliki dan mengontrolnya untuk membentuk opini publik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini sendiri dibuka dengan kematian misterius  Dokter Jane di kandang Babi di Meksiko yang kemudian menyeret anaknya Marie ke dalam daftar pencarian orang oleh Vinod, agen FBI, karena dikhawatirkan membawa virus yang sama yang menyebabkan dokter Jane meninggal. Marie yang melarikan ke Guatemala kemudian menghubungi Bumi, seorang warga negara Indonesia yang kuliah di Mesir untuk membantu memecahkan masalahnya. Bumi kemudian mulai berhasil menerjemahkan satu persatu kode-kode rahasia terkait dengan kematian Dokter Jane. Akan tetapi kemudian misteri berlanjut dengan kematian Sir Goldenberg yang pengusaha asal Inggris di London dan senator David Rabin yang asal Amerika Serikat dengan gejala dan jejak yang sama dengan dokter Jane. Ketiganya meninggalkan Codex Magica diantaranya mulut yang berbentuk huruf O, kulit wajah yang terkelupas, dan sebuah pesan The Best of Karma Be The Masonic. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Bumi , Marie, dan Vinod mencoba memecahkan berbagai macam petunjuk dan anagram untuk memecahkan kasus ini yang juga dibantu oleh Aurora Bulan, ibunda bumi, sehingga satu persatu simpul yang membelit kasus ini mulai terbuka dan terpecahkan. Aurora Bulan sendiri dalam novel ini digambarkan sebagai penceramah yang sangat ahli dan mengerti mengenai gerak gerik dan tingkah laku para mason. Dalam ceramahnya Aurora sempat menjelaskan mengenai rencana Yahudi yang ingin membuat Tatanan Dunia Baru yang dirancang secara sistematis dimana mereka adalah penguasanya yang akan menjerat setiap lini kehidupan. Dimana langkahnya diantaranya adalah dengan cara menguasai perusahaan besar, mengontrol media masa, menyebar trend dan merusak pola pikir generasi muda melalui musik dan film, mengganti sistem mata uang dengan kartu kredit yang di desain sedemikian rupa, asal mula dan cerita dibalik barcode yang pada saat ini telah semakin berkembang menjadi RFID (Radio Frequency Identification), peristiwa menara WTC yang ternyata di desain sejak lama, membuat kebijakan manipulatif diantaranya mendukung homoseksual dan aborsi, derajat dan tingkatan para anggota mason, dan program depopulasi manusia melalui program pemerintah semacam KB dan penciptaan virus-virus baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak rencana Yahudi yang coba diungkap dalam novel ini yang disampaikan melalui ceramah Aurora Bulan dan cara Bumi memecahkan berbagai anagram. Anda akan dibuat larut dalam dalam berbagai pemecahan kode yang melompat dari kode satu ke kode lain. Akhir dari novel ini yang terkesan menggantung sepertinya memang sengaja disiapkan oleh Zaynur Ridwan untuk diciptakan sekuel dari Novel ini.&lt;br /&gt;Secara umum novel ini cukup menarik dan baik untuk dibaca oleh anda yang ingin mengetahui mengenai novus ordo seclorum dengan bahasa yang lebih ringan dan dalam bentuk cerita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7346989081497511490-7856916616625015288?l=kacamatamakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/feeds/7856916616625015288/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7346989081497511490&amp;postID=7856916616625015288' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/7856916616625015288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/7856916616625015288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/2011/02/tatanan-dunia-baru.html' title='Tatanan Dunia Baru'/><author><name>Havid Ardiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10877238365875258222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-CEm6OFc-WtY/TfyG09aiwKI/AAAAAAAAAY0/qKBn3QpP-Ug/s220/IMGP0039.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/TU0zKVwIB9I/AAAAAAAAAMA/rycPovZKhus/s72-c/7895201.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7346989081497511490.post-1793730699262262224</id><published>2011-01-30T22:44:00.003+07:00</published><updated>2011-02-03T01:51:23.035+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Religi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bursa Buku'/><title type='text'>Muhammad : Lelaki Penggenggam Hujan</title><content type='html'>Pagi itu, awal Desember 2010 di bandara Soekarno Hatta saya melihat seorang sahabat &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/TUWIghv17BI/AAAAAAAAAL0/5n3UYcoGgiY/s1600/tasaro-gk.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 126px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/TUWIghv17BI/AAAAAAAAAL0/5n3UYcoGgiY/s200/tasaro-gk.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5568006606709713938" /&gt;&lt;/a&gt;sedang membaca sebuah novel sambil menunggu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;check in&lt;/span&gt; keberangkatan menuju Bali untuk acara&lt;span style="font-style:italic;"&gt; Getting Commitment&lt;/span&gt; kantor tempat saya bekerja. Saya yang penasaran kemudian bertanya kepada dia perihal buku yang dia baca, judulnya Muhammad Lelaki Penggenggam Hujan. Dia juga berkata, ini buku yang enak untuk dibaca yang mengisahkan perjalanan Nabi Muhammad SAW.  Lebih satu bulan kemudian, akhirnya saya mendapat kesempatan untuk memiliki dan membaca novel tersebut setelah berhasil mendapatkannya di Gramedia Kota Medan. Benar kata sahabat saya, novel ini cukup enak dibaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novel ini diawali dengan berita akan datangnya Astvat-ereta, Mamah rishi, Maitreya, dan Pangeran Kedamaian yang dijanjikan dalam berbagai kitab suci dan ajaran, mulai dari kitab Kuntap Sukt hingga kitab Injil, ajaran Budha hingga ajaran Zoroaster.  Selanjutnya novel ini dibagi menjadi dua alur, alur pertama bercerita tentang perjalanan Kashva yang tengah mengalami pergolakan batin karena agama Zoroaster yang semakin menyimpang dari ajaran awal. Kashva kemudian berusaha memurnikan Zardhust dan tertantang untuk bertemu dengan Lelaki Penggenggam Hujan yang dikisahkan Zardhust yang konon menurut Eli, sahabat penanya, berada di tanah Arab.  Dalam pencariaannya, Kashva harus berhadapan dengan Khosrou sang Penguasa Persia yang akhirnya membuat dirinya menjadi salah satu musuh utama Khosrou, sehingga Kashva harus melarikan diri dari kejaran Khosrou.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alur kedua berkisah tentang perjalanan Sang Baginda Nabi. Mulai dari Rasul kecil hingga berhasil menaklukkan berhala di kota Mekah.  Perjalanan Nabi sendiri dirajut dengan bahasa yang indah dan menyentuh, dengan jalinan sastra yang membawa alam imajinasi kita ikut masuk kedalam kisah perjalanan sang Nabi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberanian Tasaro GK dalam menulis novel ini patut diacungi jempol, karena tidaklah mudah menuliskan cerita biografi yang diramu dalam bentuk novel. Apalagi biografi tersebut adalah tentang Baginda Rasul yang apabila sedikit saja ada kesalahan akan berakibat fatal dan berpotensi menimbulkan fitnah, dan Tasaro dapat dikatakan cukup baik dalam menuangkan perjalanan Rasul ke dalam bentuk novel, meskipun ada beberapa tata bahasa yang sedikit mengganjal bagi saya dalam alur perjalanan Rasul. Novel ini dapat dijadikan salah satu oase bagi kita yang selama ini belum begitu mengetahui sejarah perjalanan Rasul. Jika selama ini kita merasa berat untuk membaca Sirah Nabawiyah, biografi Rasulullah, atau kisah perjalanan Nabi karena bahasanya yang relatif berat, maka novel ini dapat menjadi oase keingintahuan kita mengenai sejarah Nabi dengan bahasa yang lebih mudah dicerna.  Ini adalah novel yang layak untuk di koleksi, mudah-mudahan setelah membaca novel ini kita tergerak untuk lebih mendalami perjalanan hidup Rasulullah, meneladaninya, dan mencoba mempraktikkan dalam hidup kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7346989081497511490-1793730699262262224?l=kacamatamakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/feeds/1793730699262262224/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7346989081497511490&amp;postID=1793730699262262224' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/1793730699262262224'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/1793730699262262224'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/2011/01/muhammad-lelaki-penggenggam-hujan.html' title='Muhammad : Lelaki Penggenggam Hujan'/><author><name>Havid Ardiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10877238365875258222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-CEm6OFc-WtY/TfyG09aiwKI/AAAAAAAAAY0/qKBn3QpP-Ug/s220/IMGP0039.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/TUWIghv17BI/AAAAAAAAAL0/5n3UYcoGgiY/s72-c/tasaro-gk.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7346989081497511490.post-1992313285950261432</id><published>2011-01-28T19:38:00.004+07:00</published><updated>2011-01-28T19:42:09.606+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Religi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Instropeksi'/><title type='text'>Jika Engkau Bersedih</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ada tiga hal yang termasuk pusaka kebajikan, yaitu merahasiakan keluhan, merahasiakan musibah dan merahasiakan sodaqoh (yang kita keluarkan). (HR. Ath-Thabrani)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua pasti pernah mengalami ujian dalam bentuk musibah  dan pernah bersedih. Bukan manusia jika tidak ada ujian dan cobaan dalam hidup dan menjalani kehidupan. Mulai dari musibah dalam hal pekerjaan seperti fitnah dari rekan kerja, cobaan rezeki, musibah dalam bentuk kecelakaan, musibah  dalam bentuk kehilangan apa yang selama ini kita harapkan dan kita nanti, dan lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan diantara musibah yang sangat berat adalah musibah yang terjadi disaat kita bahagia atau diambang bahagia. Setidaknya menurut saya. Misalnya jika kita seorang atlit, disaat kita mendapatkan kesempatan untuk bertanding pada sebuah kejuaraan yang lama kita nanti-nantikan, tiba-tiba beberapa waktu sebelum hari H tiba-tiba kita mengalami kecelakaan sehingga salah satu organ tubuh kita harus diamputasi atau misalnya ketika kita sedang bersuka cita karena akan menyambut hari yang sudah sekian lama kita nanti-nantikan akan tetapi secara tiba-tiba apa yang kita nanti-nantikan hilang begitu saja karena satu dan lain hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan manusia ketika tertimpa musibah akan berkeluh kesah, bahkan tidak sedikit yang berputus asa, saling menyalahkan, dan mungkin tidak banyak yang sanggup bersabar.  Biasanya disaat tertimpa musibah, semua yang kita lihat, dengar, dan rasakan  akan terasa sangat menyakitkan. Manusia lebih mengedepankan kepentingannya sendiri daripada kepentingan orang lain, sehingga tidak jarang kita membandingkan apa yang kita timpa dengan orang lain. Seperti pemikiran kenapa saya diuji seberat ini sedangkan dia tidak. Dan biasanya juga, kita tidak dapat melihat segala sesuatu dengan jernih disaat hati kita sedang bersedih. Segala sesuatu akan tampak begitu gelap dalam pandangan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ketahuilah kawan, kalau musibah yang kita alami ternyata belum tentu lebih berat dari yang dialami oleh orang lain. Mungkin kalau kita coba lihat lingkungan sekeliling kita, ternyata masih banyak orang lain yang tertimpa musibah yang jauh lebih berat dari kita. Dan ketahuilah kawan,  kalau Allah tidak akan membebani kita kecuali sesuai dengan kemampuan kita, seperti janji Allah dalam surat Albaqarah ayat 286.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenangkanlah hati kita kawan. Cobalah untuk lebih jernih dalam melihat segala sesuatu dan jangan berburuk sangka terhadap orang lain. Silahkan curhat kepada orang yang kita percaya akan tetapi usahakan untuk tidak berburuk sangka karena pendapat subyektif orang yang kita percaya belum tentu yang terbaik dan benar.  Karena jika kita melihat segala sesuatu dalam keadaan gundah gulana dan secara negatif, maka orang/hal yang selama ini baik kepada/bagi kitapun akan kita lihat sebagai suatu yang tidak baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbanyaklah ibadah kawan. Musibah adalah kesempatan bagi kita untuk lebih dekat lagi kepada sang pencipta, karena seringkali kita melupakan-Nya disaat hati kita senang. Intensifkan amal ibadah kita mulai dari sholat baik yang wajib maupun yang sunnah, dzikir, hingga membaca Al-Quran. Silahkan berkeluh kesah kepada Allah. InsyaAllah apabila kita mencoba melakukannya, hati kita akan lebih tenang dalam menghadapi musibah yang ada. Setelah musibah tersebut berlalu, cobalah untuk mempertahankan dan meingkatkan ibadah yang kita jalani saat musibah terjadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berprasangka baiklah pada sendiri, orang lain dan Allah SWT. Yakinkanlah diri kita bahwa dengan musibah yang kita alami Allah SWT akan mengangkat derajat kita dan mengampuni dosa-dosa kita. Anggaplah musibah sebagai ujian kenaikan kelas bagi diri kita. Bahwa kita akan naik ke derajat yang lebih baik lagi di hadapan sang khalik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berusahalah untuk ikhlas, sabar, dan tawakal atas segala musibah yang terjadi. Karena kita diwajibkan untuk bersabar saat tertimpa musibah dan disunnahkan untuk ikhlas dan ridho atas musibah yang terjadi. Dimana menurut Hadist Riwayat Bukhari, sabar yang sebenarnya adalah sabar yang bemula pada saat pertama kali tertimpa musibah. Dengan ikhlas dan bersabar, maka insyaAllah kita akan terhindar dari tipu daya dan kemudharatan. Dan yakinlah kalau Allah SWT selalu bersama orang-orang yang sabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sakiti diri sendiri dan membalas dendam atas segala sesuatu yang terjadi.  Kita tidak perlu untuk merusak diri sendiri apalagi sampai bunuh diri atas segala musibah yang menimpa diri kita kawan. Kita juga tidak perlu melakukan balas dendam apabila musibah tersebut disebabkan oleh fitnah orang lain. Membalas fitnah dengan fitnah atau balas dendam akan membuat kita sama tercelanya dengan orang yang memfitnah kita kawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sibukkan diri dengan kegiatan yang positif, setidaknya perhatian kita akan sedikit teralihkan oleh kegiatan-kegiatan kita.  Karena apabila kita tidak menyibukkan diri dan mencoba larut dalam kesedihan, mungkin kita akan mulai untuk berpikir yang tidak-tidak dan mulai menyalahkan keadaan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua keinginan bisa kita dapatkan dan tidak semua yang kita benci bisa kita hindari. Dan hidup adalah belajar untuk menerima semua ini.  Saya masih harus banyak belajar, banyak sekali… dan mungkin anda juga. Semoga Allah menghindari kita dari segala musibah dan memasukkan kita kedalam golongan orang-orang yang sabar, ikhlas, dan bertawakal jika tertimpa musibah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jika engkau bersedih, pastilah ini ada maksudnya… Mengertilah engkau bahwasanya gagal itu bukanlah kekalahan, selama engkau memahami yang menguji hatimu – Padi&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7346989081497511490-1992313285950261432?l=kacamatamakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/feeds/1992313285950261432/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7346989081497511490&amp;postID=1992313285950261432' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/1992313285950261432'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/1992313285950261432'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/2011/01/jika-engkau-bersedih.html' title='Jika Engkau Bersedih'/><author><name>Havid Ardiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10877238365875258222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-CEm6OFc-WtY/TfyG09aiwKI/AAAAAAAAAY0/qKBn3QpP-Ug/s220/IMGP0039.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7346989081497511490.post-4907971390069881966</id><published>2011-01-24T09:34:00.004+07:00</published><updated>2011-01-24T09:43:00.147+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Religi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Instropeksi'/><title type='text'>Rencana Allah Pasti (Lebih) Indah</title><content type='html'>Lebih dari 4 tahun yang lalu saya masih ingat kalau saya pernah mengisahkan hal ini kepada seseorang yang pernah menjadi sangat istimewa dalam hidup saya.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/TTznAnutOTI/AAAAAAAAALs/MWvkwqClnRo/s1600/Sempurna%2B%2526%2Bbahagia.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/TTznAnutOTI/AAAAAAAAALs/MWvkwqClnRo/s200/Sempurna%2B%2526%2Bbahagia.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5565577237373991218" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ada seorang anak yang sedang duduk dipangkuan seorang ibundanya tercinta, pada saat itu ibundanya sedang menjahit diatas sebuah kain. Dari bawah kain tersebut anak itu melihat kalau jahitan ibundanya amatlah buruk dan jauh dari kata indah. Ia tidak habis pikir dengan yang dikerjakan oleh ibundanya, akan tetapi ibundanya tetap menjahit kain tersebut hingga selesai. Dan setelah selesai ia memperlihatkan hasil jahitannya kepada anaknya tercinta. Betapa terkejutnya anak tersebut akan keindahan hasil jahitan ibundanya jika dilihat dari arah sebaliknya. Ia pun berpikir, ah andai saja dari awal ia bias melihat dari atas kain tersebut dan bukan dari bawah mungkin ia tidak akan menggerutu dan berpikir kalau ibundanya sedang melakukan pekerjaan yang buruk&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa pesan moral dari kisah tersebut, seringkali kita memandang buruk, kecewa atau bahkan berputus ada ketika kita menerima cobaan dari Allah SWT, padahal apa yang ditimpakan kepada kita tidaklah seburuk yang kita pikirkan. Kita merasakan hal tersebut mungkin karena kita melihatnya dari bawah persis seperti apa yang dilihat anak tersebut. Padahal rencana Allah pasti jauh lebih indah dari apa yang kita lihat atau apa yang kita alami. Bukankah Allah pernah berfirman dalam Surat Al Baqarah ayat 216 Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ternyata sejarah itu sekarang sedang menimpa diri saya. Apa yang sudah coba saya rencanakan ternyata gagal. Memang saya sadari kalau tidak semua yang kita inginkan bisa kita dapatkan dan tidak semua yang kita benci bisa kita tolak. Dan hidup adalah belajar untuk menerima hal-hal seperti itu. Bukankah Allah telah berjanji dalam surat Al Insyirah ayat 5 dan 6 bahwa sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.  Akan tetapi apapun yang terjadi hidup haruslah tetap berjalan dan kita harus meyakini bahwa rencana Allah pasti (lebih) indah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7346989081497511490-4907971390069881966?l=kacamatamakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/feeds/4907971390069881966/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7346989081497511490&amp;postID=4907971390069881966' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/4907971390069881966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/4907971390069881966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/2011/01/rencana-allah-pasti-lebih-indah.html' title='Rencana Allah Pasti (Lebih) Indah'/><author><name>Havid Ardiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10877238365875258222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-CEm6OFc-WtY/TfyG09aiwKI/AAAAAAAAAY0/qKBn3QpP-Ug/s220/IMGP0039.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/TTznAnutOTI/AAAAAAAAALs/MWvkwqClnRo/s72-c/Sempurna%2B%2526%2Bbahagia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7346989081497511490.post-4232374074777038272</id><published>2010-08-30T04:54:00.002+07:00</published><updated>2010-08-30T05:00:44.576+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Leasing'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen'/><title type='text'>Merantau</title><content type='html'>Dalam &lt;a href="http://bahtera.org/kateglo/?mod=dictionary&amp;action=view&amp;phrase=merantau"&gt;Kamus Besar Bahasa Indonesia&lt;/a&gt; III, Merantau memiliki arti berlayar atau mencari penghidupan di tanah rantau atau pergi ke negeri  lain. Sedangkan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Merantau"&gt;Wikipedia &lt;/a&gt;bersabda kalau merantau adalah perginya seseorang dari tempat ia tumbuh besar ke daerah lain untuk mencari pekerjaan atau pengalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam budaya &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Minangkabau"&gt;Minangkabau&lt;/a&gt;, pergi merantau hampir merupakan suatu kewajiban bagi pria kategori usia dewasa muda (20-30 tahun) untuk memperbaiki kondisi finansialnya dan untuk memenuhi tanggung jawab keluarga, karena jika tidak dijalankan, si pria bisa dijadikan bahan cemoohan oleh masyarakat sekelilingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merantau, itulah yang sudah saya lakukan sejak tahun 2005 dalam hal pekerjaan. Dimulai dari hijrah yang saya lakukan ke kota apel hingga tahun 2008, dilanjutkan ke kota pahlawan, kembali ke tanah kelahiran pada akhir 2008, untuk kemudian menyeberang ke barat popinsi jambi di tahun berikutnya, dan berpindah lagi ke bagian timur sumatera utara pada bulan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya… Saya harus kembali merantau ke daerah baru di bulan ini, akan tetapi merantau yang saya lakukan pada kali ini benar-benar menuju ke tanah rantau dalam arti yang sesungguhnya. Setelah Sembilan bulan mencari nafkah di Muara Bungo, akhirnya saya di mutasi ke Rantau Prapat. Sebuah kota kecamatan di Labuhan Batu, Sumatera Utara yang terkenal dengan hasil perkebunan Sawit dan Karet yang konon memiliki Pabrik Kelapa Sawit (PKS) terbanyak di Indonesia, dan berjarak sekitar 6-7 jam dari Medan dan atau Pekan Baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses hijrah yang saya lakukan saat ini dapat dikatakan berlangsung dengan sangat cepat, dalam kondisi darurat, dan cukup berat. Darurat karena saya hanya diberi waktu 2 hari untuk mengurus kepindahan saya. Darurat karena di kota yang baru ini saya akan memulainya tanpa 5 anggota tim yang harus berpisah karena satu dan lain hal. Berat karena dengan kondisi diatas pasti membutuhkan kerja keras untuk dapat mengembalikan ke kondisi  yang normal. Berat karena saya akan semakin terpisahkan jarak dan waktu oleh belahan jiwa dan keluarga tercinta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi sedarurat dan seberat apapun kondisi yang sedang terjadi, pertunjukan haruslah tetap berlangsung, tidak dapat berjalan ditempat dan roda bisnis harus tetap berputar. Dan bukankah Al-Qur’an juga bersabda bahwa sesudah dan disaat kesulitan ada kemudahan? Albert Einstein pun juga meyakini kalau &lt;span style="font-style:italic;"&gt;in the middle of every difficult lies opportunity&lt;/span&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7346989081497511490-4232374074777038272?l=kacamatamakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/feeds/4232374074777038272/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7346989081497511490&amp;postID=4232374074777038272' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/4232374074777038272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/4232374074777038272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/2010/08/merantau.html' title='Merantau'/><author><name>Havid Ardiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10877238365875258222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-CEm6OFc-WtY/TfyG09aiwKI/AAAAAAAAAY0/qKBn3QpP-Ug/s220/IMGP0039.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7346989081497511490.post-8886462239746912717</id><published>2010-07-25T20:19:00.005+07:00</published><updated>2010-07-25T20:45:53.762+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Leasing'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen'/><title type='text'>Muara Bungo, Kota Kecil Yang Mengajarkan Etos Kerja</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;First They Ignore You, Then They Laught At You, Then They Fight You, Then You Win&lt;/span&gt;.  –Mahatma Gandhi&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/TEw_tEeAosI/AAAAAAAAALQ/cS-tUQ3A3mg/s1600/DSC03833.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/TEw_tEeAosI/AAAAAAAAALQ/cS-tUQ3A3mg/s200/DSC03833.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5497839288638808770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muara Bungo… Saya yakin sebagian besar dari anda tidak tahu dimana letaknya Muara Bungo, bahkan mungkin jika ditanyakan kepada 100 orang, 50% lebih belum pernah mendengar Muara Bungo. Tapi itu cukup wajar, karena Muara Bungo bukanlah daerah yang populer dan sangat jarang dikunjungi oleh wisatawan. Saya sendiri sebelumnya juga tidak mengetahui apa, bagaimana, dan dimana Muara Bungo sebelum ditugaskan oleh perusahaan Sembilan bulan yang lalu. Jujur, saya tidak memiliki  gambaran mengenai kota ini sebelum saya menginjakkan kaki disini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muara Bungo sendiri adalah bagian dari Propinsi Jambi. Ada 2 alternatif untuk mencapai Muara Bungo dari Jakarta, yang pertama dan paling banyak dilakukan adalah dengan menggunakan pesawat ke Jambi dengan waktu kira-kira satu jam 15 menit untuk kemudian dilanjutkan dengan perjalanan darat melewati Muara Bulian, Batang Hari, dan Muara Tebo yang memakan waktu 4-5 jam jika kondisi jalan sedang bagus. Sedangkan alternative kedua adalah menggunakan pesawat ke Padang dengan waktu kira-kira satu setengah jam untuk kemudian dilanjutakan perjalanan darat melewati Solok dan Dharmas Raya yang memakan waktu 5-6 jam jika kondisi jalan sedang bagus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar dari wilayah Muara Bungo dan sekitarnya  masih berbentuk hutan,  baik itu wilayah luar kota dan dalam kota. Dari pusat kota, dengan hanya 5 menit saja menggunakan kendaraan maka kita sudah dapat menemui hutan. Dengan latar belakang wilayahnya yang sebagian besar masih berbentuk hutan, sehingga tidaklah mengherankan kalau kita sering menjumpai banyak hewan hutan dalam perjalanan dari, ke dan di Muara Bungo. Saya sendiri dalam tiga kwartal disini pernah menemui banyak hewan liar, mulai dari sapi, kerbau, anjing, babi hutan, kera hutan, beruang, biawak, ular, kalajengking, hingga buaya. Tidak jauh dari Muara Bungo, jika kita berkendara ke arah Bangko, Muara Tebo, atau Sarolangun, jika kita beruntung maka kita akan dapat menjumpai sekumpulan atau satu-dua dari Suku Anak Dalam di jalan. Terlebih apabila kita berkendara ke pelosok atau melewati hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi pekerjaan, di kantor saya, banyak orang yang memandang Muara Bungo adalah lokasi penempatan yang harus dihindari karena lokasinya yang katanya terisolir dan sering menjadi bahan olok-olok. Dan hal tersebut juga saya alami ketika menerima penempatan dikota ini. Mulai dari pertanyaan ‘kok mau sih?’, ‘yakin &lt;span style="font-style:italic;"&gt;lo&lt;/span&gt;??’, ‘nggak gampang lo disana’ dan berbagai pertanyaan dan pernyataan lain. Saya memandang hal itu sangatlah wajar, karena selain letaknya yang terisolir, kinerja cabang Muara Bungo saat itu juga sedang dalam kondisi luluh lantak karena buruknya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;performance &lt;/span&gt;cabang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi setelah saya sampai disini dan menyelami pekerjaan saya disini, semua keraguan tersebut perlahan-lahan mulai sirna, apalagi setelah melihat etos kerja dan semangat rekan kerja saya di kota ini. Didalam kota kecil ini ternyata masih banyak orang-orang yang memiliki semangat kerja yang luar biasa, mereka benar-benar menunjukkan bagaimana bekerja dengan hati dalam arti sesungguhnya.  Dengan rekan kerja yang memiliki mental bekerja yang luar biasa, kamipun dapat bekerja dengan sepenuh hati dan hasil baikpun perlahan-lahan mulai dapat kami raih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muara Bungo, cabang pembantu yang sampai sekarang masih suka menjadi olok-olok karena lokasinya yang katanya ‘jauh dari peradaban’, sekarang mampu menjelma menjadi cabang pembantu yang memiliki &lt;span style="font-style:italic;"&gt;performance &lt;/span&gt;paling konsisten dalam menunjukkan tren positif di area Sumatera Bagian Selatan. Bahkan berkat konsistensi yang positif tersebut, bulan Juni yang lalu akhirnya diadakan Area &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Review &lt;/span&gt;di kota ini, dan ini adalah yang pertama kali diakan area &lt;span style="font-style:italic;"&gt;review &lt;/span&gt;di kantor cabang pembantu secara nasional. Hal ini tidak berhenti sampai disana, bulan Juni lalu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;performance &lt;/span&gt;Muara Bungo dapat mengkatrol &lt;span style="font-style:italic;"&gt;performance &lt;/span&gt;cabang induknya yang sedang menurun. Dan yang paling anyar, sampai minggu ketiga bulan Juli, cabang ini bahkan dapat melangkahi performance cabang induknya dengan gagah berani. Hal ini tentu saja tidak akan dapat dicapai jika rekan-rekan kerja saya mudah menyerah dan  tidak bekerja dengan hati. Dan jika hal ini dapat dipertahankan, maka kemandirian untuk menjadi Cabang penuh tinggal menghitung waktu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ternyata saya mampu mendapatkan banyak pelajaran yang luar biasa mengenai etos dan semangat bekerja dari cabang yang katanya jauh dari peradaban ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muara Bungo Yess, Muara Bungo Wush, Muara Bungo Luarrr Biasa, Muara Bungo &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Nggak Ada Matinyeee&lt;/span&gt;…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7346989081497511490-8886462239746912717?l=kacamatamakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/feeds/8886462239746912717/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7346989081497511490&amp;postID=8886462239746912717' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/8886462239746912717'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/8886462239746912717'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/2010/07/muara-bungo-kota-kecil-yang-mengajarkan.html' title='Muara Bungo, Kota Kecil Yang Mengajarkan Etos Kerja'/><author><name>Havid Ardiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10877238365875258222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-CEm6OFc-WtY/TfyG09aiwKI/AAAAAAAAAY0/qKBn3QpP-Ug/s220/IMGP0039.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/TEw_tEeAosI/AAAAAAAAALQ/cS-tUQ3A3mg/s72-c/DSC03833.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7346989081497511490.post-1298358179448411719</id><published>2010-05-20T01:27:00.002+07:00</published><updated>2010-05-20T01:30:52.204+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><title type='text'>Selamat Ulang Tahun Mama</title><content type='html'>Mama…&lt;br /&gt;Terimakasih atas semua yang telah kau berikan dan korbankan untuk anakmu. Terimakasih atas kasih sayangmu yang tulus dan tiada batas. Terimakasih atas kesabaranmu dalam mendidik anakmu yang seringkali membuatmu mengelus dada. Pengorbanan, Kasih Sayang, dan Kesabaran yang sampai kapanpun tidak akan pernah sanggup untuk aku balas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama…&lt;br /&gt;Terimakasih telah memberikanku contoh tentang bagaimana bekerja dengan cinta. Terimakasih telah mengingatkanku untuk selalu ingat akan Tuhanku. Terimakasih telah mengajariku tentang kasih sayang dan tidak mudah mendendam. Semua bimbingan yang telah diberikan kepadaku adalah pelajaran istimewa yang tak kudapatkan dari tempat manapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama…&lt;br /&gt;Hari ini adalah hari yang istimewa. Bukan hanya karena hari ini adalah hari yang tercatat dalam sejarah bangsa. Melainkan karena hari ini juga hari ulang tahunmu. Hari yang akan aku ingat selalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama…&lt;br /&gt;Hari ini usiamu bertambah satu tahun. Usiamu sudah tidak muda lagi. Tapi sungguh, mama masih tetap terlihat cantik dan memancarkan semangat luar biasa dimataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama…&lt;br /&gt;Mohon maafku padamu, karena untuk yang kesekian kalinya anakmu tidak bisa berada disisimu pada hari ulang tahunmu. Bukan karena aku tidak menginginkannya, akan tetapi karena amanah pekerjaan yang membuat kita terpisah jarak. Namun percayalah, kalau aku akan selalu mengingat dan memanjatkan doa untuk mama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama…&lt;br /&gt;Orang bijak pernah mengatakan kalau hidup bukanlah sekedar bilangan jumlah, akan tetapi seberapa besar manfaat yang diberikan bagi banyak orang atau pihak. Dan aku sangat percaya kalau mama telah memberikan banyak manfaat bagi banyak orang dan banyak pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama.. .&lt;br /&gt;Izinkan aku untuk mengucapkan Selamat Ulang Tahun kepada dirimu, semoga Allah SWT senantiasa menjaga dan melindungimu…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7346989081497511490-1298358179448411719?l=kacamatamakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/feeds/1298358179448411719/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7346989081497511490&amp;postID=1298358179448411719' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/1298358179448411719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/1298358179448411719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/2010/05/selamat-ulang-tahun-mama.html' title='Selamat Ulang Tahun Mama'/><author><name>Havid Ardiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10877238365875258222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-CEm6OFc-WtY/TfyG09aiwKI/AAAAAAAAAY0/qKBn3QpP-Ug/s220/IMGP0039.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7346989081497511490.post-779173865256293890</id><published>2010-05-13T02:02:00.000+07:00</published><updated>2010-05-13T02:06:18.516+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Film'/><title type='text'>POLA</title><content type='html'>Seorang motivator pernah mengatakan dalam suatu pelatihan, kalau tanpa disadari banyak orang menjalani hidup dengan pola yang sama dari waktu ke waktu. Jika kita sudah terbiasa berangkat bekerja pada pukul 6.30 setiap harinya, maka kita akan mengulanginya dengan waktu yang sama setiap harinya, dan jika kita mencoba memperhatikan sekeliling kita, tanpa kita sadari kita akan melihat kendaraan yang sama persis setiap harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia film, khususnya film yang berbau erotis, entah kita sadari atau tidak, ternyata juga memiliki pola pemasaran yang nyaris seragam. Sesaat sebelum film mengudara di bioskop selalu saja ada cerita sensasional yang sepertinya sengaja diangkat untuk meningkatkan rating film tersebut. Tidak peduli apakah sensasi tersebut murahan atau tidak. Mulai dari tersebarnya foto atau cuplikan seronok artis yang membintangi film tersebut sampai insiden antar pemain film tersebut...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia perpolitikan, jika saya tidak keliru, sepertinya juga terdapat pola yang khas dengan menggunakan teroris sebagai media pengalihnya. Karena hampir setiap ada kasus yang sedang hangat, maka tidak lama kemudian pada saat kasus ini semakin panas, akan diikuti dengan adanya kelompok teroris yang terungkap. Entah kelompok teroris ini merupakan pengalih dari kasus tersebut atau bukan, akan tetapi sepertinya ini adalah pola yang seringkali berulang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mungkin benar, kalau segala sesuatu memiliki pola...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7346989081497511490-779173865256293890?l=kacamatamakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/feeds/779173865256293890/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7346989081497511490&amp;postID=779173865256293890' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/779173865256293890'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/779173865256293890'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/2010/05/pola.html' title='POLA'/><author><name>Havid Ardiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10877238365875258222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-CEm6OFc-WtY/TfyG09aiwKI/AAAAAAAAAY0/qKBn3QpP-Ug/s220/IMGP0039.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7346989081497511490.post-8444409058957235664</id><published>2010-02-01T18:15:00.004+07:00</published><updated>2010-02-01T22:43:36.608+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sumber Daya Manusia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Strategi'/><title type='text'>Menjadi Orang MARS</title><content type='html'>Apakah aku ada di mars atau mereka mengundang orang mars…. – &lt;a href="http://www.myspace.com/theupstairs1"&gt;the upstairs&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/S2bsS7sfblI/AAAAAAAAAKY/mXJnf5rbDdc/s1600-h/ET.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 140px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/S2bsS7sfblI/AAAAAAAAAKY/mXJnf5rbDdc/s200/ET.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433289810475183698" /&gt;&lt;/a&gt;Itulah sepenggal lirik lagu yang populer dikalangan pemuda yang dipopulerkan oleh sebuah band indie ibukota. Menjadi orang mars, sepertinya itulah impian kami (saya dan rekan-rekan kantor) dimasa yang akan datang.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan karena planet mars merupakan planet yang sampai saat ini masih misterius dan diyakini dapat dihuni manusia dimasa yang akan datang, bukan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bukan juga disebabkan lokasi kami yang di muara bungo sehingga ingin teralienasi seperti makhluk mars, ah pasti bukan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi karena keadaan memang memaksa kami untuk berusaha menjadi istimewa…. Seperti orang mars…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Target yang sangat menantang memang memaksa kami harus merubah pola kerja kami agar kami bisa mencapai tujuan yang telah ditetapkan perusahaan. Untuk itu kami bertekad menjadi sosok istimewa yang membuat kompetitor kami merasa inferior ketika harus berhadapan dengan kami dalam kompetisi bisnis yang kami arungi, seperti orang mars yang sering digambarkan sebagai makhluk superior dalam banyak film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan hal tersebut, kamipun sepakat untuk menggunakan pola MARS yang merupakan akronim dari &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;M&lt;/span&gt;otivation&lt;/span&gt; (Motivasi), &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;A&lt;/span&gt;bility&lt;/span&gt; (Kemampuan), &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;R&lt;/span&gt;ole Perception&lt;/span&gt; (Peranan Persepsi), dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;S&lt;/span&gt;ituational Factors&lt;/span&gt; (Faktor-faktor Situasional) sebagai salah satu pola kerja kami.  Untuk mewujudkannya, kami akan berusaha menjaga motivasi kami tetap tinggi agar kami dapat mengatasi segala halangan dan rintangan yang menghadang kami, mengembangkan keterampilan dan kemampuan kami sesuai dengan perkembangan jaman dan tuntutan bisnis sehingga kami dapat menyelesaikan semua pekerjaan dengan  hasil yang istimewa, memastikan kami semua benar-benar paham akan peran kami dalam roda bisnis perusahaan, serta bertindak sesuai dengan keadaan dan situasi yang ada.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun tidak mudah, akan tetapi kami akan selalu berusaha agar kami bisa menjalankannya dengan konsisten dan penuh komitmen, karena kami meyakini kalau hal ini dapat memberikan hasil positif. Dan Alhamdulillah kami telah berhasil melewati bulan pertama kami dari selusin bulan tahun ini dengan hasil yang menggembirakan. Dan kamipun berharap agar kami mampu melewati bulan-bulan berikutnya dengan hasil yang jauh lebih baik lagi. Mudah-mudahan kami mampu karena pertunjukan tetaplah harus berjalan.. Berdentum nada siring dada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*gambar diambil dari &lt;a href="http://www.technovelgy.com/ct/Science-Fiction-News.asp?NewsNum=566"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7346989081497511490-8444409058957235664?l=kacamatamakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/feeds/8444409058957235664/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7346989081497511490&amp;postID=8444409058957235664' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/8444409058957235664'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/8444409058957235664'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/2010/02/menjadi-orang-mars.html' title='Menjadi Orang MARS'/><author><name>Havid Ardiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10877238365875258222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-CEm6OFc-WtY/TfyG09aiwKI/AAAAAAAAAY0/qKBn3QpP-Ug/s220/IMGP0039.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/S2bsS7sfblI/AAAAAAAAAKY/mXJnf5rbDdc/s72-c/ET.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7346989081497511490.post-6811022874596963236</id><published>2010-01-31T21:54:00.005+07:00</published><updated>2010-01-31T22:16:34.312+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Film'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum'/><title type='text'>Flash Of Genius: Kisah Berliku Inovator Wiper</title><content type='html'>Mungkin banyak &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/S2WbgBezVuI/AAAAAAAAAKA/7vYQlBIwKTY/s1600-h/flashofgenius.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 138px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/S2WbgBezVuI/AAAAAAAAAKA/7vYQlBIwKTY/s200/flashofgenius.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5432919499948119778" /&gt;&lt;/a&gt;dari kita yang tidak tahu kalau &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Windscreen_wiper"&gt;wiper &lt;/a&gt;yang terdapat di mobil ternyata memiliki kisah perjuangan yang menarik tentang penciptanya melawan raksasa otomotif dunia. Saya pun sebelumnya juga tidak mengetahuinya sebelum menonton &lt;a href="http://www.imdb.com/title/tt1054588"&gt;Flash Of Genius&lt;/a&gt; yang diangkat berdasarkan kisah nyata kehidupan &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Robert_Kearns"&gt;Robert Kearns&lt;/a&gt; dibintangi oleh Greg Kinnear.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini dimulai ketika Kearns mengendarai mobilnya saat hujan bersama dengan istrinya dan anaknya, ketika itu wiper mobil masih harus digerakkan secara manual. Terinspirasi dengan insiden yang dialami sebelumnya ketika tutup botol sampanye membutakan mata sebelah kirinya. Kearns kemudian mencoba menciptakan wiper yang dapat bergerak seperti mata, dimana wiper tersebut dapat berkedip secara otomatis dan tidak perlu digerakkan secara manual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Kearns mulai melakukan riset digarasinya untuk mewujudkan mimpinya tentang wiper yang dapat ‘berkedip’. Setelah berhasil mewujudkan ide dan mimpinya, atas saran dan bantuan temannya, Kearns kemudian mencoba mendemontrasikan karyanya kepada Ford Motor Corporation. Tertarik dengan karya Kearns, proses negosiasi pun dilakukan dan Kearns meminjamkan prototipe wiper buatannya kepada Ford. Akan tetapi tanpa alasan yang jelas, beberapa bulan kemudian tiba-tba Ford membatalkan proses perjanjian tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kearns yang merasa kecewa kemudian berusaha mencari tahu alasan pembatalan tersebut. Sehingga ketika Ford mengeluarkan varian Mustang terbaru, Kearns berusaha menyelinap untuk melihat peluncuran produk tersebut. Alangkah terkejutnya Kearns ketika mendapati bahwa karyanya yang ditolak Ford tanpa alasan yang jelas ternyata terdapat pada produk terbaru Mustang dan dijadikan nilai jual utama dari Ford Mustang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasa idenya dirampok dan diperlakukan sewenang-wenang, Kearns kemudian tidak tinggal diam dan berniat menuntut hak atas karyanya. Ia pun bangkit bergerak dan mulai melakukan perlawanan terhadap Ford. Dimulai dengan mendaftarkan perkara tersebut ke pengadilan, kemudian Kearns pun mulai mengajukan gugatannya tanpa didampingi pengacara. Hari demi hari berlalu dan ternyata perlawanan melawan korporasi raksasa tidaklah mudah, memakan waktu yang lama dan sempat membuat Kearns dijauhi keluarganya dan bahkan bercerai dengan istrinya. Akan tetapi Kearns yang keras kepala dan sangat idealis tidak menyerah begitu saja dengan keadaan dan terus menuntut pengakuan atas ciptaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelan tapi pasti, jalan berliku yang dilalui Kearns dalam menuntut pengakuan atas ciptaannya mulai mendapatkan support dari berbagai pihak. Dimulai dari support anak-anaknya setelah beberapa tahun perkara tersebut bergulir. Dengan didampingi anak tertuanya yang kuliah disekolah hukum, perlawanan Kearns terus berlanjut. Dan akhirnya perjuangan Kearns tidaklah sia-sia, ketika perjuangan Kearns melewati 1 dekade, Kearns pun akhirnya dinyatakan menang dan Ford Motor Corporation diharuskan membayar sejumlah uang kepada Kearns.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/S2WeGCRcVnI/AAAAAAAAAKQ/6d543lIifO8/s1600-h/kearns.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 158px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/S2WeGCRcVnI/AAAAAAAAAKQ/6d543lIifO8/s200/kearns.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5432922352018806386" /&gt;&lt;/a&gt;Banyak pelajaran yang dapat diambil dari kisah film tersebut, mulai dari berharganya ide dan kreatifitas, kekuatan komitmen dan tekad dalam memperjuangkan hak, hingga pelajaran bahwa seringkali perjuangan dalam menuntut kebenaran dan keadilan ternyata tidaklah semudah membalik telapak tangan dan penuh dengan perjalanan yang berliku. Dalam banyak kejadian, seseorang akan langsung menyerah dalam menuntut hak ketika harus berhadapan dengan korporasi besar ataupun penguasa, karena menyadari perjuangan untuk menuntuk hak tersebut pasti akan menguras tenaga, biaya, pikiran, dan emosional. Akan tetapi Dr Kearns bukanlah orang dalam banyak kejadian tersebut, ia adalah contoh langka seseorang yang dengan gigih dan tidak kenal menyerah dalam memperjuangkan haknya. Pertanyaannya sekarang, siapkah kita menjadi manusia langka seperti Dr. Robert Kearns atau kita lebih memilih menjadi manusia kebanyakan? Anda sendirilah yang dapat menjawab pertanyaan tersebut....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7346989081497511490-6811022874596963236?l=kacamatamakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/feeds/6811022874596963236/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7346989081497511490&amp;postID=6811022874596963236' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/6811022874596963236'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/6811022874596963236'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/2010/01/flash-of-genius-kisah-berliku-inovator.html' title='Flash Of Genius: Kisah Berliku Inovator Wiper'/><author><name>Havid Ardiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10877238365875258222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-CEm6OFc-WtY/TfyG09aiwKI/AAAAAAAAAY0/qKBn3QpP-Ug/s220/IMGP0039.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/S2WbgBezVuI/AAAAAAAAAKA/7vYQlBIwKTY/s72-c/flashofgenius.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7346989081497511490.post-2224470365215039722</id><published>2009-10-29T09:40:00.003+07:00</published><updated>2009-10-29T11:08:13.866+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Keluarga'/><title type='text'>Pahlawan Biasa</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/SukPEH4bLTI/AAAAAAAAAJ4/bIDwW6f4tUk/s1600-h/Papa3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/SukPEH4bLTI/AAAAAAAAAJ4/bIDwW6f4tUk/s200/Papa3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5397862191889853746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;...Hiduplah dengan sederhana dan bersikaplah jujur...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan itu senantiasa terngiang di dalam diriku. Adalah seorang pria sederhana yang menyampaikannya kepadaku. Beliau terlahir di kota Padang 59 tahun yang lalu, akan tetapi karena satu dan lain hal, dalam catatan sipil beliau tercatat 1 tahun lebih muda dari semestinya. Sosoknya sangatlah sederhana dan seperti layaknya manusia biasa. Tidak pernah tutur kata yang kasar terucap dari bibirnya, karena beliau selalu berusaha berkata sopan dan lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pekerjaan beliau bukan sosok yang menjabat suatu jabatan yang tinggi, beliau hanyalah karyawan biasa yang menjabat pekerjaan yang biasa-biasa saja. Akan tetapi dalam hal biasa-biasa tersebut beliau tetap menjelma menjadi sosok yang istimewa. Mulai dari etos kerjanya hingga sikapnya yang jujur. Sebagai karyawan beliau senantiasa berusaha untuk bersikap profesional dalam berbagai keadaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah dalam suatu periode beliau harus bekerja di daerah pondok cabe sementara rumah beliau di daerah bekasi. Karena beliau memandang pekerjaan adalah ibadah dan amanah, maka beliau rela mengorbankan waktu dan tenaga beliau, pada periode tersebut beliau selalu berangkat pada pukul setengah lima untuk menjemput rizki dan baru kembali kerumah pada pukul 9 malam. Terlihat jelas letih pada wajah beliau, sehingga keluargapun menyarankan beliau untuk kost di pondok cabe dekat dengan kantor beliau, akan tetapi karena rasa sayangnya pada keluarga, beliau mengalah dan rela mengorbankan waktu dan tenaga semata-mata demi kebersamaan beliau bersama keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika bersilaturahmi ke rumah rekannya atau bawahannya, beliau juga seringkali memberikan wejangan kepada anak-anaknya manakala anaknya bertanya mengapa rekan dan bawahannya lebih makmur dibandingkan dengan dirinya. Beliau selalu mengatakan, 'tak apalah hidup dengan sederhana asalkan kita menjalaninya dengan jujur, buat apa hidup makmur kalau digapai dengan cara yang tidak jujur...'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam membina rumah tangga beliau juga layak untuk dijadikan panutan. Beliau seperti memiliki stok sabar yang tiada habis dan selalu bersikap lemah lembut kepada keluarganya. Hal ini diperkuat oleh pernyataan istrinya yang sering mengatakan kalau selama menikah beliau tidak pernah berbuat kasar kepada istrinya walau hanya sekali saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hidup tidak jarang beliau dizalimi, akan tetapi beliau juga seperti memiliki berton-ton maaf dan selalu berusaha membalasnya dengan kebaikan. Pernah beliau berkata kepada anaknya, 'papa tahu kalau si X pernah berbuat jahat kepadamu, tapi janganlah kamu membalas perbuatan X dengan kejahatan, karena itu membuat kamu menjadi tidak berbeda dengan X. Balaslah perbuatan X dengan kebaikan agar ia kelak sadar akan kekeliruannya.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya masih banyak kebaikan yang dapat dicontoh dari beliau untuk diceritakan. Kebaikan dari manusia biasa yang hari ini tepat berusia 59 tahun. Manusia yang menjalani hidup dengan sederhana. Sosok satu-satunya dalam ranji keluarga besar yang menggunakan nama suku Tanjung di namanya. Manusia biasa yang menjadi pahlawan dalam hidupku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Ulang Tahun Papa, semoga segala kebaikan dari Allah SWT dilimpahkan kedalam diri papa, terimakasih atas segala kebaikan yang telah papa berikan kepada keluarga, mohon maaf apabila anakmu ini masih memiliki banyak sekali kekuarangan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7346989081497511490-2224470365215039722?l=kacamatamakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/feeds/2224470365215039722/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7346989081497511490&amp;postID=2224470365215039722' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/2224470365215039722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/2224470365215039722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/2009/10/pahlawan-biasa.html' title='Pahlawan Biasa'/><author><name>Havid Ardiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10877238365875258222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-CEm6OFc-WtY/TfyG09aiwKI/AAAAAAAAAY0/qKBn3QpP-Ug/s220/IMGP0039.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/SukPEH4bLTI/AAAAAAAAAJ4/bIDwW6f4tUk/s72-c/Papa3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7346989081497511490.post-7734984752771684203</id><published>2009-10-12T16:35:00.003+07:00</published><updated>2009-10-12T19:02:39.276+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Instropeksi'/><title type='text'>Romansa Ide dan Kata: Ketika Konsistensi dan Komitmen Terpinggirkan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/StMaXZ-QbxI/AAAAAAAAAJw/iGqELwPgpsU/s1600-h/Commit_MONO.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 156px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/StMaXZ-QbxI/AAAAAAAAAJw/iGqELwPgpsU/s200/Commit_MONO.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5391682168303939346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://benvenuti.blogdrive.com/"&gt;Seorang sahabat yang memiliki pemikiran dan permainan kata-kata yang cerdas&lt;/a&gt; pernah menanyakan perihal blog saya yang hampir tidak pernah terbaharui sekitar 1 tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa malu dan tertantang menyelimuti diriku ketika membaca hal tersebut, ketika itu ingin rasanya saya menjawab pertanyaan tersebut dengan permainan kata-kata dan pergumulan ide dan pengalaman. Akan tetapi sayangnya rasa tersebut terpenjarakan oleh rasa malas, sehingga komitmen dan konsistensi terkurung didalam diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa terasa, sudah hampir 1 tahun, semenjak cambuk tersebut mengenai hati dan pikiranku dan ternyata blog ini belum terbaharui secara berkesinambungan. Ide dan pemikiran sering hilir mudik didalam kepala, akan tetapi mereka terkurung dengan rapat didalam pikiran karena belum adanya komitmen untuk menuangkan kedalam kata-kata. Sehingga ide dan pemikiran tersebut menjadi tidak bermakna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarlah apa yang pernah dikatakan para cendekia, ide dan pemikiran menjadi tidak berarti apabila tidak dituangkan dalam kata dan dikerjakan dalam perbuatan. Sungguh bukan saya menginginkan ide dan pemikiran saya menjadi tidak berarti. Dan bukan pula saya ingin menyembunyikan ilmu karena tak pantas rasanya bagi saya yang memiliki pengetahuan tidak seberapa untuk menyembunyikan ilmu saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terabaikannya blog ini sesungguhnya lebih disebabkan terpinggirkannya komitmen dan konsistensi yang saya miliki. Ternyata benar juga seperti yang dikatakan orang, mempertahankan komitmen dan konsistensi sepertinya memang membutuhkan kesungguhan. Dan patut diakui, kesungguhan saya menghadirkan karnaval kata dalam blog ini memang terabaikan dan terasingkan. Sehingga ide dan pemikiran tidak dapat memadu kasih dengan kata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam dalam kesempatan ini saya mencoba mengumpulkan komitmen dan menjaga konsistensi agar ide dan pemikiran saya menjadi bermakna, seperti judul dari blog ini kacamata makna. Saya tidak memiliki target yang membumbung tinggi dan hanya berkeinginan setidaknya parade kata dapat hadir dan terbaharui di blog ini setiap 1 - 2 bulan sekali. Semoga saya dapat menjaga kesungguhan saya untuk mempertahankan komitmen dan konsistensi saya... Semoga...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Gambar diambil dari &lt;a href="http://www.exceptional.org.au/about/commitment/"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7346989081497511490-7734984752771684203?l=kacamatamakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/feeds/7734984752771684203/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7346989081497511490&amp;postID=7734984752771684203' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/7734984752771684203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/7734984752771684203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/2009/10/romansa-ide-dan-kata-ketika-konsistensi.html' title='Romansa Ide dan Kata: Ketika Konsistensi dan Komitmen Terpinggirkan'/><author><name>Havid Ardiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10877238365875258222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-CEm6OFc-WtY/TfyG09aiwKI/AAAAAAAAAY0/qKBn3QpP-Ug/s220/IMGP0039.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/StMaXZ-QbxI/AAAAAAAAAJw/iGqELwPgpsU/s72-c/Commit_MONO.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7346989081497511490.post-3060672546183314386</id><published>2009-06-29T21:04:00.003+07:00</published><updated>2011-04-18T11:56:44.704+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Psikologi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Film'/><title type='text'>Sindrom Tourette Yang Menginspirasi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/SknzR4M2nLI/AAAAAAAAAJY/PS35t6P04wc/s1600-h/Front+Of+The+Class.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 162px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/SknzR4M2nLI/AAAAAAAAAJY/PS35t6P04wc/s200/Front+Of+The+Class.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5353077120576167090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hari Kamis lalu saya menonton sebuah film di HBO yang berjudul Front Of The Class. Film ini berdasarkan kisah nyata tentang kisah seorang penderita &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Tourette_syndrome "&gt;Sindrom Tourette&lt;/a&gt;, yang bernama &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Brad_Cohen"&gt;Brad Cohen&lt;/a&gt;, dalam memperjuangkan cita-citanya untuk menjadi guru. Terus terang, saya sangat menyukai film ini karena banyaknya pesan yang terkandung didalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;a href="http://www.lekompress.web.id/2008/04/tourette-sindrom.html "&gt;Sindrom Tourette&lt;/a&gt; merupakan penyakit akibat kelainan saraf yang membuat pengidapnya melakukan beberapa gerakan spontan diluar kesadaran, seperti mata berkedip terlalu sering, mangeluarkan suara berdehem, menggerakkan bahu secara spontan, mendecak-decakkan lidah, mengeluarkan kata-kata kotor (Coprolalia) dan mengulangi kata yang didengar dari orang lain (Echolali), di masyarakat awam dua hal terakhir ini dikenal dengan latah. Sampai sekarang penyakit ini belum ada obatnya, yang bisa dilakukan penderita sindrom Tourette lebih kepada pengontrolan diri dan emosi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikisahkan Brad kecil adalah seorang anak yang menderita Sindrom Tourette sering diejek, dijadikan bahan olokan, dijauhi, dan bahkan diasingi oleh orang disekitarnya karena gerakan dan suara aneh yang ia buat yang disebabkan penyakit Tourette yang dideritanya. Brad kecil menjadi sosok yang sangat terasing dilingkungannya sendiri meskipun sebenarnya ia tidak menginginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak upaya yang telah dilakukan Brad dan orang tuanya sehubungan dengan penyakit Tourette yang dideritanya, seperti mencoba mengunjungi terapi penderita Tourette disebuah gereja. Akan tetapi setelah melihat terapi yang dilakukan, Ibu Brad  dan Brad keluar dari tempat tersebut karena tidak ingin anaknya diperlakukan seperti penderita Tourette lain yang hidup terasing dilingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berbagai upayanya Brad terus hidup terasing, hingga ia menemukan filosofi hidupnya dan merasa diterima ketika dalam sebuah konser musik yang diadakan sekolahnya. Ia dipanggil oleh kepala sekolahnya untuk maju kedepan. Brad yang sebelumnya merasa khawatir akan dihukum dan dipermalukan didepan teman-temannya karena suara-suara aneh yang dibuatnya, ternyata malah diberikan sokongan dari sang kepala sekolah dan memberitahukan ke rekan-rekannya kalau penyakit Tourette yang diderita Brad akan semakin parah ketika Brad merasa tidak diterima sehingga ia secara tidak langsung mengajak pengunjung yang hadir untuk menerima Brad sebagai mana adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut menginspirasikan Brad untuk menjadi seorang guru yang tidak pernah ia miliki. Setelah lulus menjadi sarjana, Brad melamar ke berbagai sekolah untuk menjadi seorang pengajar di berbagai sekolah. Dalam banyak wawancara yang dilakukannya, Brad seringkali ditolak karena penyakit Tourette yang dideritanya meskipun ia memiliki catatan akademik yang baik, Brad seringkali dipandang sebelah mata karena penyakitnya. Tercatat sudah 24 kali wawancara ia lakukan dan gagal. Akan tetapi ia tidak mau menyerah terhadap keadaan, ia tidak akan pernah membiarkan Tourette mengalahkannya, sehingga ia terus berusaha. Hingga pada wawancara ke 25 ia akhirnya diterima menjadi guru kelas 2 di SD Mountain View.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai guru, Brad mengajarkan murid-muridnya untuk menjadi orang yang berpikiran terbuka, dimulai dengan menceritakan tentang penyakit Tourette yang dideritanya dengan cara yang menghibur dan penuh humor. Brad juga mengajarkan kepada murid-muridnya kalau seberapapun sulitnya mereka dalam hidup, mereka tetap dapat menjadi orang yang lebih baik. Brad mencontohkan tentang sulitnya ia membaca dan berkonsentrasi karena Tourette yang dideritanya, akan tetapi ia tidak mau menyerah dan kalah terhadap Tourette yang dideritanya. Seluruh siswa Brad sangat menyenangi dan menikmati pola pembelajaran yang dilakukan oleh Brad. Sehingga tanpa disadari murid-murid Brad belajar banyak pelajaran berharga dari Brad mulai dari jangan pernah menyerah pada keadaan hingga pelajaran tentang toleransi dan menerima perbedaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brad tidak pernah menyerah terhadap keadaan dan tidak ingin dikalahkan oleh Sindrom Tourette yang dideritanya. Sehingga ia menjadikan Tourette menjadi gurunya dalam mengarungi hidup dan dalam proses belajar mengajar yang ia lakukan. Usaha Brad tidak sia-sia, karena akhirnya ia terpilih menjadi guru teladan di kota tempat ia mengajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pesan yang dapat ditangkap dalam film tersebut. Mulai dari pelajaran tentang jangan pernah menyerah terhadap keadaan, bagaimana memanfaatkan dan mengambil hikmah dari kekurangan yang kita miliki, hingga pelajaran toleransi tehadap sesama manusia meskipun ia memiliki perbedaan. Banyak orang-orang yang merasa tidak diterima dan dikucilkan dalam pergaulan karena perbedaan yang sesungguhnya tidak ia ingini. Sudah menjadi tugas kitalah sebagai manusia untuk bisa menerima mereka...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7346989081497511490-3060672546183314386?l=kacamatamakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/feeds/3060672546183314386/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7346989081497511490&amp;postID=3060672546183314386' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/3060672546183314386'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/3060672546183314386'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/2009/06/sindrom-tourette-yang-menginspirasi.html' title='Sindrom Tourette Yang Menginspirasi'/><author><name>Havid Ardiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10877238365875258222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-CEm6OFc-WtY/TfyG09aiwKI/AAAAAAAAAY0/qKBn3QpP-Ug/s220/IMGP0039.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/SknzR4M2nLI/AAAAAAAAAJY/PS35t6P04wc/s72-c/Front+Of+The+Class.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7346989081497511490.post-2813848871613711824</id><published>2008-06-13T18:56:00.007+07:00</published><updated>2011-04-18T11:56:35.000+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Negara'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum'/><title type='text'>And The Oscar Goes To....</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;And The Oscar For Best Scenario Goes To... &lt;a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/06/12/0018545/skenario.selamatkan.ayin"&gt;Conspiracy Theory in Public Attorney&lt;/a&gt; and &lt;a href="http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/06/12/00223265/artalyta.juga.berkoordinasi.dengan.kemas.dan.urip"&gt;Saving Private Assets&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* click &lt;a href="http://kacamatamakna.blogspot.com/2007/11/aktor-sesungguhnya.html"&gt;here &lt;/a&gt;to see nominee for best actor and best actress&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7346989081497511490-2813848871613711824?l=kacamatamakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/feeds/2813848871613711824/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7346989081497511490&amp;postID=2813848871613711824' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/2813848871613711824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/2813848871613711824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/2008/06/and-oscar-goes-to.html' title='And The Oscar Goes To....'/><author><name>Havid Ardiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10877238365875258222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-CEm6OFc-WtY/TfyG09aiwKI/AAAAAAAAAY0/qKBn3QpP-Ug/s220/IMGP0039.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7346989081497511490.post-1678804942477025813</id><published>2008-06-12T09:41:00.007+07:00</published><updated>2008-06-12T10:25:22.717+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Negara'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Internasional'/><title type='text'>Malaysia Memotong Gaji Menteri, Indonesia Kapan??</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/SFCSwE4YJRI/AAAAAAAAAGc/N_qfHzRuQwk/s1600-h/leader_yes_no.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/SFCSwE4YJRI/AAAAAAAAAGc/N_qfHzRuQwk/s200/leader_yes_no.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5210826123509245202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://international.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/06/11/18/117535/bbm-naik-malaysia-potong-gaji-menteri"&gt;PM Abdullah Badawi melakukan terobosan 'berani' dengan memotong gaji seluruh menteri dan pejabat tinggi negara sebesar 10% untuk meredam kenaikan BBM&lt;/a&gt;. Sebuah tindakan yang menurut saya patut diacungi jempol dan ditiru dari negera tetangga kita ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia kapan?? Sepertinya masih jauh!!! Alasannya pemotongan gaji masih terlalu pagi untuk diterapkan karena pemerintah masih fokus pada renumerasi gaji. Sebuah alasan yang terlalu dibuat-buat sepertinya, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lha wong&lt;/span&gt; yang dipotong cuma gaji menteri dan pejabat tinggi kok...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi memang harus diakui untuk melakukan hal tersebut diperlukan keberanian yang lebih. Karena protes dari wakil rakyat dan para petinggi negeri ini lebih menakutkan dari pada protes dan demonstrasi massa dengan skala apapun....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gambar diambil dari &lt;a href="http://www.licensetolead.com/fx/leader_yes_no.jpg"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7346989081497511490-1678804942477025813?l=kacamatamakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/feeds/1678804942477025813/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7346989081497511490&amp;postID=1678804942477025813' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/1678804942477025813'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/1678804942477025813'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/2008/06/malaysia-memotong-gaji-menteri.html' title='Malaysia Memotong Gaji Menteri, Indonesia Kapan??'/><author><name>Havid Ardiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10877238365875258222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-CEm6OFc-WtY/TfyG09aiwKI/AAAAAAAAAY0/qKBn3QpP-Ug/s220/IMGP0039.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/SFCSwE4YJRI/AAAAAAAAAGc/N_qfHzRuQwk/s72-c/leader_yes_no.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7346989081497511490.post-5873810816555042492</id><published>2008-05-29T16:13:00.004+07:00</published><updated>2008-05-29T21:15:27.231+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Negara'/><title type='text'>Belajar Bernegara Dari Tukang Cat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/SD5136akKyI/AAAAAAAAAF8/C2p8k93DhAM/s1600-h/mengecat.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/SD5136akKyI/AAAAAAAAAF8/C2p8k93DhAM/s320/mengecat.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5205727822720805666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Beberapa hari yang lalu ketika saya main futsal di daerah Ngagel, saya memperhatikan ada pekerja yang sedang mengecat tembok. Mereka sepertinya sedang mengejar tenggat waktu, soalnya lapangan yang temboknya sedang mereka perbaiki akan digunakan untuk pertandingan oleh salah satu perusahaan telekomunikasi terkenal. Saya kemudian mencoba perhatikan mereka dengan seksama… ternyata ada hal menarik yang bisa saya tarik…   &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sebelum mengecat mereka mulai dengan membersihkan tembok terlebih dahulu dari atas kebawah dan mereka juga selalu mengecat dari atas baru kebawah. Hmm.. mungkin agar tidak sia-sia dan temboknya tidak kotor. Mereka juga menggunakan wadah cat yang bersih dan alat cat yang bersih pula… mungkin agar hasilnya lebih sempurna kali ya… Kan sayang kalau temboknya sudah dibersihkan dan cara mengecatnya sudah benar kalau ternyata wadah catnya dan alat catnya kotor.. wah bisa berantakan hasilnya…. Lalu saya perhatikan lagi… mereka selalu mengusahakan agar tangan mereka juga bersih, mungkin agar tidak tercampur dengan cat dan agar tidak mengganggu pekerjaan mereka ketika mengecat kali ya…. Saya perhatikan lagi… ternyata mereka juga selalu mencuci dan bahkan mengganti wadah cat dan alat catnya dengan yang bersih… mungkin agar hasil catnya tetap terjaga dan selalu mendapatkan hasil yang terbaik kali ya…. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Saya kemudian mencoba merenungi makna dari pekerjaan yang dilakukan oleh tukang cat tadi…. Wah ternyata dalam sekali makna yang diberikan oleh tukang cat tersebut… Saya seperti diajarkan tentang hidup bernegara…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kalau Negara ingin bersih, maka atasnya harus bersih dulu, karena kalau bawahnya bersih akan tetapi atasannya ‘kotor’ maka hasilnya kemungkinan akan kotor lagi karena yang diatas kemungkinan akan mengkontaminasi yang bawah. Dan untuk memastikan Negara menjadi bersih, maka salah satu hal yang penting adalah alat Negara tersebut haruslah yang bersih, artinya aparat penegak hukumnya pun harus bersih juga. Lalu untuk membantu untuk membantu aparat penegak hukum, setiap warga Negara juga harus senantiasa bekerja menggunakan ‘tangan’ &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dan hati yang bersih juga. Dan yang pasti kesemuanya harus sering-sering melakukan instropeksi diri dengan cara ‘mencuci’ hatinya agar tidak kotor dan mengganti pola-pola lama yang ‘tidak bersih’.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Wah ternyata, saya mendapatkan pelajaran yang luar biasa dari tukang cat tersebut. Dan ternyata segala sesuatu memang benar-benar memiliki makna, tergantung dari apakah kita jeli dalam melihat makna tersebut…&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7346989081497511490-5873810816555042492?l=kacamatamakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/feeds/5873810816555042492/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7346989081497511490&amp;postID=5873810816555042492' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/5873810816555042492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/5873810816555042492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/2008/05/belajar-bernegara-dari-tukang-cat.html' title='Belajar Bernegara Dari Tukang Cat'/><author><name>Havid Ardiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10877238365875258222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-CEm6OFc-WtY/TfyG09aiwKI/AAAAAAAAAY0/qKBn3QpP-Ug/s220/IMGP0039.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/SD5136akKyI/AAAAAAAAAF8/C2p8k93DhAM/s72-c/mengecat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7346989081497511490.post-7819427605182157207</id><published>2008-05-25T10:21:00.017+07:00</published><updated>2008-05-29T21:26:26.798+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Instropeksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Psikologi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sumber Daya Manusia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Strategi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen'/><title type='text'>Bermain-main dengan MBTI</title><content type='html'>Beberapa waktu lalu saya sempat membaca mengenai test &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Myers-Briggs_Type_Indicator"&gt;MBTI &lt;/a&gt;secara online di &lt;a href="http://strategimanajemen.net/2007/12/10/melakukan-tes-kepribadian-mbti-secara-online/"&gt;Blog Strategi+Manajemen&lt;/a&gt;. MBTI atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Myers-Briggs T&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;y&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;pe Indicator&lt;/span&gt; sendiri adalah sebuah tes kepribadian yang didesain untuk membantu seorang individu untuk mengidentifikasi pribadi miliknya. Indikator dari tes ini dikembangkan oleh Katharine Cook Briggs dan putrinya, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Isabel_Briggs_Myers"&gt;Isabel Briggs&lt;/a&gt; ketika perang dunia II terjadi. Indikator tersebut melanjutkan teori &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Carl_Jung"&gt;Carl Jung&lt;/a&gt; tentang &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Psychological_Types"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Psychological Types&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. MBTI sendiri konon memiliki hasil yang sangat akurat dan sangat bermanfaat untuk pengembangan karir, konseling, maupun dunia akademis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tergoda dengan MBTI , saya pun kemudian mencoba melakukan assesmen kepribadian dengan metode MBTI di &lt;a href="http://www.mypersonality.info/"&gt;mypersonality&lt;/a&gt;. Dan hasilnya saya termasuk ke dalam type ENTJ, seperti yang tergambar dalam profil berikut:&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/SDji9KakKhI/AAAAAAAAAD4/0PGSGa_AjjI/s1600-h/Havid+Personal.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/SDji9KakKhI/AAAAAAAAAD4/0PGSGa_AjjI/s400/Havid+Personal.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5204158909822282258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dimana untuk hasil lengkapnya dapat anda lihat &lt;a href="http://udahavid.mypersonality.info/"&gt;disini&lt;/a&gt;. Akan tetapi karena masih penasaran, saya pun kemudian mencoba melakukan test MBTI lagi di alamat yang berbeda. Awalnya saya mencoba melakukan test MBTI lagi di &lt;a href="http://similarminds.com/personality_tests.html"&gt;similarminds&lt;/a&gt;, dan hasilnya ternyata hasilnya tak berubah!!!. Saya tergolong kedalam tipe ENTJ, seperti yang tergambar dalam profil dibawah:&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/SDjpiqakKnI/AAAAAAAAAEo/NOHSw47qeUA/s1600-h/Actualized+Jung.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/SDjpiqakKnI/AAAAAAAAAEo/NOHSw47qeUA/s320/Actualized+Jung.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5204166151137143410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;Yang membedakan antara test MBTI di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mypersonality &lt;/span&gt;dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;similarminds &lt;/span&gt;adalah: di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;similarminds&lt;/span&gt;, selain tipe aktualisasi juga terdapat tipe ketertarikan  dan tipe yang lebih disukai seperti yang tergambar dibawah ini:&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/SD67ZqakKzI/AAAAAAAAAGE/TGoFN9Uk5m8/s1600-h/Havid+MBTI+Jung+AP.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/SD67ZqakKzI/AAAAAAAAAGE/TGoFN9Uk5m8/s400/Havid+MBTI+Jung+AP.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5205804268843707186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;Akan tetapi karena masih penasaran juga saya pun kemudian mencoba lagi di &lt;a href="http://www.eggheadcafe.com/articles/mb/default.asp"&gt;eggheadcafe&lt;/a&gt;. Dan hasilnya, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;eggheadcafe &lt;/span&gt;mengatakan:&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;You are an ENTJ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;... (yah beginilah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;kalo ngeyel &lt;/span&gt;udah dibilang ENTJ masih &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngeyel ;p&lt;/span&gt;)&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/SD68h6akK0I/AAAAAAAAAGM/a5_k1lSuFPI/s1600-h/eggheadcaffeMBTI.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/SD68h6akK0I/AAAAAAAAAGM/a5_k1lSuFPI/s400/eggheadcaffeMBTI.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5205805510089255746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;ENTJ sendiri dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mypersonality &lt;/span&gt;digambarkan sebagai berikut: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ENTJs are strategic, organized and possess natural leadership qualities. They are master coordinators that can effectively give direction to groups. They are able to understand complicated organizational situations and quick to develop intelligent solutions. ENTJs are outspoken and will not hesitate to speak of their plans for improvement. They are decisive and value knowledge, efficiency and competence.&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  Sedangkan dalam &lt;a href="http://www.human-metric-indonesia.com/16_tipe_kepribadian.htm"&gt;human-metric indonesia&lt;/a&gt;, ENTJ digambarkan sebagai personal yang jujur dan terus terang, kuat kemauannya, menjadi pempimpin dalam kegiatan2. Biasanya baik dalam kegiatan-kegiatan yang membutuhkan pembicaraan intelektual seperti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;public speaking&lt;/span&gt;. Biasanya cepat mendapat informasi dan menikmati informasi tsb karena kesukaannya membaca. Bisa tampil lebih positif dan percaya diri daripada pengalaman mereka sendiri di area yang membutuhkan keyakinannya... Hmm... Amiiiiin.... ;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sekilas mengenai hasil MBTI saya. Jika anda tertarik untuk memahami dan bermain-main dengan MBTI anda dapat mengklik link-link diatas... Selamat mencoba...&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Arial Narrow;font-size:10;"  lang="SV" &gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7346989081497511490-7819427605182157207?l=kacamatamakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/feeds/7819427605182157207/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7346989081497511490&amp;postID=7819427605182157207' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/7819427605182157207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/7819427605182157207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/2008/05/bermain-main-dengan-mbti.html' title='Bermain-main dengan MBTI'/><author><name>Havid Ardiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10877238365875258222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-CEm6OFc-WtY/TfyG09aiwKI/AAAAAAAAAY0/qKBn3QpP-Ug/s220/IMGP0039.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/SDji9KakKhI/AAAAAAAAAD4/0PGSGa_AjjI/s72-c/Havid+Personal.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7346989081497511490.post-676870007091264282</id><published>2008-05-24T14:50:00.008+07:00</published><updated>2008-05-24T15:12:51.084+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Instropeksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Internasional'/><title type='text'>Beda Jepang Dengan Indonesia</title><content type='html'>Saya tertarik dengan foto di &lt;a href="http://www.jawapos.com/"&gt;jawapos &lt;/a&gt;hari minggu tanggal 18 Mei 2008 yang diberi judul Padi diatas Gedung.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/SDfLXaakKfI/AAAAAAAAADo/aeK8KAFWqAY/s1600-h/Padi+diatas+Gedung.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/SDfLXaakKfI/AAAAAAAAADo/aeK8KAFWqAY/s320/Padi+diatas+Gedung.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5203851497538071026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Meski menjadi Negara supermodern, Jepang tetap tak bisa lepas dari beras sebagai makanan     pokok. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;Tak heran bila masya&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" lang="SV" &gt;rakat jepang selalu memlihara “keterkaitan” dengan lahan pagi. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;    Ketika persawahan makin ciut, atap gedung pun bisa dimanfaatkan. Seperti yang dilakukan di     atap gedung Roppongi Hills di Tokyo kemarin (17/5). Sebayak 130 orang, termasuk 40                 anak-anak, bergembira ikut menanam padi. Selain untuk pendidikan lingkungan, ternyata         lahan hijau di atap gedung bisa menjadi peredam panas. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Karena itu, ketika musim panas tak         terlalu gerah. Menarik juga punya gedung jangkung “berambut” hijau."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Terus terang saya tertarik untuk mengomentari foto tersebut. Karena terlihat jelas salah satu perbedaan antara bangsa Jepang dengan bangsa Indonesia. Jika bangsa Jepang hebat dalam membangun sawah diatas gedung, maka bangsa Indonesia hebat dalam membangun gedung diatas sawah... dan bahkan diatas rawa-rawa... :p&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7346989081497511490-676870007091264282?l=kacamatamakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/feeds/676870007091264282/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7346989081497511490&amp;postID=676870007091264282' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/676870007091264282'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/676870007091264282'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/2008/05/beda-jepang-dengan-indonesia.html' title='Beda Jepang Dengan Indonesia'/><author><name>Havid Ardiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10877238365875258222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-CEm6OFc-WtY/TfyG09aiwKI/AAAAAAAAAY0/qKBn3QpP-Ug/s220/IMGP0039.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/SDfLXaakKfI/AAAAAAAAADo/aeK8KAFWqAY/s72-c/Padi+diatas+Gedung.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7346989081497511490.post-5004641142817035812</id><published>2008-05-05T14:50:00.007+07:00</published><updated>2011-04-18T11:57:48.182+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial'/><title type='text'>Persepsi Kita Belum Tentu Sama Sobzzz...</title><content type='html'>&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pada suatu waktu terjadilah perdebatan antara Semprul dan Ucrit.. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Si Semprul berkata "Critt, lo nonton konser yang&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; semalem gak??" &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ucrit yang nonton lalu berkata,"Gw nonton Prul, itu yang ngadain &lt;a href="http://www.javamusikindo.com/"&gt;Java Musikindo &lt;/a&gt;khan??" &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;"Yep betul Crit.." kata Semprul&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;"Prul, ngomong-n&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;gomong Java Musikindo itu pun&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;yanya &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Adrie_Subono"&gt;Adrie Subono&lt;/a&gt; khan??"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;"Iya betul punyanya Adrie Subono yang botak itu lho..."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;"Lo saalah Prul, Adrie Subono tuh nggak botak tapi gondrong..."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;"Lo gimana sih Crit, orang dia botak gitu dibilang g&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;ondrong.."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;"Yang ngaco tuh elo Prul, jelas-jelas gondrong, kok dibilang botak.."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Mereka pun berdebat panjang dan saling mempertahankan pendapat mereka masing masing. Ditengah perdebatan datanglah Kacrut....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kemudian Kac&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;rut berkata,"Ini ada apa sih kok lo semua ribut-ribut seyy??"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Berkata Semprul,"Ini lho Crut, kita lagi ngemengin Adrie Subono. Masak kata Ucrit dia gondrong, padahal khan botak ya Crut??"&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Nggak mau kalah dengan Semprul, Ucrit lalu menimpali "Lho, kan emang gondrong &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;ya Crut??" &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kacrut lalu bertanya kepada kedua sahabatnya,"Emang lo berdua lihat dari sebelah mana??"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Berkata Semprul,"Dari depan." Sedangkan Ucrit pada saat bersamaan juga berkata,"Dari belakang.."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kacrut terseny&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;um dan berkata kepada kedua &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;sahabatnya tadi,"Ouw, jadi lo berdua lihat dari arah yang berlawanan, ini kebetulan gw bawa fotonya Adrie Subono coba lo lihat dari samping, ternyata lo berdua nggak ada yang salah khan?? Dia itu setengah botak dan setengah gondrong..."&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/SB7FnGCgDbI/AAAAAAAAADI/LAATFsl9G9Y/s1600-h/Adrie+Subono.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/SB7FnGCgDbI/AAAAAAAAADI/LAATFsl9G9Y/s200/Adrie+Subono.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5196808295458803122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Berkata Ucrit d&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;an Semprul berbarengan,"Iya ya t&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;ernyata kita berdua bener kalo dilihat dari sudut pandang kita, ini cuma masalah persepsi kita aja yang beda..."&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/SB7HTWCgDcI/AAAAAAAAADQ/aRjePVFAWKM/s1600-h/froghorse.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/SB7HTWCgDcI/AAAAAAAAADQ/aRjePVFAWKM/s200/froghorse.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5196810155179642306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/SB7HomCgDdI/AAAAAAAAADY/NMyZi7bKCY4/s1600-h/horsefrog.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/SB7HomCgDdI/AAAAAAAAADY/NMyZi7bKCY4/s200/horsefrog.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5196810520251862482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dilain waktu Semprul dan Ucrit juga pernah b&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;erdebat hebat mengenai makna sebuah gambar. Semprul yang melihat gambar tersebut tepat dari depan mengatakan kalo gambar yang dilihatnya adalah gambar seekor kodok, akan tetapi Ucrit yang melihat dari samping mengatakan kalo gamba&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;r yang dilihatnya adalah gambar seekor kuda. Tapi untung tidak lama kemudian Kacrut muncul kembali dan menjelaskan kalo perbedaan mereka dalam memaknai jenis hewan adalah dikarenakan sudut pandang &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;mereka saja yang berbeda...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Itulah sekilas mengenai perbedaan perse&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;p&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;si yang dapat menimbulkan 'ketegangan'. Persepsi adalah proses mulai dari diterimanya suatu rangsangan melalui penginde&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;raan yang meliputi objek, kualitas, hubungan antargejala, maupun peristiwa sampai rangsangan itu disadari dan dimengerti. Oleh k&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;arena itu persepsi boleh dikatakan sebagai interpretasi/penafsiran dari pengalaman. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Jika perbedaan persepsi diatas disebabkan oleh perbedaan cara melihat, maka contoh berikut akan menggambarkan munculnya persepsi yang disebabkan oleh kesalahan dalam memaknai pengalaman masa lalu.... Suatu ketika pada tahun 1986, di dalam kereta bawah tanah kota New York, &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Bernhard_Goetz"&gt;Bernhard Goetz&lt;/a&gt; didekati empat orang anak muda yang meminta uang darinya. Hanya dalam hitungan detik, sekonyong-konyong Goetz menarik pistolnya lalu menembaki anak-anak muda itu. Ketika ditanyakan kenapa memilih Goetz, bukan penumpang lain, salah satu dari mereka mengangkat bahu sambil bergumam, "Dia&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(Goetz) tampak lembut." Mereka telah keliru menilai sampul dan berakibat fatal. Dalam persepsi mereka apabila seseorang tampak lembut dan manis maka orang tersebut adalah orang yang lemah dan tidak berdaya.... &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Oleh karena persepsi tidak hanya merupakan proses penginderaan saja akan tetapi juga bersifat psikologis, maka ada baiknya kalo kita jangan terlalu cepat menyalahkan seseorang hanya karena mereka memiliki persepsi yang berbeda dengan kita... &lt;/span&gt;Hargailah pendapat orang lain tersebut…..&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7346989081497511490-5004641142817035812?l=kacamatamakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/feeds/5004641142817035812/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7346989081497511490&amp;postID=5004641142817035812' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/5004641142817035812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/5004641142817035812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/2008/05/persepsi-kita-belum-tentu-sama-sobzzz.html' title='Persepsi Kita Belum Tentu Sama Sobzzz...'/><author><name>Havid Ardiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10877238365875258222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-CEm6OFc-WtY/TfyG09aiwKI/AAAAAAAAAY0/qKBn3QpP-Ug/s220/IMGP0039.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/SB7FnGCgDbI/AAAAAAAAADI/LAATFsl9G9Y/s72-c/Adrie+Subono.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7346989081497511490.post-7004996452605794021</id><published>2007-12-06T19:34:00.001+07:00</published><updated>2011-04-18T12:01:28.617+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Leasing'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen'/><title type='text'>Berenang di Samudra Merah Bisnis Pembiayaan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/R1fwTxa7rnI/AAAAAAAAADA/OV79QtwJIuY/s1600-h/logo+APPI.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/R1fwTxa7rnI/AAAAAAAAADA/OV79QtwJIuY/s200/logo+APPI.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5140841722141191794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;"Ko, lo tau gak kalo perusahaan pembiayaan 'X' bangkrut??" kata teman kantor saya waktu saya telp..&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Dan kemudian saya pun bertanya ke dia,"Lo kata siapa ko??"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;"Kata dealer, kemarin gw ngobrol sama dealer dan dia bilang begitu, katanya sih 3 bulan lagi mau ngediriin perusahaan pembiayaan baru.. Gila ya ko padahal masih baru.."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;"Iya sih, tapi... kalo dipikir-pikir make sense sih kalo dia bangkrut. Bayangin aja ko, unit yang ditarik dari dia itu kebanyakan yang &lt;em&gt;low risk&lt;/em&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sekarang kalo yang low risk aja ditarik berarti kan proses analisa kreditnya disana ngawur!!!"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;"Iya juga ya ko, wah pada pusing neyy yang kerja disana"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;"Oia ko, padahal dulu gw pikir perusahaan itu bisa jadi kompetitor potensial ya ko, ternyata.. gagal &lt;em&gt;take off&lt;/em&gt;."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bagitu kira-kira percakapan saya dengan teman kantor saya. Ya kalo dipikir-pikir memang bisnis tempat saya bekerja merupakan bisnis yang berdarah-darah. Bisnis yang bermain di &lt;i&gt;existing market&lt;/i&gt; yang dipenuhi segudang pemain tangguh yang saling bunuh. Pemain di bisnis ini bukan hanya perusahaan pembiayaan akan tetapi juga perbankan yang disebabkan overlikuidnya dana perbankan dan kecenderungan perbankan yang lebih senang mengalokasikan penyaluran kreditnya ke kredit konsumtif dibandingkan kredit produksi dan investasi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Merahnya bisnis ini semakin diperparah dengan kondisi pasar kredit mobil di Indonesia sudah sangat generik dan dimengerti oleh ketiga pihak pelakunya, yaitu kreditur, dealer/showroom yang semakin teredukasi kemampuan hitungannya dan customernya yang semakin pintar akibat beragamnya penawaran produk. Dimana knowledge dalam industri kredit mobil ini tidak berkembang sepesat daya tangkap ketiga pelaku kegiatan ini. Sehingga hampir semua produk yang ditawarkan dalam bentuk paket pembiayaan, teknik hitungan dan benefitnya bagi customer dan dealernya, tidak mengalami perubahan yang signifikan. Yang mengakibatkan kompetisi bisnis ini semakin mengarah kepada produk generik melalui &lt;em&gt;pricing war&lt;/em&gt; dan ekploitasi benefit bagi dealer, sementara &lt;em&gt;comparative disadvantage&lt;/em&gt; krediturnya semakin besar akibat profitnya tersalurkan pada kompetisi tadi. Pasar saat ini telah dijejali pemain-pemain tangguh, intensitas persaingan sudah sampai pada tahap hypercompetition, dan, pada gilirannya, profitabilitas dan pertumbuhan makin sulit dipacu lagi dan hanya pemain yang paling kuat dan siaplah yang akan keluar menjadi pemenang dibisnis ini...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Untuk itu agar menjadi pemenang, maka menurut saya pemain harus lebih innovatif lagi terutama dalam hal service qualitynya. Sehingga kedepannya si-pemain ini bisa menggerakkan pasar dan bukan digerakkan pasar&lt;em&gt;.&lt;/em&gt; Dan begitupun sebaliknya, jika pemain alergi innovasi, maka pemain tersebut harus bersiap-siap bernasip seperti perusahaan pembiayaan diatas....&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;*gambar diambil dari &lt;a href="http://www.ifsa.or.id/"&gt;website APPI&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7346989081497511490-7004996452605794021?l=kacamatamakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/feeds/7004996452605794021/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7346989081497511490&amp;postID=7004996452605794021' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/7004996452605794021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/7004996452605794021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/2007/12/berenang-di-samudra-merah-bisnis.html' title='Berenang di Samudra Merah Bisnis Pembiayaan'/><author><name>Havid Ardiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10877238365875258222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-CEm6OFc-WtY/TfyG09aiwKI/AAAAAAAAAY0/qKBn3QpP-Ug/s220/IMGP0039.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/R1fwTxa7rnI/AAAAAAAAADA/OV79QtwJIuY/s72-c/logo+APPI.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7346989081497511490.post-8195460803207695827</id><published>2007-12-04T16:09:00.000+07:00</published><updated>2007-12-05T18:16:14.681+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Inspirasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen'/><title type='text'>Love Your Job But Never Fall In Love With Your Company</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/R1aIaBa7rmI/AAAAAAAAAC4/vuhaU6aVLRA/s1600-h/100%25+at+work.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/R1aIaBa7rmI/AAAAAAAAAC4/vuhaU6aVLRA/s200/100%25+at+work.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5140446005329374818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebuah email masuk ke inbox saya... Inti dari email tersebut adalah :  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Cintailah pekerjaanmu, tapi jangan pernah jatuh cinta kepada perusahaanmu, karena kamu tidak akan pernah tahu kapan perusahaanmu berhenti mencintaimu...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Setelah membaca email tersebut,saya jadi teringat perkataan Kucrit (sebut saja begitu) dan Brutus (sebut juga begitu). Kucrit pernah ngomong kalo dia bingung. "kayanya hidup gw kok cuma untuk company tempat kita kerja doang dan gw nggak pernah punya waktu untuk istirahat. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pagi jam 8 udah kerja, pulang gak tentu... kadang jam 7 malam, kadang 9 malang, dan gak jarang jam 10-11 malang. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Minggu kadang kerja... Terus kapan istirahatnya??", begitu kira-kira katanya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Sedangkan Brutus pernah memberi masukkan sebelum saya ke Malang. Dia ngemeng, "kalo lo kerja harus profesional, apapun yang lo kerjakan harus lo kerjakan dengan seprofesional mungkin. Tapi janganlah lo jadi pasukan berani mati untuk perusahaan. Kalo misalnya lo kecelakaan dalam pekerjaan, perusahaan belum tentu sepeduli yang lo kira!!!".&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Saya sendiri setuju dengan pernyataan Brutus, dan kurang sepakat dengan apa yang Kacrut kerjakan. Karena saya pernah membaca kalo orang-orang yang bekerja 10-12 jam sehari sering membuat kesalahan karena faktor kelelahan. Padahal untuk memperbaiki kesalahan tersebut juga membutuhkan waktu. Akibatnya kita tidak dapat mempergunakan waktu kita secara efektif dan efisien...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Berangkat dari hal diatas, yang perlu saya kerjakan sekarang adalah bekerja secara normal,  profesional dan mempertahankan hidup yang seimbang. &lt;/span&gt;Dan yang pasti...&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Love my job but never fall in love with my company&lt;/em&gt;...&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7346989081497511490-8195460803207695827?l=kacamatamakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/feeds/8195460803207695827/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7346989081497511490&amp;postID=8195460803207695827' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/8195460803207695827'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/8195460803207695827'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/2007/12/love-your-job-but-never-fall-in-love.html' title='Love Your Job But Never Fall In Love With Your Company'/><author><name>Havid Ardiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10877238365875258222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-CEm6OFc-WtY/TfyG09aiwKI/AAAAAAAAAY0/qKBn3QpP-Ug/s220/IMGP0039.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/R1aIaBa7rmI/AAAAAAAAAC4/vuhaU6aVLRA/s72-c/100%25+at+work.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7346989081497511490.post-2148144647853557593</id><published>2007-11-21T12:30:00.000+07:00</published><updated>2007-11-21T13:42:27.394+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Seni'/><title type='text'>Aktor Sesungguhnya</title><content type='html'>Akhir-akhir ini saya sering mendapati beberapa politisi yang menyibukkan diri dengan aktivitas seni. Mulai dari &lt;a href="http://www.suaramerdeka.com/harian/0708/07/nas28.htm"&gt;mantan menteri yang memerankan laksamana cheng ho dalam sebuah film&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://www.beritaglobal.com/0707ketoprak.htm"&gt;mantan gubernur yang mencoba bermain ketoprak&lt;/a&gt;, hingga &lt;a href="http://www.jawapos.com/index.php?act=detail_c&amp;amp;id=313151"&gt;sekjen sebuah partai yang memeriahkan pementasan sandiwara&lt;/a&gt;. Dalam berkesenian politisi tersebut seringkali beradu akting dengan aktor atau aktris terkenal seperti yang terdapat pada gambar dibawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/R0PNHYs_EAI/AAAAAAAAACg/f3jf6NdtFPQ/s1600-h/Wayang+Kontemporer.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/R0PNHYs_EAI/AAAAAAAAACg/f3jf6NdtFPQ/s320/Wayang+Kontemporer.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5135173526906408962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jujur saja saya tertarik untuk membandingkan antara para politisi dengan aktor/aktris karena seringnya mereka beradu peran dalam pementasan. Karena kalau diperhatikan keduanya memiliki persamaan. Dua-duanya sama-sama pandai berakting. Jika aktor/aktris berakting untuk menghibur penonton, maka politisi 'berakting' untuk mendapatkan simpati rakyat dan untuk mendapatkan kursi yang lebih empuk....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya... siapa diantara keduanya lebih hebat dalam berakting. Apakah politisi ataukah aktor/aktris??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;*gambar diambil dari koran Kompas&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7346989081497511490-2148144647853557593?l=kacamatamakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/feeds/2148144647853557593/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7346989081497511490&amp;postID=2148144647853557593' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/2148144647853557593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/2148144647853557593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/2007/11/aktor-sesungguhnya.html' title='Aktor Sesungguhnya'/><author><name>Havid Ardiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10877238365875258222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-CEm6OFc-WtY/TfyG09aiwKI/AAAAAAAAAY0/qKBn3QpP-Ug/s220/IMGP0039.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/R0PNHYs_EAI/AAAAAAAAACg/f3jf6NdtFPQ/s72-c/Wayang+Kontemporer.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7346989081497511490.post-7542057686478378951</id><published>2007-11-19T12:47:00.001+07:00</published><updated>2011-04-18T12:01:33.494+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Internasional'/><title type='text'>Sains Hanya Milik Negara Maju??</title><content type='html'>Saya sebenarnya membaca tentang &lt;a href="http://fajaws.wordpress.com/2007/10/02/kecantikan-diplomasi-ahmadinejad/"&gt;diplomasi Ahmadinejad ini &lt;/a&gt;di sebuah milis. Terus terang saya tertarik dengan pernyataan Ahmadinejad dalam dialog tersebut, terutama di bagian ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;....Hal yang lebih memilukan adalah upaya kekuatan-kekuatan besar untuk memonopoli sains dan mencegah negara-negara lain dalam mencapai pengembangan ilmiah yang sama. Mereka berdalih dengan ribuan alasan, melemparkan tuduhan tanpa bukti, memberlakukan sanksi-sanksi ekonomi untuk mencegah perkembangan dan percepatan....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan Ahmadinejad diatas seperti mendapatkan justifikasi jika kita membaca &lt;a href="http://www.jawapos.com/index.php?act=detail_c&amp;amp;id=311806"&gt;berita ini&lt;/a&gt;. Bahwa sains adalah hak bagi negara maju dan bukan hak negara berkembang seperti  Indonesia. Menyedihkan memang, tapi itulah  kenyataan yang terjadi...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7346989081497511490-7542057686478378951?l=kacamatamakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/feeds/7542057686478378951/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7346989081497511490&amp;postID=7542057686478378951' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/7542057686478378951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/7542057686478378951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/2007/11/sains-hanya-milik-negara-maju.html' title='Sains Hanya Milik Negara Maju??'/><author><name>Havid Ardiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10877238365875258222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-CEm6OFc-WtY/TfyG09aiwKI/AAAAAAAAAY0/qKBn3QpP-Ug/s220/IMGP0039.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7346989081497511490.post-4545347831815823877</id><published>2007-11-19T12:24:00.000+07:00</published><updated>2007-11-19T13:05:56.239+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sosial'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sumber Daya Manusia'/><title type='text'>Guru Inspiratif Bagi Mereka</title><content type='html'>Membaca tentang &lt;a href="http://www.kompas.com/kompas-cetak/0708/29/opini/3775526.htm"&gt;artikel di Kompas ini&lt;/a&gt; membuat saya ingat akan suatu kegiatan yang biasa saya dan teman-teman &lt;a href="http://profiles.friendster.com/39435504"&gt;Jakarta Student Community (JSC)&lt;/a&gt; lakukan setiap 2-6 minggu sekali. Suatu kegiatan yang kami beri nama Sunday Class yang bertujuan membagi sedikit pengetahuan dan keterampilan yang kami miliki kepada anak-anak penghuni panti asuhan Siti Khadijah di daerah Pakis, Malang. Yang membuat saya teringat akan Sunday Class terutama pada kata-kata yang saya kutip ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kisah dan karya guru inspiratif antara lain dapat dilihat pada Erin Gruwell, perempuan guru yang ditempatkan di sebuah kelas "bodoh", yang murid-muridnya sering terlibat kekerasan antargeng. Berbeda dengan kelas sebelah yang merupakan kumpulan honors students, yang memiliki DNA pintar dan disiplin. Di honors class yang dibutuhkan adalah guru kurikulum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Erin Gruwell memulai dengan segala kesulitan. Selain katanya "bodoh" dan tidak disiplin, mereka banyak melawan, saling melecehkan, temperamental, dan selalu rusuh. Di pinggang anak-anak SMA ini hanya ada pistol atau kokain. Di luar sekolah mereka saling mengancam dan membunuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu adalah kelas buangan. Bagi para guru kurikulum, anak-anak supernakal tak boleh disekolahkan bersama distinguished scholars. Tetapi Erin Gruwell tak putus asa, ia membuat "kurikulum" sendiri yang bukan berisi aneka ajaran pengetahuan biasa (hard skill), tetapi pengetahuan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mulai dengan sebuah permainan (line games) dengan menarik sebuah garis merah di lantai, membagi mereka dalam dua kelompok kiri dan kanan. Kalau menjawab "ya" mereka harus mendekati garis. Dimulai dengan beberapa pertanyaan ringan, dari album musik kesayangan, sampai keanggotaan geng, kepemilikan narkoba, dan pernah dipenjara atau ada teman yang mati akibat kekerasan antargeng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Line games menyatukan anak-anak nakal yang tiba-tiba melihat bahwa mereka senasib. Sama-sama waswas, hidup penuh ancaman, curiga kepada kelompok lain dan tak punya masa depan. Mereka mulai bisa lebih relaks terhadap guru dan teman- temannya serta sepakat saling memperbarui hubungan. Setelah berdamai, guru inspiratif membagikan buku, mulai dari biografi Anne Frank yang menjadi korban kejahatan Nazi sampai buku harian. Anak-anak diminta menulis kisah hidupnya, apa saja. Mereka menulis bebas. Tulisan mereka disatukan, dan diberi judul Freedom Writers. Murid-murid berubah, hidup mereka menjadi lebih baik dan banyak yang menjadi pelaku perubahan di masyarakat. Kisah guru inspiratif dan perubahan yang dialami anak-anak ini didokumentasikan dalam film Freedom Writers yang dibintangi Hilary Swank.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tidak seekstrim itu sih kondisi yang kami hadapi,  murid Erin Gruwell jauuuuuh lebih liar dari 'murid' kami (Itu juga kalau anak-anak Sunday Class tersebut bisa dibilang murid). Akan tetapi sepertinya ada satu kesamaan dalam memandang masa depan antara ‘murid’ Sunday Class kami dengan murid Erin Gruwell sebelum berubah.... Mungkin... Mereka tampaknya sama-sama tidak begitu berani bermimpi untuk masa depan. Ya... mungkin berangan-angan untuk kehidupan masa depan yang lebih baik adalah sesuatu yang mahal bagi mereka. Jika mimpi murid Erin Gruwell mungkin hanya menjadi &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Foot_soldier"&gt;foot soldiers&lt;/a&gt; dalam geng narkoba (saya pernah membaca uraian menarik tentang foot soldiers di &lt;a href="http://uda_havid.blogs.friendster.com/diarios_de_motocycleta/2006/10/freakonomics_wh.html"&gt;Freakonomics&lt;/a&gt;), maka mimpi anak Sunday Class -terutama yang sudah berada dibangku setingkat SMU- adalah mereka dapat bertahan hidup selulus SMU... Tidak lebih... Itupun masih disertai kekhawatiran, apakah mereka dapat mewujudkan mimpi mereka tersebut??... Banyak dari mereka baru berani bermimpi seperti itu karena mereka harus keluar dari panti dan hidup secara mandiri tanpa bantuan panti selepas SMU. Setidaknya itulah yang saya dapatkan dari sharing yang pernah kami lakukan kepada beberapa anak panti yang sudah berada dibangku SMU beberapa bulan yang lalu... Itu juga kalau persepsi saya nggak salah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berpersepsi seperti itu setelah salah seorang yang akan lulus SMU yang bernama Saiku tiba-tiba bertanya kepada saya dan&lt;a href="http://profiles.friendster.com/10129122"&gt; sahabat yang mantan ketua JSC ini&lt;/a&gt;. Pertanyaannya kira-kira begini, “Mas, cari kerja itu susah gak??”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang saya agak bingung menjawab pertanyaan tersebut, akan tetapi melihat wajah Saiku yang sepertinya benar-benar menantikan jawaban dari kami, maka saya pun terpaksa menjawab dengan jawaban yang sangat normatif,”Yah, tergantung Saiku, semuanya tergantung usaha kita. Emangnya kenapa??”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saiku: “Enggak mas, saya kan udah mau lulus SMU tapi saya bingung mau ngapain. Saya kan harus keluar dari panti....”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya: ”Emang yang kamu tau, selama ini setelah lulus pada kemana??”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saiku: “Yah macem-macem mas, ada yang jadi tukang fotokopi, ada yang kerja di toko bangunan, tapi ada juga yang lama dapet kerjanya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya: “........”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saiku: “Mas, ada informasi soal lowongan kerja gak?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi-lagi bingung ngejawabnya, akhirnya saya jawab: “Sekarang sih belum....”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saiku (Dengan wajah penuh harap): “Kalo ada tolong kabari saya yah mas, biar saya nggak nganggur selepas dari panti.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takut memberikan janji kosong, saya hanya menjawab,”InsyaAllah Saiku, nanti saya kabari kalau ada.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya saya dan sahabat mantan ketua JSC tadi berusaha memberikan motivasi kepada mereka terutama Saiku. Karena dia satu-satunya anak panti yang akan lulus SMU pada saat itu. Entah motivasi yang kami berikan mampu memberikan inspirasi bagi mereka atau tidak.. Tapi kami meyakini kalau kami telah berusaha memberikan saran kami yang terbaik untuk mereka.. Dari sharing tersebut saya semakin meyakini dengan apa yang dikatakan &lt;a href="http://nobelprize.org/nobel_prizes/economics/laureates/1998/sen-autobio.html"&gt;Amartya Sen&lt;/a&gt;  dan &lt;a href="http://uda_havid.blogs.friendster.com/diarios_de_motocycleta/2006/10/and_the_nobel_p.html"&gt;Muhammad Yunus&lt;/a&gt;, bahwa kemiskinan terjadi salah satunya karena minimnya kesempatan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman berharga itu membuat kami meyakini kalau kami harus mampu membantu mereka untuk melihat setiap kesempatan yang ada. Meskipun harus disadari kalau kami bukanlah orang yang benar-benar mengerti dalam hal ini dan mungkin kami sendiri termasuk orang yang tidak pandai melihat kesempatan. Tapi kami harus tetap berusaha memberikan inspirasi kepada mereka bahwa kesempatan itu ada kalau kita jeli melihatnya. Yah semoga kami bisa menjadi guru inspiratif bagi mereka. Guru inspiratif yang bisa membangkitkan semangat mereka dan membuat mereka lebih berani menatap masa depan. Tidak mudah memang, tapi memang kami harus bisa.... Dan itulah yang menjadi PR bagi kami.... Bisa... Tidak... Bisa... Tidak... Bisa... yah, Mudah-mudahan kami bisa....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* anak-anak cemerlang yang bernasib kurang beruntung juga dapat dilihat di &lt;a href="http://uda_havid.blogs.friendster.com/diarios_de_motocycleta/2006/12/janganlah_kamu_.html"&gt;bagian ini&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://uda_havid.blogs.friendster.com/diarios_de_motocycleta/2007/03/semoga_mereka_b.html"&gt;bagian ini&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7346989081497511490-4545347831815823877?l=kacamatamakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/feeds/4545347831815823877/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7346989081497511490&amp;postID=4545347831815823877' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/4545347831815823877'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/4545347831815823877'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/2007/11/guru-inspiratif-bagi-mereka.html' title='Guru Inspiratif Bagi Mereka'/><author><name>Havid Ardiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10877238365875258222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-CEm6OFc-WtY/TfyG09aiwKI/AAAAAAAAAY0/qKBn3QpP-Ug/s220/IMGP0039.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7346989081497511490.post-3602174642137729617</id><published>2007-10-31T20:01:00.000+07:00</published><updated>2007-10-31T20:46:16.337+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Strategi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen'/><title type='text'>Kawan Menjadi Lawan</title><content type='html'>&lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;Ini unik... Karena banyaknya ladang ranjau yang mungkin ditanam oleh pihak militer dan atau gembong kartel. Polisi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Colombia"&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;Kolombia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt; kemudian melakukan eksperimen dengan melatih hewan pengerat untuk mendeteksi bahan peledak di ladang ranjau.. Caranya dengaan memanfaatkan indra tikus yang peka atas bau dan berat badannya yang ringan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;Karena ringan, ketika tikus melintasi ranjau, maka ranjau itu tidak akan meledak. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;Sehingga korban jiwa dapat dihindarkan. Dan untuk melatih insting tikus  agar terbiasa dengan munculnya hewan pemangsa. Maka kemudian polisi pun melibatkan kucing. Akan tetapi repotnya, bukannya seperti &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.tomandjerryonline.com/"&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;Tom &amp;amp; Jerry&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt; yang selalu bermusuhan. Keduanya justru menjadi akrab. Tampak di gambar Sang Tikus sedang bermain dan bercengkrama dengan Sang Kucing yang seharusnya menjadi hewan predator baginya di dalam kandang di Markas Polisi di &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Bogot%C3%A1"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;Bogota&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/RyiFTOVHYJI/AAAAAAAAACY/ENosGgiOTJM/s1600-h/tikus_ranjau_kolombia.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/RyiFTOVHYJI/AAAAAAAAACY/ENosGgiOTJM/s320/tikus_ranjau_kolombia.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5127494741071978642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;Hal ini mengingatkan saya dengan kegagalan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Marketing_intelligence"&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;Marketing Intelligence&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt; di perusahaan-perusahaan. Ada kalanya niat suatu perusahaan membuat Marketing Intelligence untuk menghindari bahaya yang ditebar kompetitor, malah berbuah blunder. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;Sang Agen yang seharusnya memata-matai musuh malah jatuh cinta kepada musuh dan jatuh ke pelukan musuh. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;Dan akhirnya, setelah ditawari iming-iming, Sang Agen pun pindah ke tempat sang kompetitor dan justru menjadi Marketing Intelligence yang efektif bagi Sang Kompetitor.. Dan jika sudah begitu.. Apa daya nasih sudah menjadi bubur....&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;*gambar difoto dari &lt;a href="http://www.jawapos.com/"&gt;koran jawa pos&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7346989081497511490-3602174642137729617?l=kacamatamakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/feeds/3602174642137729617/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7346989081497511490&amp;postID=3602174642137729617' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/3602174642137729617'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/3602174642137729617'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/2007/10/kawan-menjadi-lawan.html' title='Kawan Menjadi Lawan'/><author><name>Havid Ardiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10877238365875258222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-CEm6OFc-WtY/TfyG09aiwKI/AAAAAAAAAY0/qKBn3QpP-Ug/s220/IMGP0039.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/RyiFTOVHYJI/AAAAAAAAACY/ENosGgiOTJM/s72-c/tikus_ranjau_kolombia.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7346989081497511490.post-6417268636591308410</id><published>2007-10-30T12:51:00.000+07:00</published><updated>2007-10-30T12:53:52.991+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Instropeksi'/><title type='text'>Kurangi Mengeluh Yuks...</title><content type='html'>&lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;"Gw capek sama si-X. Kerjaannya ngeluuh aja, dipikirannya yang ada pesimiiis terus. Kalo dia begitu terus gimana mau perform?? Nggak bisa apa dia berpikiran positif dan proaktif??" begitu kira-kira yang diucapkan salah seorang rekan kerja saya terhadap anggota teamnya yang sering mengeluh. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Nggak jarang si-X ini juga mengeluh ke saya tentang pekerjaannya. Kaya suatu saat si-X ini mengeluh ke gw dan mengatakan, "Pak kita bisa ngebiayaain kendaraan dengan pecah PO nggak?" Yang kemudian saya jawab, "Menurut bapak sekarang kita bisa nggak pecah PO??" "Dulu bisa pak..." "Saya mah nggak tanya dulu pak, kalo dulu saya juga tau pak, yang saya tanya kan sekarang.." "Yaaa nggak bisa sih pak..." "Nah itu bapak tau, kok masih tanya??" "Ya iseng aja pak, abis kalo pecah PO nggak bisa saya nggak bisa jualan dong..." "Pak, aplikasi bapak yang butuh pecah PO berapa banyak sih pak?? Sebulan ada berapa?? 1 aja belum tentu ada kan??" "Iya sih pak" "Nah kalo 1 aja belum tentu ada, ngapain juga kita harus pusing sama aplikasi yang kaya gitu, udah jelas masih jauh lebih banyak aplikasi yang masih bisa kita 'makan', kenapa juga bapak nggak mikir kearah situ??" Lain si X lain juga si Y. Si Y ini memiliki pandangan yang bertolak belakang dengan si X. Y ini tipe orang yang lebih berpikiran positif. Kalo ketemu suatu situasi yang sulit dia sering mencoba berpikir bagaimana berusaha mengatasi situasi sulit tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Pertanyaan saya kalau anda punya 2 rekan kerja seperti X &amp;amp; Y. anda akan pilih yang mana?? Kemungkinan anda akan pilih yang Y kan?? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Sob, sadarkah kita, semakin sering kita mengeluh, maka semakin sering pula kita mengalami hal tersebut. Mengeluh adalah hal yang sangat mudah dilakukan dan bagi beberapa orang hal ini menjadi suatu kebiasaan dan parahnya lagi mengeluh menjadi suatu kebanggaan. Ada contoh mengenai hal ini. Suatu saat saya bertanya ke seorang supir taksi, "Pak, sebelum kerja disini kerja dimana??" "Wah pindah-pindah pak, ya rata-rata nyupirin orang. Tapi sebentar aja pak, paling kurang dari setahun.." "Trus kenapa bapak pindahnya cepet-cepet?" "Abis bos saya itu cerewet semua sih pak. Jadi ya nggak betah saya kerja sama dia.." &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;"Trus yang sekarang gimana pak??" "Ya sama aja sih, makanya sekarang saya juga mulai cari-cari lagi.." &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Lihat kan?? Semakin kita mengeluh, maka semakin sering pula kita mengalami hal tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0cm;" lang="fi-FI"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Dengan mengeluh mungkin pada awalnya kita bisa mendapatkan simpati dari seseorang, tetapi hal itu tidak akan lama, apabila dalam hidup kita selalu mengeluh, mungkin teman kita akan malas mendengar keluhan kita. Menjadi seorang pengeluh tidak akan membuat kita memiliki banyak teman dan tidak akan menyelesaikan masalah kita. Akan sangat sulit sekali memecahkan suatu masalah saat kita berpikiran negatif... Kita mengeluh mungkin karena kita kecewa bahwa realitas yang terjadi nggak sesuai dengan harapan kita. Akan tetapi kalo realitas yang terjadi SELALU TIDAK SESUAI dengan harapan kita, kita harus instropeksi lagi... Kenapa hal ini selalu terjadi, apakah kita menaruh ekspektasi yang terlalu besar dan tidak sebanding dengan kemampuan kita?? Atau apakah saya salah bersikap?? &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0cm;" lang="fi-FI"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Jadi daripada kita sibuk mengeluh lebih baik mulai sekarang kita perbaiki sikap kita dan mulai berpikir secara positif terhadap realitas yang ada. Dengan begitu insyaAllah kita akan dapat melihat hal-hal yang selama ini mungkin luput dari perhatian kita karena kita terlalu sibuk mengeluh. Dan percayalah kalau hidup kita akan lebih berwarna dan keberuntungan akan senantiasa bersama kita.... &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7346989081497511490-6417268636591308410?l=kacamatamakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/feeds/6417268636591308410/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7346989081497511490&amp;postID=6417268636591308410' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/6417268636591308410'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/6417268636591308410'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/2007/10/kurangi-mengeluh-yuks.html' title='Kurangi Mengeluh Yuks...'/><author><name>Havid Ardiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10877238365875258222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-CEm6OFc-WtY/TfyG09aiwKI/AAAAAAAAAY0/qKBn3QpP-Ug/s220/IMGP0039.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7346989081497511490.post-9161167620478144751</id><published>2007-10-30T12:41:00.000+07:00</published><updated>2007-10-30T12:49:11.958+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sumber Daya Manusia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Manajemen'/><title type='text'>HOW TO RECRUIT THE RIGHT PERSON FOR THE JOB?</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0cm;" lang="en-US"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;I had received this article some time ago from my friend, and I believe there are a lot of realities in this article.... This article explains a lot.... Enjoy!! &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" lang="en-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" lang="en-US"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;HOW TO RECRUIT THE RIGHT PERSON FOR THE JOB?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Put about 100 bricks in some particular order in a closed room with an open window.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Then send 2 or 3 candidates in the room and close the door.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leave them alone and come back after 6 hours and then analyze the situation.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_________________________________________________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If they are counting the Bricks - Put them in the accounts Department.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If they are recounting them - Put them in auditing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If they have messed up the whole place with the bricks - put them in engineering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If they are arranging the bricks in some strange order - put them in planning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If they are throwing the bricks at each other - put them in operations.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If they are sleeping - put them in security.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If they have broken the bricks into pieces - put them in information Technology.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If they are sitting idle - put them in human resources.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If they say they have tried different combinations, yet not a brick has been moved - Put them in sales.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If they have already left for the day - put them in marketing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If they are staring out of the window - put them on strategic planning.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And then last but not least. If they are talking to each other and not a single brick has been moved - Congratulate them and put them in top management&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7346989081497511490-9161167620478144751?l=kacamatamakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/feeds/9161167620478144751/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7346989081497511490&amp;postID=9161167620478144751' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/9161167620478144751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/9161167620478144751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/2007/10/how-to-recruit-right-person-for-job.html' title='HOW TO RECRUIT THE RIGHT PERSON FOR THE JOB?'/><author><name>Havid Ardiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10877238365875258222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-CEm6OFc-WtY/TfyG09aiwKI/AAAAAAAAAY0/qKBn3QpP-Ug/s220/IMGP0039.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7346989081497511490.post-5093960058413884898</id><published>2007-10-25T21:25:00.001+07:00</published><updated>2011-04-18T12:02:46.909+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum'/><title type='text'>Usia Hakim Agung Diperpanjang?? Jangan Bercanda Kamu...</title><content type='html'>&lt;p style="margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Saya sempat tersenyum miris ketika membaca &lt;a href="http://www.kompas.com/kompas-cetak/0710/20/Politikhukum/3932218.htm"&gt;berita ini di kompas&lt;/a&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Ikahi tetap menginginkan usia hakim agung menjadi 70 tahun, meskipun keinginan ini tidak dikabulkan oleh DPR. Lihatlah argumen yang diajukan oleh ketua Ikahi yang saya kutip dibawah ini:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-left: 1.27cm; margin-bottom: 0cm;" lang="fi-FI"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Usia pensiun hakim tinggi kan 65 tahun, sama dengan hakim agung. Jika pensiun hakim agung diperpanjang, mereka mempunyai waktu paling tidak enam tahun di MA. Kata orang makin panjang karier hakim, ia semakin bijak dan profesional,"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" lang="fi-FI"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ah saya tidak percaya dengan ucapan tersebut, &lt;a href="http://uda_havid.blogs.friendster.com/diarios_de_motocycleta/2007/08/belum_ada_keadi.html"&gt;sudah banyak bukti kalau Hakim Agung kita belum bijak dalam mengambil keputusan  dan belum layak untuk diberi perpanjangan usia pensiun&lt;/a&gt;&lt;a href="http://uda_havid.blogs.friendster.com/diarios_de_motocycleta/2007/09/ada_apa_dengan_.html"&gt;.&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0cm;" lang="fi-FI"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hmm... makin panjang karier hakim, akan membuat ia semakin bijak dan profesional?? Ah... bercanda kamu!!!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7346989081497511490-5093960058413884898?l=kacamatamakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/feeds/5093960058413884898/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7346989081497511490&amp;postID=5093960058413884898' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/5093960058413884898'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/5093960058413884898'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/2007/10/usia-hakim-agung-diperpanjang-jangan.html' title='Usia Hakim Agung Diperpanjang?? Jangan Bercanda Kamu...'/><author><name>Havid Ardiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10877238365875258222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-CEm6OFc-WtY/TfyG09aiwKI/AAAAAAAAAY0/qKBn3QpP-Ug/s220/IMGP0039.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7346989081497511490.post-4437417744081550973</id><published>2007-10-25T21:20:00.000+07:00</published><updated>2007-10-25T21:25:34.621+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sepakbola'/><title type='text'>Aremania Yang Bersahabat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/RyCm5eVHYII/AAAAAAAAAB4/N3OS6vN-brk/s1600-h/Logo_Arema.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/RyCm5eVHYII/AAAAAAAAAB4/N3OS6vN-brk/s320/Logo_Arema.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5125279882272006274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Sepakbola merupakan salah satu olahraga paling populer di muka bumi ini, olahraga yang mampu membuat perhatian sebagian besar penduduk bumi berpaling kepadanya. Sepakbola memang memiliki daya tarik tersendiri, sehingga dapat membuat perbedaan mulai dari perbedaan agama, budaya, ekonomi, dan status larut kedalamnya. Hal ini bahkan membuat sepakbola menjadi suatu keyakinan, kebanggaan bahkan ideologi tersendiri bagi suatu kaum. Kebanggaan akan sepakbola bagi suatu kaum ini bahkan berkembang menjadi sikap fanatik suatu kaum terhadap sepakbola di daerahnya dan negaranya. &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Sikap fanatik ini dapat dilihat dari tingkah laku para suporter sepakbola itu sendiri. Lihatlah bagaimana luar biasa fanatiknya pendukung Liverpool FC dan Everton akan klubnya, hal ini bahkan membuat kota liverpool seakan-akan terdiri dari 2 budaya yang berbeda dan saling berkompetisi. Ya... kota Liverpool seakan-akan terkotak-kotak menjadi The Reds dan Evertonia. Meskipun 'subkultur' ini sangat fanatik dan saling berkompetisi, akan tetapi hal ini tidak sampai membuat mereka untuk saling berkelahi. Karena sikap fanatik kedua pendukung tersebut dapat diakomodir dengan baik oleh para pengurus klub. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;"&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sepakbola memang magnet yang sangat hebat. Daya tarik ini pulalah yang menggiring para pemilik modal untuk ikut berpartisipasi di dalam aktifitas sihir sepakbola dewasa ini. Suatu hal yang sangat wajar, bila dilihat dari potensi keuntungan yang akan didapat dari olahraga ini. Ya... sepakbola yang awalnya digagas untuk menyalurkan hasrat manusia yang senang kompetisi dan perang memang telah berubah menjadi sebuah industri. Sebuah industri yang sangat menggiurkan. Bahkan saat ini, pada sebuah kompetisi yang sudah bertaraf profesional, campur tangan para pemilik modal kuat tidak bisa dihindarkan. Kita dapat melihat bagaimana pengaruh modal Roman Abramovic dapat merubah prestasi Chelsea 2 tahun belakangan ini dari klub yang 'biasa-biasa saja' menjadi klub yang luar biasa. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jika di pentas dunia, sepakbola sudah menjadi ideologi dan industri. Bagaimana dengan nasib olahraga ini di Indonesia. Sepakbola Indonesia tampaknya sedang mencoba menuju ke arah profesionalisme. Meskipun belum dapat dikatakan benar-benar pofesional dan masih bersifat 'semi profesional'. Indikasi tersebut dapat kita lihat dari sudah banyak masuknya sponsor-sponsor dari korporasi besar Indonesia. Walaupun belum mampu menarik sponsor internasional, sepakbola domestik kita telah berhasil menggairahkan kembali hasrat masyarakat pada olahraga bola sepak itu. Beberapa supporter klub fanatik tumbuh di tiap-tiap klub, bahkan saking fanatiknya sering menimbulkan perkelahian antar klub. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Meskipun korporasi besar sudah mulai masuk ke Indonesia, akan tetapi hal ini tetaplah memiliki perbedaan dengan yang terjadi di negara yang industri sepakbolanya maju. Karena korporasi ini hanya masuk sebagai sponsor liga saja dan hanya sedikit sekali yang berani mengelola klub. Hal ini ini tentu berimplikasi pada pengelolaan klub tersebut. Klub di Indonesia kebanyakan masih bersifat BUMD yang mengakibatkan pengelolaan klub tersebut tergantung dari arah kebijakan pemerintah daerah setempat. Dan hal ini juga menyebabkan peluang terjadinya korupsi yang bertopeng sepakbola terbuka lebar. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Pengelolaan klub yang masih bersifat semi BUMD mengakibatkan banyak klub yang kurang bisa mengelola suporter fanatik yang mereka miliki yang disebabkan cara pengelolaan klub yang masih ‘semi profesional’ dan bernuansa politis. Sehingga aspirasi, hasrat, dan ‘kegilaan’ suporter seringkali tidak mampu tersalurkan dan tidak dapat diimbangi oleh pemilik klub maupun pengelola pertandingan. Hal ini dapat dilihat dari peristiwa Tambaksari pada perempat final piala indonesia lalu, dimana fanatisme dan 'kegilaan' bonek (suporter fanatik Persebaya) tidak dapat diakomodir dan dikelola oleh pengurus Persebaya yang bersifat semi BUMD. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Apakah gambaran diatas mencerminkan semua klub sepakbola di Indonesia??? Saya kira tidak... Untuk melihat contoh lain dari ‘subkultur’ sepakbola di Indonesia, maka kita dapat menengok ke kota Malang.. Kota yang sudah saya tinggali selama &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;dua tahun. Ya sepakbola, khususnya &lt;a href="www.bentoel-arema.com/"&gt;Arema&lt;/a&gt;, tampaknya sudah menjadi identitas, simbol, dan karakter bagi warga Malang. Arema yang merupakan akronim dari Arek Malang konon berasal dari nama Patih Kebo Arema di kala Singosari diperintah Raja Kertanegara. Prestasi Kebo Arema gilang gemilang. Ia mematahkan pemberontakan Kelana Bhayangkara seperti ditulis dalam Kidung Panji Wijayakrama hingga seluruh pemberontak hancur seperti daun dimakan ulat. Demikian pula pemberontakan Cayaraja seperti ditulis kitab Negarakretagama. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Warga Malang memang begitu bangga dengan ke-Arema-annya. Klub yang baru berdiri tahun 1987 ini pada awalnya juga masih jauh dari profesional dalam pengelolaannya. Pengelolaan klub ini pada awalnya selalu terseok-seok dalam masalah dana meskipun prestasi klub ini di tingkat nasional dapat dikatakan cukup baik. Kesulitan keuangan yang dialami Arema tampaknya dilihat oleh PT Bentoel Internasional Tbk. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Sehingga pada pertengahan musim kompetisi 2003 kepemilikan Arema diambil alih oleh perusahaan tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;" lang="fi-FI"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Perubahan pengelolaan tesebut memberi dampak pada prestasi klub dan kedewasaan suporter. Arema yang sebelumnya sempat terkena degradasi ke divisi 1, berhasil menjadi juara Divisi I Liga Indonesia 2004 dan kembali berlaga di Divisi Utama pada musim kompetisi 2005 dengan materi dan dana dari pemilik baru. Hal ini semakin meningkatkan kepercayaan dan kebanggaan warga Malang akan Singo Edan, julukan bagi klub Arema. Simpul-simpul suporter yang berada di korwil-korwil semakin tertata rapih. Sehingga fanatisme pendukung dapat terakomodir dengan baik, sehingga tidaklah mengerankan jika Aremania sempat dinobatkan sebagai kelompok suporter terbaik di Asia Tenggara. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kebanggaan dan antusiasme suporter ini dapat dilihat jika Arema bertanding, baik itu dikandang maupun bertandang. Aremania akan berusaha untuk dapat melihat secara langsung pertandingan klub kesayangannya. Bahkan mereka rela untuk antri berjam-jam demi menyaksikan klub kesayangan mereka bertanding. Para suporter yang tidak pergi kestadion pun tidak kalah antusias, mereka akan tetap seksama menyimak kesebelasan mereka bertanding melalui televisi maupun radio. Semua golongan masyarakat mulai dari pria, wanita, pelajar, mahasiwa, anak-anak, dewasa, satpam, pedagang, sampai golongan atas menyimak pertandingan kesebelasan kesayangannya. Suasana di stadion pun dapat dikatakan sangat bersahabat untuk ukuran sepakbola Indonesia. Sehingga tidak usah heran apabila para pemain juga akan berusaha menunjukkan kemampuan terbaik mereka di lapangan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Prestasi klub pun lambat laun mengalami perbaikan. Sehingga Arema kemudian menjelma menjadi salah satu klub papan atas di Indonesia. Gelar juara pun sepertinya tinggal menunggu waktu, dan benar saja, pada tahun 2005 Arema berhasil menjadi juara di Copa Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Gelar juara ini pun berhasil mereka pertahankan pada bulan September tahun 2006 ini. Keberhasilan Arema dalam mempertahankan Copa pun mendapatkan antusiasme dari warga Malang. Hal ini mengakibatkan kota Malang yang tidak pernah macet , menjadi macet total karena lautan biru Aremania. Meskipun begitu arak-arakan dan perayaan keberhasilan ini dapat berjalan dengan tenang dan ’tidak menakutkan’ seperti yang lazim terjadi di Indonesia. Ya... klub Arema Malang dengan Aremania memang memberikan warna yang berbeda didalam persepakbolaan Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Disaat klub lain masih mencari identitas, Arema telah berubah menjadi identitas, simbol, dan karakter bagi warga Malang yang bersahabat. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7346989081497511490-4437417744081550973?l=kacamatamakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/feeds/4437417744081550973/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7346989081497511490&amp;postID=4437417744081550973' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/4437417744081550973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/4437417744081550973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/2007/10/aremania-yang-bersahabat.html' title='Aremania Yang Bersahabat'/><author><name>Havid Ardiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10877238365875258222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-CEm6OFc-WtY/TfyG09aiwKI/AAAAAAAAAY0/qKBn3QpP-Ug/s220/IMGP0039.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/RyCm5eVHYII/AAAAAAAAAB4/N3OS6vN-brk/s72-c/Logo_Arema.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7346989081497511490.post-5811218184137993593</id><published>2007-10-25T21:06:00.000+07:00</published><updated>2007-10-30T11:41:13.777+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bursa Buku'/><title type='text'>Gelang Giok Naga</title><content type='html'>&lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Sebuah novel yang memikat dalam segala aspeknya."-&lt;a href="http://kacamatamakna.blogspot.com/search/label/Andrea%20Hirata"&gt;Andrea Hirata&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/RyCksOVHYGI/AAAAAAAAABo/5uzcJZT8nnw/s1600-h/GGN.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/RyCksOVHYGI/AAAAAAAAABo/5uzcJZT8nnw/s320/GGN.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5125277455615484002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Sejujurnya saya tertarik membeli novel ini karena membaca tanggapan dari penulis &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;u&gt;Laskar Pelangi&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;u&gt;Sang Pemimpi&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;, dan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;&lt;u&gt;Edensor&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; diatas. Dan ternyata keputusan saya untuk membeli novel karya Leny Helena ini tidaklah salah. Novel ini memang benar-benar memikat, sarat pesan dan kaya makna.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kisah di novel ini dibuka dengan penggambaran peranan naga dalam masyarakat Tionghoa. Naga dalam masyarakat Tionghoa selain berarti identitas juga merupakan pelindung sekaligus pembawa bencana yang harus diperlakukan secara arif. Diceritakan semenjak dinasti Han (300 SM) naga dijadikan lambang kekaisaran sebagai kekuasaan yang absolut dari seorang kaisar, bahkan kaisar-kaisar Cina dipercaya sebagai keturunan langsung dari naga. Ada empat sungai besar di Cina berasal dari empat naga berhati mulia yang ingin menyelamatkan manusia dari kelaparan karena kekeringan. Hujan tak kunjung turun, membuat keempat naga tersebut mengupayakan berbagai cara agar segera turun hujan. Namun setelah hujan turun, seorang Kaisar bernama Kumala murka, karena naga-naga tersebut tidak mendapat izin untuk menurunkan hujan ke muka bumi. Lalu, kepada dewa gunung kaisar Kumala meminta agar dewa gunung agar mencari empat gunung untuk memenjarakan keempat naga itu ke dalam perutnya. Keempat naga lalu mengubah diri mereka menjadi sungai yang mengalir dari ketinggian gunung ke arah lembah menuju arah timur dan akhirnya bermuara ke laut. Sejak itu, masyarakat Cina sering menyebut diri mereka sebagai keturunan naga.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Leny Helena juga tidak lupa menuliskan betapa Giok begitu berarti dibandingan dengan emas bagi masyarakat Cina seperti yang tertuang dalam salah satu halaman di novel ini "Emas memang berharga, tapi Giok tak terkira nilainya. Karena Giok laksana hikmat. Kecemerlangan dan kehalusannya melambangkan kemurnian yang utuh. Kesempurnaan struktur dan isi melambangkan kepastian dari pengetahuan; Sisi-sisinya yang tak terpahat, walaupun tajam, mewakili keadilan. Bunyi dentingannya yang bening dan panjang bergema menciptakan gita. Warnanya adalah kesetiaan; Guratan-guratannya bukanlah cela, ia hanya menuntut kejujuran; Pelangi yang dipantulkan membuat kita seakan memandang surga; Terlahir dari gunung dan air, ia adalah bumi; Ia adalah kesucian, dan penghargaan yang diberikan dunia merupakan kebenaran."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Cerita kemudian beralih ke tahun 1723. Dikisahkan Kaisar Jia Shi memiliki selir kesayangan yang bernama Lu Shan. Karena kecantikan dan pesonanya Lu Shan kemudian dipanggil Yang Kuei Fei (seorang selir legendaris yang pernah hidup tahun 700-an). Yang Kuei Fei yang merupakan selir kesayangan kaisar kemudian dihadiahi sepasang delang yang terbuat dari giok dengan hiasan naga emas di dalamnya.Masih pada tahun yang sama, Kaisar Jia Shi berencana memperluas daerah kekuasaannya hingga ke Korea. Rencana ini didukung oleh beberapa menteri dan jenderal, namun beberapa menteri lainnya menentang keinginan sang Kaisar karena mereka menganggap situasi di dalam negeri banyak yang masih harus dibenahi. Kasim Fu termasuk petinggi istana yang menentang rencana kaisar. Untuk itu ia membujuk Yang Kuei Fei untuk memata-matai dan membujuk Kaisar untuk membatalkan niatnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Namun malang, sebelum berhasil membujuk kaisar untuk membatalkan niatnya. Kaisar lebih dulu terbunuh karena diracun oleh seseorang. Karena takut dituduh sebagai pembunuh kaisar, Yang Kuei Fei yang saat itu sedang mengandung anak kaisar kemudian melarikan diri bersama Kasim Fu dengan membawa perhiasan miliknya termasuk Gelang Giok Naga pemberian sang kaisar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kisah lalu beralih ke tahun 1935. Dikisahkan gadis benama A Sui yang hendak dikawinkan dengan Kian Li yang merupakan pengusaha Cina di Batavia. Ditempat yang lain di Batavia, gadis lain yang bernama A Lin dijual oleh orang tuanya untuk dijadikan wanita penghibur. A Lin kemudian menjadi Nyai bagi seorang meneer Belanda yang bernama Cornel van der Beek dan memiliki anak kembar. Dan seperti umumnya Nyai, A Lin pun kemudian ditinggalkan oleh meneernya (sebuah fakta yang menarik, ternyata tidak semua Nyai orang pribumi). A Lin kemudian memutuskan untuk menikah dengan seorang Loi Kun dan menjadi pengusaha yang tersohor.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Berbeda dengan A Lin, kehidupan A Siu di Batavia tak berlangsung mulus, setelah kematian suaminya, A Siu hidup menderita dengan ketujuh anak-anaknya. Untuk menyambung hidupnya A Siu menggadaikan gelang giok naga pemberian ibunya pada salah seorang wanita Cina kaya di batavia. Dan wanita itu adalah A Lin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;A Lin dan A Sui tampaknya sudah ditakdirkan untuk tidak bisa akur, atau dalam istilah Cinanya mereka berdua itu Ciong. Oleh karena itu ketika Bun Kun (putra A Lin) menghamili dan akhirnya menikahi Sui Giok (putri A Sui) mereka tetap tidak bertegur sapa. Bahkan untuk mengetahui keberadaan gelang giok miliknya yang telah digadaikan, A Sui lebih memilih untuk meminta tolong kepada Swanlin (cucunya hasil pernikahan Sui Giok dan Bun Kun) memberitahunya jika melihat gelang tersebut daripada bertanya langsung ke A Lin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Cerita kemudian beralih ke kehidupan Swanlin, mulai dari Swanlin kecil yang suka dikatai dengan sebutan rasialis yaitu 'Cina Celeng'. Sampai Swanlin dewasa yang memiliki pergaulan yang luas, aktif dalam kegiatan kampus, dan akhirnya menikah dengan pribumi. Sesekali A Sui dan A Lin juga masih muncul dalam mengiringi perjalanan Swanlin. Kisah dalam novel ini kemudian terus berlanjut dengan 3 wanita diatas (A Lin, A Sui, dan Swan Lin) sebagai tokohnya dan diakhiri dengan ending yang mengejutkan dan sangat menyentuh hati. Akhir yang benar-benar mengejutkan dan menarik....&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hmm... Tampaknya banyak sekali pesan yang terkandung dalam novel ini. Novel ini selain menyampaikan semangat eksistensi wanita dalam kehidupan, kehidupan sosio kultural masyarakat Tionghoa di Indonesia dari masa ke masa, pandangan keliru masyarakat terhadap etnis Tionghoa, juga otokritik terhadap etnis Tionghoa.... Benar-benar novel yang sarat makna...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="border-style: none none solid; border-color: -moz-use-text-color -moz-use-text-color rgb(0, 0, 0); border-width: medium medium 1px; padding: 0cm 0cm 0.04cm; margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;"&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Dan seperti yang dikatakan oleh Lan Fang di sampul belakang novel ini... &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;"Aroma eksotika Cina menguar dari seluruh tubuh novel ini. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;&lt;i&gt;It's really a novel about Chinese culture&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="en-US"&gt;!"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7346989081497511490-5811218184137993593?l=kacamatamakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/feeds/5811218184137993593/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7346989081497511490&amp;postID=5811218184137993593' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/5811218184137993593'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/5811218184137993593'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/2007/10/gelang-giok-naga.html' title='Gelang Giok Naga'/><author><name>Havid Ardiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10877238365875258222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-CEm6OFc-WtY/TfyG09aiwKI/AAAAAAAAAY0/qKBn3QpP-Ug/s220/IMGP0039.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/RyCksOVHYGI/AAAAAAAAABo/5uzcJZT8nnw/s72-c/GGN.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7346989081497511490.post-4629032703907703048</id><published>2007-10-25T20:00:00.001+07:00</published><updated>2011-04-18T11:55:45.129+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bursa Buku'/><title type='text'>Edensor: Ketika Mimpi Menjadi Nyata</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/RyCULuVHYAI/AAAAAAAAAA4/m8sCf3SbRx4/s1600-h/edensor.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/RyCULuVHYAI/AAAAAAAAAA4/m8sCf3SbRx4/s320/edensor.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5125259305083691010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Aku ingin hidup dengan puncak tantangan, terjal, halangan, batu granit kesulitan, dan marabahaya yang melesatkan andrenalin. Aku ingin menghirup berupa - rupa pengalaman lalu terjun bebas menyelami labirin lika-liku hidup yang ujungnya tak dapat disangka. Aku mendamba kehidupan dengan kemungkinan-kemungkinan yang bereaksi satu sama lain seperti molekul uranium : meletup tak terduga-duga, menyerap, mengikat, mengganda, berkembang, terurai dan berpencar ke arah yang mengejutkan. &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Aku ingin ketempat-tempat yang jauh, menjumpai beragam bahasa dan orang-orang asing. Aku ingin berkelana, menemukan arahku dengan membaca bintang gemintang. Aku ingin mengarungi padang dan gurun - gurun, menciut dicengkram dingin. Aku ingin kehidupan yang menggetarkan, penuh dengan penaklukan Aku ingin hidup! Ingin merasakan sari pati hidup!&lt;/span&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Itulah mimpi yang tertanam dalam diri Ikal yang tertuang di sampul belakang buku ini. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="fi-FI"&gt;Buku ini masih mengajak kita untuk berani bermimpi dan menggapai mimpi kita. Bukan membiarkan mimpi kita menjadi hanya sekedar khayalan. Karena sesungguhnya mimpi itu akan menjadi nyata kalau kita meyakininya dan hanya akan menjadi angan-angan jika kita menyerah kepada mimpi kita. Seperti juga yang diutarakan Arai, bermimpilah karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Edensor merupakan sekuel dari dua novel sebelumnya yang berjudul &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Laskar Pelangi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Sang Pemimpi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;. Laskar Pelangi mengisahkan tentang masa kecil ikal dan Sang Pemimpi bercerita tentang masa ikal merantau ke Jakarta dan usaha ikal untuk mewujudkan mimpinya. Sedangkan Edensor mengkisahkan masa kuliah Ikal di Sorbonne, Perancis dan bagaimana sebagian dari mimpi ikal di waktu kecil mulai terwujud. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0cm;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam novel ini kita masih menemukan kekhasan Andrea Hirata yang sangat hebat dalam bermetafora yang kaya akan diksi dan penuturan yang sangat komikal dan kocak tanpa kehilangan bobot dan filosofi. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0cm;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kisah dibuku ini dibuka dengan menceritakan tentang sosok Weh yang sangat malang. Pembaca yang pernah menikmati dua karya Andrea sebelumnya mungkin akan merasa pudar ekspektasinya untuk melanjutkan kisah yang seru dari sang pemimpi. Beruntung kisah kemudian bersambung dengan cerita yang kocak dan lucu tentang kelahiran Ikal dan perubahan nama Ikal berkali-kali. Bagaimana perjuangan Ibu Ikal agar bisa melahirkan tepat pada tanggal kelahiran PBB agar kelak Ikal bisa menjadi juru pendamai. Lalu ada pula kisah bagaimana nama Ikal yang sebelumnya pernah diberi nama Aqil Barraq Badruddin harus diganti karena dirasa memberatkan. Namanya diganti menjadi Wadudh, dan akhirnya diganti lagi menjadi Andrea Hirata. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Selanjutnya novel ini bercerita tentang bagaimana Ikal dan Arai berjuang untuk mewujudkan mimpinya di Paris. Ketika kuliah di Paris diceritakan bagaimana &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;culture shock&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; yang dialami Ikal, Arai, dan mahasiswa-mahasiswa didunia ketiga. Gegar Budaya ini dikisahkan dengan sangat kocak oleh Andrea yang bisa membuat kita tertawa tertiwi. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0cm;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Selanjutnya novel ini banyak bercerita tentang pertaruhan Ikal dengan teman-teman kuliahnya untuk berkeliling Eropa sebagai backpackers dimana pemenangnya ditentukan dari banyaknya jumlah negara yang disinggahi. Bagi mereka yang suka melakukan perjalanan traveling ala backpacker kisah petualangan Ikal sebagai backpacker ini juga memberikan berbagai tips yang menarik seperti negara-negara mana yang menghargai para backpacker, fungsi baju second skin untuk mengatasi dingin, pengalaman bergaul dengan backpacker kanada, tempat-tempat tidur yang aman, dan lain-lain. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0cm;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Novel ini selain mengkisahkan perjalanan Ikal sebagai backpaker juga mengkisahkan motivasi lain Ikal berkeliling menjelajah berbagai negara. Yaitu menemukan cinta lamanya sewaktu kecil, A Ling. Ia berusaha mencari A Ling melalui internet dan menemukan sejumlah tempat dimana terdapat nama Njoo Xian Ling. Dan tempat di berbagai negara itu lah yang menjadi tempat persinggahan Ikal dan Arai. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0cm;" lang="sv-SE"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Secara keseluruhan Novel ini sangat memikat dengan gaya bahasa yang sangat indah, yang kadang membuat kita tertawa dan kadang membuat kita tersentuh. Novel ini jelas sangat layak untuk jadi penghuni rak buku kita karena novel ini memang sarat makna...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7346989081497511490-4629032703907703048?l=kacamatamakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/feeds/4629032703907703048/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7346989081497511490&amp;postID=4629032703907703048' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/4629032703907703048'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/4629032703907703048'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/2007/10/edensor-ketika-mimpi-menjadi-nyata.html' title='Edensor: Ketika Mimpi Menjadi Nyata'/><author><name>Havid Ardiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10877238365875258222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-CEm6OFc-WtY/TfyG09aiwKI/AAAAAAAAAY0/qKBn3QpP-Ug/s220/IMGP0039.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/RyCULuVHYAI/AAAAAAAAAA4/m8sCf3SbRx4/s72-c/edensor.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7346989081497511490.post-3016155135515403131</id><published>2007-10-25T12:50:00.001+07:00</published><updated>2011-04-18T11:55:51.174+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bursa Buku'/><title type='text'>Laskar Pelangi: Ketika Pendidikan Menjadi Candu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/RyCS3uVHX_I/AAAAAAAAAAw/7D7f48L8t-4/s1600-h/laskar+pelangi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/RyCS3uVHX_I/AAAAAAAAAAw/7D7f48L8t-4/s320/laskar+pelangi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5125257861974679538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Rabu (15/11/2006) waktu di Matos, &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;saya iseng ke Gramedia untuk tanya novel Laskar Pelangi. Sebenarnya sih saya iseng doang, soalnya sehari sebelumnya saya baru telp ke Gramedia, dan katanya bukunya belum dateng...Tapi ternyata hari Rabu itu, dewi keberuntungan sedang berpihak ke saya... Novel yang saya cari baru saja datang!!!&lt;/span&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0cm;" lang="sv-SE"&gt;Novel ini diawali dengan kisah di hari pertama sekolah, saat guru, orang tua murid, dan anak-anak cemas menanti jumlah anak memenuhi kuota sepuluh orang agar sekolah dapat diadakan pada tahun ajaran tersebut... Kecemasan ini akhirnya berubah menjadi suka cita saat Harun, seorang anak kecil yang terperangkap dalam badan orang dewasa, datang...&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Cerita kemudian mengalir menceritakan tentang Ibu Muslimah dan Pak Harfan yang layak untuk disebut sebagai pahlawan sejati dalam dunia pendidikan. Kisah kemudian berlanjut menggambarkan anggota Laskar Pelangi yang terdiri dari Lintang yang super jenius, Mahar sang seniman, Sahara gadis yang judes, Kucai yang bercita-cita jadi politikus, Samson yang perkasa, Syahdan yang ingin jadi aktor, Akiong yang pengugup, Harun yang memiliki keterbelakangan mental, Trapani, pria yang tampan dan lembut, Borek si pengacau, Ikal yang merupakan tokoh yang bercerita dalam novel ini, dan belakangan Flo anak tomboy gedongan yang memutuskan untuk bergabung dengan Laskar Pelangi. Nama Laskar Pelangi sendiri berasal dari Ibunda Guru Muslimah, sebuah nama yang tepat karena keberagaman mereka...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0cm;" lang="sv-SE"&gt;Kesepuluh anggota awal Laskar Pelangi adalah anak-anak miskin yang tidak menyerah dengan keadaan mereka. Usaha mereka untuk belajar dan semangatnya agar tidak menyerah pada keadaan membuat gw jadi terharu. Bagaimana Lintang tidak pernah membolos kendati harus mengayuh sepeda sejauh 80 kilometer ke sekolah pulang pergi. Beberapa kali rantai sepedanya putus dan dia bahkan terpaksa berhadapan dengan buaya, tetapi semangat Lintang untuk sekolah tidak pernah padam.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Keseluruhan kisah Laskar Pelangi ini tersaji dengan sangat memikat. Kita akan dibuat tercenung, menangis dan tertawa bersama kepolosan dan semangat juang para Laskar Pelangi. Kisah paling mengharukan menurut saya dalam novel ini adalah ketika Lintang, murid paling pintar di Laskar Pelangi harus berhenti sekolah saat kelas 3 SMP karena ayahnya meninggal dan Lintang harus menanggung beban keluarga.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0cm;" lang="sv-SE"&gt;Novel ini juga merupakan potret buram dunia pendidikan dan kemiskinan di Indonesia. Dimana Kampung Melayu Belitong yang hidup dibawah garis kemiskinan dan hanya memiliki satu sekolah yang sudah reyot yang ironisnya ternyata hidup berdampingan dengan komunitas masyarakat gedong PN Timah yang hidup dengan segala kemewahan dan fasilitas yang lebih dari cukup.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Tak ada gading yang tak retak... Bagitupun dengan novel ini, ada beberapa hal yang dapat menggangu kita ketika membacanya. Diantaranya kurang jelasnya waktu kejadian suatu peristiwa dan banyaknya istilah latin dari spesies tumbuh-tumbuhan yang menjadi aksesori cerita yang membuat saya terkadang harus lebih cermat dalam membaca...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Tapi secara keseluruhan, novel yang dipersembahkan Andrea Hirata untuk guru SDnya di SD Muhammadiyah pulau Belitong ini sangat layak untuk dibaca. Karena novel ini sarat akan pesan moral.... bahwa kita tidak boleh menyerah pada keadaan... bahwa sistem pendidikan di negeri ini masih seperti enigma dan masih harus diperbaiki... bahwa pembangunan di negeri ini belumlah merata... dan yang pasti, masih banyak Lintang-Lintang lain di negeri ini. &lt;/span&gt;Masih banyak anak jenius yang tidak memiliki kesempatan...&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7346989081497511490-3016155135515403131?l=kacamatamakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/feeds/3016155135515403131/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7346989081497511490&amp;postID=3016155135515403131' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/3016155135515403131'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/3016155135515403131'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/2007/10/laskar-pelangi-ketika-pendidikan.html' title='Laskar Pelangi: Ketika Pendidikan Menjadi Candu'/><author><name>Havid Ardiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10877238365875258222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-CEm6OFc-WtY/TfyG09aiwKI/AAAAAAAAAY0/qKBn3QpP-Ug/s220/IMGP0039.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/RyCS3uVHX_I/AAAAAAAAAAw/7D7f48L8t-4/s72-c/laskar+pelangi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7346989081497511490.post-7041609853440939127</id><published>2007-10-25T12:39:00.001+07:00</published><updated>2011-04-18T11:55:59.205+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bursa Buku'/><title type='text'>Belajar Hidup Dari Sang Pemimpi</title><content type='html'>&lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;" lang="sv-SE"&gt;'Bermimpilah, karena tanpa bermimpi kamu  tak akan pernah memiliki mimpi yang menjadi kenyataan'.  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0.49cm;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/RyAtK-VHX8I/AAAAAAAAAAU/vyPWpjnM3q4/s1600-h/ayatayatcinta.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/RyAtK-VHX8I/AAAAAAAAAAU/vyPWpjnM3q4/s200/ayatayatcinta.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5125146042501128130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Minggu, 29 Oktober 2006, tiba-tiba HP &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;saya berbunyi. Setelah saya lihat, ternyata &lt;/span&gt;&lt;span style="color:#0000ff;"&gt;&lt;u&gt;&lt;a href="http://www.friendster.com/10799528"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Jati&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;, salah satu sahabat terbaik dimasa kuliah, merekomendasikan untuk baca novel Ayat-Ayat Cinta karangan Habiburrahman El-Shirazy. Karena sudah pernah menikmati setiap lembar dari novel tersebut, saya pun mengatakan kalo saya sudah membaca novel itu dan ada untaian kata di novel itu yang sangat saya suka 'Ya Allah, letakanlah dunia ditangan saya dan bukan dihati saya'. Jati kemudian merekomendasikan saya untuk baca Laskar Pelangi. Penasaran dengan Laskar Pelangi, sabtu kemarin (4/6/2006), saya langsung berburu buku tersebut di Gramedia Matos, tapi sayang saya kehabisan... :( Tapi&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; tidak lama kemudian, wanita penjaga counter di Gramedia Matos menawarkan sebuah buku, yang katanya merupakan bagian dari Tetralogi Laskar Pelangi, yang berjudul Sang Pemimpi. Karena sudah terbius dengan rekomendasi Laskar Pelangi dari Jati dan asumsi bahwa buku Sang Pemimpi nggak kalah keren dengan Laskar Pelangi karena pengarangnya sama, maka saya mengeluarkan sejumlah uang untuk menukarkan dengan sebuah buku yang berjudul Sang Pemimpi...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Begitu berada ditangan, buku sang pemimpi ini berhasil menghipnotis &lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;saya untuk terus membaca setiap mozaik dari buku&lt;/span&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt; ini hingga selesai. Sedikit terkesan komikal di awal-awal ketika memperkenalkan tokoh-tokoh utama dalam buku ini akan tetapi tanpa disadari saya cepat terbius ketika masuk ke mozaik-mozaik berikutnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0cm;" lang="sv-SE"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/RyAtaOVHX9I/AAAAAAAAAAc/bqV643KEemY/s1600-h/depan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/RyAtaOVHX9I/AAAAAAAAAAc/bqV643KEemY/s320/depan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5125146304494133202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sang Pemimpi sendiri berkisah tentang masa remaja Ikal, Arai serta Jimbron dan bagaimana cara mereka menjalani hidup mereka yang berat dan berhasil mengalahkan beratnya hidup mereka. Ikal yang menjadi tokoh sentral dalam novel ini adalah Andrea Hirata sang seniman kata-kata, Arai adalah saudara Ikal yang cerdas, kreatif dan kadang liar, penuh dengan ide-ide nakal layaknya remaja, dan Jimbron meskipun gagap dan tidak terlalu cerdas, tetapi ia adalah anak yang ulet dan setia kawan. Kisah kehidupan mereka sendiri dituturkan dengan gaya penulisan yang kocak dan tidak jarang mengharukan pada mozaik-mozaik tertentu...  &lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0cm;" lang="sv-SE"&gt;Dan seperti judulnya, Sang Pemimpi, buku ini mengisahkan tentang sekelompok anak yang berani bermimpi dan berjuang untuk mewujudkan dan mempertahankan mimpi mereka. Bagaimana Ikal yang sempat tak sanggup untuk bermimpi kemudian sadar dan kembali berusaha mewujudkan mimpinya setelah ia tidak berada di garda terdepan. Bagaimana perjuangan mereka mereka dalam menolak keputusasaan dan melawan ketidakberdayaan akan kemiskinan mereka. Bagaimana kekuatan cinta, persahabatan, dan pengorbanan mampu merubah hidup seseorang. Bagaimana cara mereka menerima nasib dan tidak menyerah kepada nasib. Seperti yang dikatakan Arai 'Kita tak kan pernah mendahului nasib!'. Dan bagaimana begharganya hidup untuk diperjuangkan.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-top: 0.49cm; margin-bottom: 0cm;"&gt;&lt;span lang="sv-SE"&gt;Selesai membaca buku ini, saya jadi malu dengan Ikal, Arai, dan Jimbron. Mereka masih bisa tetap optimis dalam memperjuangkan mimpi mereka dan dalam memenangi hidup mereka meskipun kehidupan mereka yang sebenarnya begitu berat dan menyengsarakan.... Sedangkan saya.... Seringkali belum bisa setegar mereka :( &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7346989081497511490-7041609853440939127?l=kacamatamakna.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/feeds/7041609853440939127/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7346989081497511490&amp;postID=7041609853440939127' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/7041609853440939127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7346989081497511490/posts/default/7041609853440939127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kacamatamakna.blogspot.com/2007/10/belajar-hidup-dari-sang-pemimpi.html' title='Belajar Hidup Dari Sang Pemimpi'/><author><name>Havid Ardiansyah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10877238365875258222</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-CEm6OFc-WtY/TfyG09aiwKI/AAAAAAAAAY0/qKBn3QpP-Ug/s220/IMGP0039.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_GfaBEXz8yNs/RyAtK-VHX8I/AAAAAAAAAAU/vyPWpjnM3q4/s72-c/ayatayatcinta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
